Perlukah Kita Mendapatkan Vaksin Booster? Apa Bedanya Dengan Vaksin Biasa?

Perlukah Kita Mendapatkan Vaksin Booster? Apa Bedanya Dengan Vaksin Biasa?

Claudia Jessica Official Writer
599

Selain mengupayakan program vaksin tersebar secara merata di Indonesia guna mencegah penyebaran covid-19, saat ini pemerintah juga sedang merencanakan vaksin booster kepada tenaga kesehatan. Siapa saja yang akan mendapatkan vaksin booster ini?

Pertama, kita perlu memahami bahwa vaksin booster covid-19 merupakan vaksin covid-19 dosis ketiga yang diberikan dengan tujuan memperkuat vaksinasi sebelumnya.

Vaksin booster bukan hanya untuk covid-19, ada beberapa jenis penyakit yang menggunakan vaksin booster juga seperti flu dan tetanus.

Pada jenis vaksin tertentu, pemberian dengan dosis kecil dalam beberapa kali dinilai lebih efektif dibanding dengan memberikan dalam dosis besar dalam satu waktu.

Kebanyakan vaksin booster memiliki kandungan yang sama dengan dosis vaksin sebelumnya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa vaksin dosis ketiga atau vaksin booster akan dimodifikasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Waktu pemberian vaksin booster sendiri bergantung pada jenis vaksinnya. Seseorang mungkin bisa mendapatkan vaksin boosternya hanya dalam waktu beberapa minggu, namun orang lainnya bisa mendapatkan vaksin booster setahun mendapatkan suntik vaksin dosis pertamanya.

Seorang ahli imunologi dari Washington University, Ali Ellebedy, menjelaskan cara kerja vaksin booster dalam memperkuat dosis vaksin sebelumnya.

Setelah seseorang mendapatkan dosis pertama, sistem imun tubuh akan mempelajari virus yang masuk ke tubuh dan membentuk sejumlah antibodi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, efektivitas antibodi akan menurun.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Izinkan Sekolah Tatap Muka, Asal Penuhi Syarat Ini…

Meski antibodi telah menurun, tubuh masih mampu mengingat “memori” yang pernah terjadi saat pembentukan antibodi, khususnya pada sel tertentu, mari kita sebut sel itu sebagai sel B.

Ketika seseorang mendapatkan vaksin booster, sel-sel tersebut akan berlipat ganda dan meningkatkan kadar antibodi yang ada di dalam tubuh.

Seiring berjalannya waktu, jumlah antibodi akan Kembali menurun lagi, namun berbeda dengan sebelumnya. “memori” pada sel-sel B yang sebelumnya akan menjadi lebih besar.

Memori inilah yang akan membantu sistem imun tubuh mampu bereaksi ketika melawan virus sesungguhnya dengan lebih cepat dan kuat.

Selain memori, vaksin booster juga memiliki peran lain, yakni dalam proses dimana sel B yang sudah mengenal vaksin akan berpindah ke kelenjar getah bening. Di dalam kelenjar getah bening, sel-sel tersebut akan bermutasi dan menghasilkan antibodi yang jauh lebih kuat untuk melawan virus.

Sampai saat ini masih belum ada kepastian dari para ahli tentang vaksin booster. Sebagian ahli berpendapat perlu indikator efektivitas vaksin untuk memutuskan apakah vaksin booster diperlukan atau tidak. Sebagian ahli lainnya berpendapat bahwa pemberian vaksin booster sebaiknya diberikan untuk golongan tertentu agar lebih bermanfaat. Misalnya orang-orang dengan kondisi medis tertentu seperti, penerima transplantasi organ atau penderita penyakit autoimun.

Sedangkan WHO berpendapat, daripada memberikan vaksin booster, mereka ingin fokus utama adalah untuk memastikan vaksinasi tersebar merata ke seluruh masyarakat, khususnya yang sama sekali belum pernah mendapatkan vaksin. 

Di Indonesia, saat ini pemerintah telah merencanakan program pemberian vaksin booster covid-19 dengan menggunakan vaksin Moderna atau Mrna-1273. Melansir dari hellosehat, pemberian vaksin booster saat ini hanya dikhususkan untuk tenaga kesehatan yang merupakan orang-orang terdepan dalam melawan pandemi ini. 

 

Tentunya kita berharap vaksin booster ini dapat bekerja dengan efektif agar para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dapat melawan virus ini. Dan kita juga tentu berharap agar tidak ada lagi pahlawan yang harus gugur dalam melawan pandemi ini. Tuhan pasti akan memulihkan negeri kita, Indonesia.

BACA JUGA: Sudah Vaksinasi Tapi Kok Belum Dapat Sertifikat? Jangan Langsung Panik! Coba Cara Ini

Sumber : hellosehat
Halaman :
1

Ikuti Kami