Bagaimana Tuhan Mengubah Kegagalan Kita Menjadi Keberhasilan?

Bagaimana Tuhan Mengubah Kegagalan Kita Menjadi Keberhasilan?

Lori Official Writer
332

Bagaimana Tuhan bisa memakai kegagalan kita dan mengubahnya menjadi keberhasilan? 

Sama seperti para ilmuwan yang ribuan kali mencoba penemuan muktahirnya, jika mereka berhenti dan menyerah di tengah kegagalannya maka mereka tidak akan pernah membuat penemuan hebat seperti pesawat terbang, bola lampu, televisi dan masih banyak lagi. 

Jika kita melihat kegagalan bukan sebagai akhirnya, kita akan terus bertahan dan bergerak maju. Saat itulah kita bisa melihat bahwa kegagalan kita bisa menjadi landasan untuk keberhasilan di masa depan.

Seorang wanita yang sedang berenang menyerangi Selat Inggris pada akhirnya menyerah, tetapi saat dia naik ke perahu, dia isa melihat melalui kabut bahwa dia akan sampai hanya kurang dari satu mil saja. Intinya, keberhasilan mungkin datang tepat setelah Anda merasa ingin menyerah. Para penemu hebat belajar bahwa jika mereka gagal, mereka akan terus mencoba dan mencoba, tetapi satu hal yang tidak akan mereka lakukan adalah menyerah.

 

Kesuksesan Bisa Mengarah Pada Kegagalan

Ada banyak orang ketika sudah berada di posisi atas, mereka justru jatuh. Keberhasilan mereka menguap begitu cepat seperti embun. 

Penyebabnya adalah kesombongan. Saat berada di tengah kesuksesan, mereka mulai menyombongkan diri mereka. 

Seorang pendeta akan meminta beberapa untuk mengakui bahwa khotbah adalah yang terbaik dari khotbah yang pernah mereka dengar. Lalu dia bertanya kepada istrinya, “Menurutmu berapa banyak pengkhotbah hebat yang ada di dunia ini?” Dia dengan bijak menjawab, “Satu saja seperti dari yang kamu pikirkan.”

Saat kesombongan muncul, maka terjadilah kejatuhan. Semakin tinggi seseorang naik, semakin mudah dia jatuh. 

Ada risiko yang sangat nyata bagi orang-orang sukses untuk percaya kepada diri mereka sendiri. Hingga akhirnya keberhasilan itu membawa mereka kepada kegagalan. 

 

Jangan Bangga Dengan Kesuksesan Anda

Dalam Filipi 3: 13-14, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Ayat ini mengingatkan supaya kita jangan pernah tersandung oleh masa lalu kita. Tuhan mengampuni (1 Yohanes 1: 9) dan kita harus berjalan terus. Saat kita mengemudi dengan melihat ke arah kaca spion, maka kita bisa tersandung dengan sesuatu yang ada di depan kita.

“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” (Ibrani 6: 10)

 

Baca Juga: #KataAlkitab - Belajar Dari Kegagalan Murid Yesus yang Memenangkan 3.000 Jiwa

 

Kegagalan Mendatangkan Keberhasilan

Thomas Edison tidak akan pernah menemukan bola lampu jika dia menyerah setelah 300-500 kali mencoba atau bahkan 1000 kali. Kegagalan Thomas justru menghasilkan keberhasilan. Intinya dia pantang menyerah. 

Dia menemukan bagaimana membuat bola lampu yang tidak berubah selama lebih dari satu abad. Perjalanan Thomas Edison melewati kegagalan adalah jalan yang sama yang membawanya menuju keberhasilan.

 

Upah Dari Kerja Keras

Kebanyakan orang rela mencurahkan seluruh hidupnya kepada sesuatu yang justru tidak membuahkan hasil. Tidak ada hal berharga yang didapatkan dengan mudah. Tetapi satu-satunya kunci untuk gagal memperoleh hal berharga tersebut adalah dengan memilih berhenti.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Tuhan Sumber Kekuatan

Kita tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa mendapatkan kekuatan dari Tuhan (Yohanes 15: 5). Kita bisa melakukan segala sesuatu (Filipi 4: 13) jika kita mengandalkan dan melibatkan Dia. 

Paulus berkata dalam Filipi 4: 12, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.”

Jadi, jika Tuhan menyuruh kita tetap jalan, kita harus tetap jalan, bahkan sekalipun kita seolah tidak bergerak kemana-mana. Paulus melakukan hal ini. Doa terus maju dan menemukan tujuan sejati dalam hidupnya.

 

Terus Maju Menuju Garis Finish

Kita semua adalah para pengembara di tengah dunia ini. Kita harus terus maju menuju tujuan untuk memperoleh hadiah surgawi di dalam Yesus Kristus (Filipi 3: 14). 

“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” (1 Korintus 9: 24)

 

Baca Juga: Semua Orang Pernah Alami Kegagalan Kok! Yuk Bangkit!

 

Koma Bukan Titik

Seorang pendeta pernah berkata kepada seseorang yang memilih ingin bunuh diri bahwa Tuhan masih menaruh koma dalam hidupnya dan bukan titik.

Berapa banyak tokoh Alkitab yang Anda kenal menghadapi kegagalan dalam hidupnya? Ada banyak. Seperti halnya Daud, Yunus, Elia dan yang lain. 

Sama seperti mereka, kita manusia biasa ini juga rentan jatuh. Tetapi kita bisa bangkit kembali. Bahkan jika kita dipermalukan, itu bukanlah akhir dari cerita hidup kita. 

 

Kegagalan Bukan Akhir Dari Segalanya

Raja Salomo pernah menulis bahwa, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24: 16)

Salomo tahu betul apa artinya jatuh atau gagal. Karena dia memang jatuh dalam dosa yang sangat serius setelah menikahi wanita-wanita asing dan ikut menyembah berhala.

Perbedaan antara orang Kristen dan yang terhilang adalah bahwa kita bisa jatuh dalam dosa, tetapi orang yang belum diselamatkan menyelam dan berenang di dalamnya dan tidak berusaha untuk keluar dari dosa itu. 

Kita semua pernah jatuh dalam dosa, tetapi kita tidak mau tinggal lama di dalam dosa itu. Kita memilih untuk kembali dan meminta pengampunan dari Tuhan (1 Yohanes 1: 9).

Menerima pengampunan dan mengalami pertobatan adalah awal dari kehidupan baru.

Jadi, semua orang rentan mengalami kegagalan. Tetapi kita memilih untuk belajar dari kegagalan itu dan mau mendorong diri kita untuk maju dan bertumbuh. Kita mau berhenti mengulangi kesalahan yang sama dan kita bisa memakai kesalahan dan kegagalan kita untuk menunjukkan bahwa Tuhan bisa mendatangkan kebaikan melalui hal itu (Kejadian 50: 20).

Hidup sebagai orang Kristen memang tidak akan mudah! Karena itulah kita perlu mengandalkan dan melibatkan Tuhan atas semua hal dalam hidup kita.

Apakah Anda sedang menghadapi pahitnya kegagalan hari-hari ini? Tuhan masih menaruh koma atas hidup Anda, bukan titik. Jadi datanglah kepada-Nya dan terima kekuatan baru yang memampukan Anda untuk terus maju.

 

Apakah Anda ingin didoakan? Silahkan hubungi SAHABAT 24 kami di Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik https://bit.ly/ButuhDukunganDoa.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami