#FaktaAlkitab: Pandangan Alkitab Terhadap Perempuan Vs. Pandangan Taliban

#FaktaAlkitab: Pandangan Alkitab Terhadap Perempuan Vs. Pandangan Taliban

Claudia Jessica Official Writer
551

Taliban kembali menguasai Afghanistan. Ada satu hal yang dikhawatirkan oleh sebagian warga mengenai aturan yang diterapkan Taliban bagi kaum wanita di sana.

Taliban melarang perempuan bersekolah, bekerja, bahkan keluar rumah kecuali bila didampingi kerabat pria. Dalam hal kesehatan, dokter pria dilarang menemui pasien wanita. Para perempuan yang melanggar hukum akan dicambuk atau dieksekusi di depan umum.

Lalu bagaimana Alkitab memperlakukan seorang wanita?

 

Wanita Menurut Alkitab

Wanita atau perempuan dewasa, dalam bahasa Ibrani disebut ishah (אִשָּׁה), atau dalam bahasa Yunani gunē (γυνη). Dalam pandangan dasar Perjanjian Lama, perempuan pada hakikinya sama dengan laki-laki (Kej 1:27; 2:18).

Sejatinya wanita diciptakan dari pria (Kejadian 2:21), dan jika dilihat dari lembaga pernikahan maka keberadaannya bergantung kepada pria, dan tunduk kepada pria sebagai kepalanya. Selain itu wanita juga mempunyai tanggung jawab untuk mengupayakan kebaikan bagi pria.

Raja Salomo pernah berbicara tentang wanita atau istri yang ideal dalam Amsal 31. Istri yang cakap disebut “eshet khayil” (אֵֽשֶׁת־חַיִל) yang memiliki arti perempuan yang berbakat dan sukses. Perempuan yang mampu mengurus keluarga dan semua urusan rumah tangga, bahkan sanggup melakukan bisnis atau perdagangan, mampu melakukan pekerjaan amal, dll.

Hawa adalah wanita pertama di dunia. Ia diciptakan dari salah satu tulang rusuk Adam (Kej. 2:22), dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Alkitab tidak pernah menyebutkan bahwa perempuan adalah makhluk ciptaan kelas dua dan menurut pandangan kristiani, perempuan mempunyai martabat yang setara dengan laki-laki. Dr. Wayne Grudem, seorang profesor seminari yang cukup terkenal mengatakan, “Penundukan seorang isteri kepada suaminya bukanlah penundukan yang membabi-buta melainkan penundukan yang menjadi naturnya dia untuk mau takut dan taat kepada Kristus.”

 

Allah Melindungi Wanita

Seorang suami menempati kedudukan yang lebih tinggi dalam sebuah penyelenggaraan perkawinan, sekaligus pemegang tanggung jawab besar dalam keluarga. Suami diharuskan Allah untuk mengurus dan memenuhi kebutuhan materi dan rohani keluarganya. Meskipun suami memiliki hak istimewa yang besar, namun Allah melindungi istri dan memberinya hak-hak istimewa yang unik agar ia dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan produktif.

Alkitab menerangkan mengenai kedudukan seorang wanita atau istri dalam masyarakat maupun keluarga. Seorang wanita harus dihormati (Keluaran 20:12), disegani (Imamat 19:3), dan ditaati (Ulangan 21:18). Seorang wanita juga dibebaskan dari pekerjaan pada hari sabat (Keluaran 20:10), dan apabila dijual sebagai budak, ia harus dibebaskan setelah tujuh tahun sama seperti laki-laki. Apabila tidak ada pewaris laki-laki, maka perempuan dapat mewarisi dan menjadi pemilik tanah.

Terkait perlindungan terhadap tubuh dan organ reproduksi pada wanita juga diterangkan dalam Alkitab. Seperti tidak berhubungan seks dengan perempuan pada masa haid (Im. 18:19), dan wanita memiliki masa nifas atau masa rehat setelah melahirkan (Im. 12:1-5).

 

Tokoh Wanita Dalam Sejarah Israel

Ada banyak contoh tokoh perempuan yang cukup dikenal, yang memainkan peranannya dalam kehidupan sejarah umat Israel. Secara pribadi, tokoh-tokoh wanita tersebut juga berhubungan langsung dengan Allah. Seperti Miryam, Debora, dan Hulda.

Miryam adalah kakak perempuan Musa dan Harun. Namanya dicatat pertama kali dalam Kitab Keluaran. Miryam hidup pada zaman Israel diperbudak di Mesir dan ikut dalam perjalanan ke tanah Kanaan.  Keluaran 15:20 menyebut Miryam sebagai "nabiah" atau "nabi perempuan". Sementara itu Mikha 6 menyebut Miryam sebagai salah satu pemimpin bangsa Israel. Hal ini dicatat dalam Keluaran 15:21 saat ia memimpin perempuan-perempuan lsrael untuk menari dan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan dengan rebana, setelah Allah melepaskan mereka dari kejaran tentara Firaun

Lalu ada Debora. Debora adalah seorang nabiah dan hakim perempuan satu-satunya dari zaman pra-kerajaan Israel. Menurut Hakim 4:5, Debora biasa duduk di bawah 'pohon kurma Debora' antara Rama dan Betel. Orang Israel dari berbagai suku yang ingin permasalahannya diselesaikan akan datang ke sana untuk meminta nasihat dan pertimbangan Debora.

Permasalahan tersebut berupa perkara yang terbukti terlalu sukar untuk ditangani oleh hakim setempat, atau perkara-perkara yang menyangkut antar suku. Karena kemasyhurannya dalam tugas hakim serta karunia rohani yang dimiliki Debora, maka orang Israel datang mencari perlindungan padanya waktu mereka ditindas oleh Sisera, panglima tentara Kanaan.

Berikutnya ada Hulda.   Setelah penemuan kembali kitab Taurat pada waktu perbaikan Bait Allah, maka atas perintah raja Yosia, Imam Besar Hilkia bersama dengan Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya datang menemui nabiah Hulda untuk meminta petunjuk Tuhan. Walaupun nabi Yeremia dan nabi Zefanya juga bernubuat pada waktu yg sama, namun nabiah inilah yang didekati mengenai hal yang berhubungan dengan masalah kultus.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami