Perjalanan Randy Martin, Pemeran Sinetron Putri Untuk Pangeran Sejak Usia 5 Tahun

Perjalanan Randy Martin, Pemeran Sinetron Putri Untuk Pangeran Sejak Usia 5 Tahun

Claudia Jessica Official Writer
450

Tidak ada proses yang instan dalam mencapai kesuksesan. Termasuk yang dialami oleh Randy Martin, yang saat ini aktif memerankan sinetron Putri Untuk Pangeran.

Dibalik kesuksesannya, Randy telah terjun ke dunia entertainmen sejak usia 5 tahun. Tidak ada yang mulus dalam perjalanan karirnya. Kegagalan juga kerap dialami oleh Randy. Casting berkali-kali di tempat yang berbeda hingga akhirnya berhasil mendapatkan sebuah iklan pada tahun 2004.

Merasa nyaman dengan bidang yang digeluti, Randy kerap mendapatkan banyak ikan hingga akhirnya terjun ke sinteron, ftv, hingga film. Rasa cintanya terhadap dunia peran mengantarkan Randy kepada banyak berkat yang Tuhan berikan.

Sebagai artis cilik, Randy harus bersekolah layaknya anak-anak lain sehingga mengalami banyak kesulitan. Menjalani karir sekaligus kewajibannya sebagai pelajar tidaklah mudah, bahkan Randy merasa kewalahan hingga berpikir untuk berhenti dari dunia peran.

Tak cukup sampai di sana, Randy juga mendapatkan bullyan secara verbal dari lingkungannya.

“Gak mentingin sekolah tuh. Sibuk shooting,” cerita Randy kepada tim superyouth.

Alih-alih merasa terintimidasi, Randy memilih untuk mengeluarkan unek-uneknya kepada Tuhan lewat doa.

“Ya Tuhan, aku akan terus berusaha. Sampai kapan, aku belum tahu. Aku percaya pada-Mu dan aku yakin ketika waktunya tiba, Engkau akan memberikannya. Ketika Engkau menghendakinya kepadaku, itu akan terjadi. Dan aku harap ketika hendak itu terjadi, aku sudah siap Ya Tuhan,” kata Randy.

Selain berdoa, Randy juga menunjukkan kerja kerasnya hingga saat ini ia mencapai popularitasnya.

Randy mengingatkan bahwa popularitasnya bukan miliknya, melainkan titipan dari Tuhan yang bisa diambil kapan saja.

“Jadi kita tidak boleh meninggikan diri, sederhana saja. Kita gak pernah tahu, Tuhan bisa ambil kapanpun. Ini titipan saja,” ujarnya.

Disamping itu semua, Randy juga mengingatkan kalau kita perlu merendahkan dan membuka diri dalam mendengarkan kritik agar dapat membangun. Bahkan setiap ujaran kebencian, ia jadikan motivasi untuk menjadi lebih baik.

Keberhasilan yang dicapai saat ini juga tidak terlepas dari dukungan keluarga yang diterimanya. Randy sangat bersyukur dapat hadir dalam keluarga yang luar biasa, sangat menyayanginya, mendukung, dan membimbingnya. Randy juga mengingatkan untuk dapat bertahan dan mencapai puncak karirnya saat ini membutuhkan iman.

“Senjata terkuat adalah kesabaran, pengaman terbaik adalah iman, dan obat termanjur adalah doa”

Ketika kita fokus sama Tuhan, kita tidak lagi berfokus dan membutuhkan manusia karena Tuhan sudah memenuhi semuanya.

Randy berpesan agar kita selalu bersama Tuhan katanya, “Teman-teman, ketika kita dihadapkan dengan segala pilihan. Apa lagi pilihan mengenai materi ataupun Tuhan, pilihlah Tuhan,” pungkas Randy. “Ketika kamu memilih Tuhan Yesus, masa depan yang indah akan memilih kamu. Ketika kamu memilih Tuhan Yesus untuk menjagamu, bayangkan siapa yang berani lawan kalau sudah ada Tuhan Yesus di sisimu?”

Sebagai penutup, Randy membagikan sebuah Firman Tuhan yang sangat berhubungan dengannya dan sangat relevan untuk dilakukan hingga saat ini.

Lukas 14: 11 - “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Sumber : superyouth
Halaman :
1

Ikuti Kami