Napoleon Tersangka Penganiaya Muhammad Kace Jalani Sidang, Pdt Gilbert Titip Pesan Ini...

Napoleon Tersangka Penganiaya Muhammad Kace Jalani Sidang, Pdt Gilbert Titip Pesan Ini...

Lori Official Writer
459

Tersangka penganiaya Youtuber Muhammad Kace (Kece) di dalam sel tahanan Bareskrim Polri, Irjen Napoleon Bonaparte akhirnya menjalani sidang kode etik profesi Polri lantaran statusnya sebagai aparat kepolisian tidak dicabut kendati tengah menjalani proses hukum terkait kasus suap Djoko Tjandra.

Proses hukum terhadapnya terus berlanjut lantaran Bonaparte bersama empat tahanan lainnya terbukti menganiaya Muhammad Kace dengan cara yang tidak terpuji. Tindakan kelima tahanan ini pun direkam oleh CCTV dan menjadi bukti kuat untuk mendukung proses persidangan.

Melalui surat pernyataan sebelumnya, Napoleon mengaku telah menganiaya Muhammad Kace karena dianggap telah mengusik keyakinannya.

 

Baca Juga: Kasus Penghinaan Agama Terulang Lagi, Muhammad Kace Ditangkap Hingga PGI Angkat Suara

 

Perbuatan Napoleon tersebut rupanya mendapat respon dari pemuka agama Kristen ternama di Indonesia Pendeta Gilbert Lumoindong. Melalui Youtube Channel pribadinya, gembala senior GBI Glow Fellowship Centre ini menilai perbuatan Napoaleon sebagai aparat penegak hukum sangat tidak etis. Apalagi alasan perbuatan tersebut dianggap hanya karena merasa terusik.

“Kalau orang Kristen juga berbuat begitu kepada Yahya Waloni gimana? Rusak dong tatanan hukum. Gak perlu ada polisi aja kalau begitu. Gak perlu ada hukum,” ungkap Pdt. Gilbert.

Dia pun berharap melalui proses hukum saat ini Napoleon bisa menyadari kesalahannya. 

“Kita doakan bapak. Gak ada kebencian dalam hati kita. Kita doakan supaya Tuhan Yesus jamah bapak. Karena saya percayalah, saya percaya manusia boleh mereka-rekakan yang jahat, Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan,” ungkapnya.

 

Baca Juga: 5 Pemuka Agama yang Terjerat Kasus Penistaan Agama

 

Pdt. Gilbert juga berpesan supaya kejadian serupa tidak lagi terulang di dalam lembaga kepolisian. Apalagi mengingat pernyataan Napoleon dinilai merupakan pandangan orang-orang yang sudah terpapar radikalisme agama. 

“Jenderal ini menurut saya sudah terpapar radikal. Jadi kita doakan supaya bapak yang terhormat Jenderal Napoleon Bonaparte, kita berdoa supaya bapak sadar,” pungkasnya.

Melalui kasus ini, mari sebagai masyarakat Indonesia kita juga kembali disadarkan pentingnya toleransi terhadap umat beragama lainnya dan pentingnya bagi kita untuk menjaga sikap dan perkataan yang memicu konflik agama. Mari saling menghormati, saling menghargai dan saling mengasihi.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami