Mengapa Tuhan Mau Memberkati Kita?

Mengapa Tuhan Mau Memberkati Kita?

Lori Official Writer
      820

Matius 5: 45

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 90; Lukas 11; 2 Raja-raja 36:1-8

Di masa ini, mencari pekerjaan terbilang cukup sulit. Ada banyak orang yang menganggur. 

Ketika saya menyaksikan teman-teman saya kesulitan, saya mulai merasa bersalah. Walaupun keluarga saya juga mengalaminya, tetapi setidaknya kondisi kami tidak terlalu parah. 

Kami melewati badai ini dengan cukup baik. Sementara yang lain berjuang untuk tetap bertahan. Syukurnya, keadaan itu berangsur-angsur membaik sekarang.

Badai yang datang dalam kehidupan membuat saya mengarahkan pandangan kepada surga dan bertanya-tanya. “Mengapa Tuhan? Mengapa mereka yang mengalaminya dan bukan kami? Mengapa kami dan bukan mereka?”

Hidup berjalan cukup baik bagi sebagian orang dan tampak suram bagi yang lain. Itu adalah misteri ilahi, yang tak satu pun dari kita yang tahu tentang apa yang dipikirkan Tuhan atau tujuan unik-Nya dalam hidup kita.

Yesus dengan jelas mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa penderitaan tidak selalu muncul karena dosa. Sama halnya dengan kita tidak bisa mengatakan berkat muncul dari ketaatan kita. Kita tidak tahu rencana Tuhan yang tak terbatas.

Jadi bagaimana melakukan kita menilai berkat-berkat duniawi yang kita terima tanpa membuat asumsi yang tidak semestinya?

Seorang blogger bernama Jon Acuff mengatakan dalam tulisannya:

“Jika hal-hal baik terjadi kepada Anda, Tuhan juga akan mengizinkan sesuatu yang buruk terjadi untuk menyeimbangkan hidup Anda. Inti dari hal ini adalah seperti karma dan keadilan yang rusak. Anda meragukan kehendak Tuhan, mungkin Anda meragukan siapa Dia sesungguhnya.”

Menyaksikan dunia yang jatuh ini bisa membuat saya berpikir bahwa itu bukanlah rancangan dari Tuhan. Seperti banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan dan kejahatan dimana-mana yang kita nilai sebagai masa keadilan Tuhan ditegakkan. Tetapi perspektif itu jelas salah. Karena Tuhan mengasihi kita secara mutlal bahkan ketika kita sedang jatuh. 

Karena itu, kita perlu mengalihkan fokus kita kepada Tuhan. Artinya, melihat kembali berkat yang Tuhan berikan atas hidup kita sebagai bukti kebaikan-Nya yang murni dan sederhana. Seperti disampaikan oleh Pemazmur, Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (Mazmur 34: 9)

Jadi, kita harus mengucap syukur dan memandang Tuhan baik dalam segala keadaan yang kita alami, entah baik dan buruk keadaannya.

Pertanyaannya yang perlu kita jawab adalah: Mengapa Tuhan memberkati kita? Bagaimana kita meresponi pemberian Allah atas hidup kita? (2 Korintus 9: 15).

Respon pertama adalah memuji Tuhan. Kedua, menjadi berkat bagi orang lain. Kita tidak diberkati untuk menimbunnya sendiri. Kita dipanggil untuk membagikan apa yang kita punya bagi orang lain.

Seperti disampaikan Paulus kepada orang-orang Korintus, supaya mereka bermurah hati dalam setiap kesempatan dan mengucap syukur senantiasa kepada Allah’. 

Jadi kita diberkati untuk menjadi berkat, untuk menunjukkan kebaikan Tuhan kepada orang lain.

 

Hak cipta Katherine Britton, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami