#FaktaAlkitab: Ini Lho Pohon di Alkitab yang Masih Ada Sampai Sekarang!

#FaktaAlkitab: Ini Lho Pohon di Alkitab yang Masih Ada Sampai Sekarang!

Lori Official Writer
1750

Buah Badam sudah dikenal dari awal zaman Alkitab (Kejadian 43: 11).

Orang Ibrani menamakannya SHAKED. Buah merah dari pohon badam ini pertama-tama muncul di musim semi (Yeremia 1: 11-12).

Untuk pertama kalinya, buah Badam ditemukan di kawasan utara Gunung Libanon dan Hebron atau sebelah Timur Yordan dan di Mesir.

Dalam keadaan yang menguntungkan, pohon ini bisa tumbuh sampai setinggi 6 meter.

Pohon Badam diperkirakan sebagai pohon yang dipakai Harun sebagai tongkatnya (Bilangan 17: 8). Perhatikan, ketika tongkat Harun bertunas, tongkat itu memunculkan buah Badam.

Pohon ini biasanya akan mekar di bulan Januari. Bunga inilah yang disebut dengan shaked yang berarti berjaga atau waspada.

Karena bersemi di awal tahun, lambang pohon Badam ini digunakan di kitab Pengkhotbah 12: 5 untuk menggambarkan umat manusia yang dengan cepat menjadi tua.

Yeremia juga menggunakan pohon Badam untuk mengungkapkan bahwa Allah dengan cepat melaksanakan firman-Nya (Yeremia 1: 12). 

 

Tongkat Harun

Pohon Badam yang digunakan Harun berbunga dan berbuah di dalam Kemah Suci. Melalui mujizat ini, umar Yahudi mengerti bahwa keturunan Lewi yang diwakili oleh Harun dinyatakan sebagai suku imam (Bilangan 17: 1-9).

Ada dua jenis buah Badam. 

Pertama, buah yang pahit. Buah ini terkenal karena minyaknya.

Kedua, buah badan yang manis. Yang biasa digunakan sebagai pencuci mulut.

Bagi telinga orang Indonesia, istilah buah Badam merupakan istilah yang asing terdengar. Karena memang jenis pohon ini tak pernah ada di Indonesia.

Yang menarik adalah istilah bunga Badam muncul beberapa kali dalam Alkitab. Sedeqim atau bunga Badam ini dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan Almond Tree. Mungkin dengan mendengar almond, utamanya biji almond bunga Badam menjadi istilah awam yang mudah dipahami.

Kata Shaked sendiri bisa digunakan sebagai kata kerja yang artinya melihat atau terjaga. Kata inilah yang digunakan oleh Nabi Yeremia ketika menyampaikan firman Allah.

“Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam." Lalu firman TUHAN kepadaku: "Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku."” (Yeremia 1: 11-12).

Pohon bunga Badam merupakan pohon yang berbunga paling awal di Israel. Sekitar akhir Januari atau awal Februari, banyak bukit di Israel langsung berubah menjadi warna putih.

Ibarat bangun dari tidur panjangnya di musim dingin, maka bunga Badam mulai bermekaran dan memenuhi lereng-lereng bukit dengan warna putih.

Tidak mengherankan gambaran bunga putih Badam dipakai Salomo ketika dia menggambarkan salah satu ciri-ciri lanjut usia (Pengkhotbah 12: 5). Pohon Badam yang mulai berbunga diidentikkan dengan rambut yang mulai memutih.

 

Makna Bunga Badam di Kemah Suci

Hal unik lainnya soal buah Badam adalah tentang keberadaannya di Kemah Suci. 

1. Pembuatan kaki dian emas menggunakan pola bunga buah badam. 

Buah ini merupakan salah satu buah yang ada di ruang maha kudus.

2. Bunga Badam sebagai lambang otoritas kaum imam. Harun dan orang Lewi yang kelak akan melayani Tuhan menjadi kaum imam. Tuhan berbicara melalui tongkat Harun. Tuhan menyuruh kepada 12 suku Israel memberikan perwakilan tongkat disertai nama masing-masing pemimpin suku. 

Buah Badam menjadi sangat bermakna karena warna putihnya. Di banyak budaya saat itu percaya bahwa warna putih melambangkan kebaikan, kesucian, otoritas dan keilahian. 

Bahkan baju imam yang akan masuk ke ruang maha kudus telah dirancang bernuansa putih atau lenin putih (Imamat 16: 4).

Di dalam Alkitab, buah Badam menjadi penting karena keunikannya. Selain karena merupakan salah satu hasil bumi terbaik Israel, warna putihnya memiliki keunikan tersendiri.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami