#FaktaAlkitab: Orang Kaya di Alam Maut dan Orang Miskin di Pangkuan Abraham?

#FaktaAlkitab: Orang Kaya di Alam Maut dan Orang Miskin di Pangkuan Abraham?

Claudia Jessica Official Writer
466

Pangkuan abraham adalah istilah lazim di kalangan Yahudi untuk merujuk tempat bagi roh manusia setelah kematian. Tema pangkuan Abraham diambil dari permintaan penonton setia Fakta Alkitab di Youtube Jawaban Channel.

Kisah di balik “Pangkuan Abraham” tidak bisa dipisahkan dari cerita si kaya dan Lazarus yang miskin. Lalu, apakah cerita si kaya dan Lazarus ini merupakan kisah nyata yang bersifat historis, atau hanya perumpamaan semata?

Seperti apa kisahnya?

 

Orang kaya dan Lazarus yang miskin

Pangkuan Abraham sempat disinggung dalam perumpamaan yang kaya dan miskin. Dalam kitab-kitab Injil, Yesus Kristus banyak memberikan perumpamaan dalam menyampaikan pengajaran-Nya. Perumpamaan Yesus adalah perumpamaan yang bersifat analogi yaitu persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan.

Lukas 16:19-31 menuliskan sebuah perumpamaan mengenai yang miskin dan yang kaya. Dalam perumpamaan ini, Yesus mengisahkan tentang kehidupan dua orang yang sangat berbeda jauh jika dibandingkan. Salah seorangnya adalah orang yang sangat kaya raya, yang digambarkan selalu mengenakan pakaian yang mahal dan berpesta-pora dalam kemewahan. Sementara satunya lagi adalah seorang pengemis bernama Lazarus yang badannya penuh dengan borok dan menantikan belas kasihan orang di dekat pintu si orang kaya itu.

Untuk mengobati kelaparannya, Lazarus hanya mengharapkan sekadar pemberian sisa-sisa makanan yang jatuh dari meja si orang kaya. Namun jangankan belas-kasihan, yang datang menghampiri Lazarus justru adalah anjing-anjing yang menjilati boroknya. Dari perumpamaan ini, tampak bahwa Yesus ingin melukiskan betapa hinanya keadaan si miskin Lazarus di dunia.

Hingga suatu hari Lazarus maupun orang kaya itu mati lalu dikuburkan. Keadaan keduanya pun berubah total. Lazarus yang miskin disambut para malaikat dan dibawa ke pangkuan Abraham yang merupakan leluhur bangsa Israel (Luk. 16:22). Sementara si kaya menderita sengsara di alam maut. Dari gambaran ini terlihat bahwa Lazarus memperoleh kemuliaan yang tinggi.

Sementara itu si kaya hanya bisa menyaksikan Lazarus dari kejauhan berada dalam pangkuan Abraham. Jarak antara si kaya dengan Abraham dan Lazarus dipisahkan oleh jurang yang sangat dalam. Si kaya lalu berseru kepada Abraham agar kiranya Lazarus dapat disuruh meneteskan air di lidahnya, sebab ia sangat menderita. Namun Abraham mengatakan kepadanya bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.

Mendengar jawaban tersebut, orang kaya ini memohon agar Abraham mengutus seseorang kepada sanak keluarganya yang masih hidup, dengan maksud untuk menegur mereka supaya memiliki hidup yang benar. Namun Abraham kembali menjawab bahwa jika keluarganya mendengar ajaran dan kesaksian Musa dan para nabi, maka hal tersebut sudah cukup bagi mereka untuk terhindar dari alam maut.

 

Penggambaran si kaya yang angkuh

Meskipun sudah berada di alam maut, namun rupanya si kaya masih mengandalkan kekayaannya dengan berlaku sombong. Hal ini ditunjukan dengan menitipkan pesan kepada Abraham agar menyampaikan pesan kepada Lazarus yang sedang berada di pangkuannya, untuk meneteskan air ke lidahnya.

BACA JUGA: #KataAlkitab: Orang Kaya Susah Masuk Surga, Lalu Bagaimana Dengan Ayub dan Abraham?

“Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.” (Luk. 16:24).  Ayat ini mencerminkan bahwa betapa angkuhnya orang kaya ini, yang masih gengsi untuk berbicara langsung dengan Lazarus. Perkataannya menyatakan bahwa dia menganggap Lazarus sebagai seorang hamba yang dapat diutus atas panggilannya dengan persetujuan Abraham. Dalam beberapa hal, dia bertingkah laku seolah-olah dia masih hidup di dunia.

Di sisi lain, meskipun orang kaya itu telah berada di alam maut namun hal tersebut tidak membuatnya mau bertobat. Dia tidak memohon belas kasihan kepada Allah, tetapi kepada Abraham. Jelas si kaya mengenal Abraham sebagai bapa orang-orang percaya, dan ia memanggil Abraham sebagai bapanya dan berharap bapanya ini berbelas kasihan kepada salah satu keturunannya.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami