#FaktaAlkitab: Disinilah Lokasi Yesus Terakhir Berdoa

#FaktaAlkitab: Disinilah Lokasi Yesus Terakhir Berdoa

Claudia Jessica Official Writer
329

Taman Getsemani ini sangat terkenal karena merupakan lokasi dimana Yesus berdoa bersama para murid-Nya untuk terakhir kali sebelum ditangkap. Getsemani adalah sebuah taman di kaki Bukit zaitun di Yerusalem, Israel dan dipercaya sebagai tempat Yesus berdoa terakhir kalinya sebelum disalibkan.

Kata Getsemani muncul pada Injil Matius dan Injil Markus dalam Bahasa Yunani. Kata ini berasal dari Asyria yang artinya alat pemeras atau penghasil minyak. Matius 26: 32 dan Markus 14: 32 menyebutnya Koreon atau tempat. Injil Yohanes 18: 1 mengatakan Yesus memasuki sebuah taman atau dalam Bahasa Yunani quepos bersama dengan murid-muridNya.

Taman Getsemani terletak di kaki Bukit zaitun, dibalik Bukit di seberang Lembah Kidron, Yerusalem yang dipercaya sebagai tempat dimana Yesus dan murid-muridNya berdoa sebelum tuhan Yesus disalibkan.

Rasul Yohanes menyatakan sebagai taman dibalik saluran kidron.

Di taman Getsemani terdapat delapan pohon zaitun yang sangat tua dan tidak dapat lagi dipastikan umurnya. Beberapa Ahli botani menyatakan bahwa pohon-pohon itu mungkin berumur 3000 tahun. Tidak diragukan lagi, pohon-pohon itu adalah tempat dimana Tuhan Yesus berdoa di malam deritanya. Dari taman Getsemani ini, kita dapat langsung melihat kota Yerusalem yang posisinya saling berhadapan.

Untuk mempelajari asal muasalnya, tim dari National research Council Italia melakukan studi bersama dengan berbagai perguruan tinggi Italia selama tiga tahun. Tim menyelidiki 8 pohon zaitun yang berlekuk-lekuk kasar di taman Getsemani, yang salah satunya menjadi situs suci bagi umat Kristen. Dari delapan pohon zaitun, tiga diantaranya diperkirakan sudah ada sejak pertengahan abad ke-12.

Akar yang di dalam tanah tentunya diperkirakan berusia lebih tua lagi. Zaitun ini menjadi salah satu daun yang tertua di dunia. Belum pernah ada tanaman dengan usia yang lebih tua yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, kata ketua tim penelitian Antonio Cimato, dari CNR Tree dan Timber Institute.

Berdasarkan penanggalan karbon, pohon-pohon ini berasal dari tahun 1092, 1196, dan 1198. Periode saat tentara salib terlibat dalam rekonstruksi gereja secara besar-besaran di tanah suci, yang kemudian dibangun kembali menjadi basilica of gethsemane di Yerusalem.  Tim peneliti juga mengungkapkan adanya kemungkinan, Taman Zaitun pernah mengalami penyusunan ulang dan direnovasi selama rekonstruksi gereja dilakukan.

Hal ini bukan tidak mungkin dapat terjadi, karena pohon zaitun dapat tumbuh kembali meskipun telah ditebang, bahkan dibakar sekalipun. Artinya adalah bahwa pohon zaitun yang ada di taman Getsemani sekarang tidak bisa dipastikan secara tepat sudah ada sejak tahun berapa. Karena itulah banyak yang mempercayai bahwa pohon yang adalah pohon yang sama di zaman Tuhan Yesus.

Berdasarkan perjanjian baru Taman Getsemani adalah tempat dimana Yesus dan murid-muridnya sering berkunjung yang mana memudahkan Yudas iskariot untuk menemukan Yesus pada malam penangkapannya. Berdasarkan Lukas 22: 43-44 di sana Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.

Sesampainya di taman Getsemani, wisatawan dan peziarah akan menjumpai basilika yang dibangun pada era kekaisaran Theodosius, pada tahun 379 hingga 395 masehi. Tapi sayangnya, basilika ini mengalami kehancuran saat terjadi perang salib.

Selanjutnya mulai abad ke-4, tempat peribadatan ini dipindahkan ke sebuah goa yang dulu menjadi tempat penciuman Yudas pada Yesus. Goa ini sendiri berukuran panjang sekitar 17 m dengan lebar 9 m dan tinggi 5, 3 m.

Kemudian pada tahun 1924, dibangun sebuah gereja di lokasi tersebut. Di tengah gereja ada satu batu dengan besar yang sering disebut sebagai batu sakrat maut. Batu ini diyakini merupakan tempat Yesus berdoa dalam sakrat maut sampai berkeringat darah, sebelum dikhianati oleh Yudas dan ditangkap para serdadu.

Gereja ini diberi nama gereja segala bangsa,s karena pembangunan gereja ini dibiayai oleh 12 negara di dunia yang kemudian ditandai dengan lambang-lambang dan kubah gereja. Selain memiliki nama sebagai gereja segala bangsa, gereja ini juga dikenal sebagai gereja agony, yang berarti penderitaan. Oleh karena itu, interior gereja ini berkesan agak gelap, guna disesuaikan dengan arti nama gereja tersebut.

Saat ini ribuan peziarah dari seluruh dunia datang dan mengunjungi Taman Getsemani untuk berdoa dan mengenang malam dimana Yesus ditangkap hingga akhirnya disalibkan.

Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami