Kepahitan Sama Gereja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kata Alkitab / 28 July 2022

Kalangan Sendiri

Kepahitan Sama Gereja, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Lori Official Writer
3196

4. Lihat Lebih Dalam

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139: 23-24)

Sebagai manusia, kita cenderung punya sifat membela diri sendiri. Kita akan selalu beranggapan kalau kitalah pihak yang paling benar dan orang lain salah. 

Apakah kamu berada di posisi ini, membela diri sendiri? Lihat lebih dalam bagaimana harusnya kamu menyikapi persoalan yang kamu hadapi dengan pihak gereja.

Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah dengan terbuka kepada Tuhan atas apa yang kamu alami. Tuhan gak hanya rindu menyembuhkan luka emosionalmu saja. Tapi Dia juga mau menyembuhkan rasa sakit hatimu di masa lalu yang masih tertinggal dalam hidupmu.

5. Berdamai Dengan Hati

“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Roma 12: 18)

Konflik dan sakit hati hanya akan selalu merusak hubungan dan menumbuhkan akar kepahitan. Yang akibatnya, kamu akan kehilangan damai sejahtera dan sukacita. 

Tapi kondisi ini tidak akan terjadi kalau kamu berani untuk menyelesaikannya. Caranya? Berdamailah dengan hatimu. 

Kalau perlu, bicarakan kondisi hatimu secara langsung denagn orangnya. Hal ini sangat memungkinkan kalian untuk mengalami rekonsiliasi sehingga kondisi emosimu dipulihkan sepenuhnya.

 

Baca Juga: Racun Mematikan Bernama Kepahitan dan Kecemburuan

 

6. Jangan Tinggalkan Gereja

Orang-orang di dalam gereja mungkin melukaimu. Tapi hal ini gak jadi alasan buat kamu harus meninggalkan gereja.

Ada banyak orang yang memilih bukan saja meninggalkan gereja tetapi juga meninggalkan Tuhan hanya karena disakiti oleh anggota maupun pemimpin gereja.

Tentu saja Tuhan gak mau orang Kristen mengalaminya. Karena Tuhan gak pernah mengecewakan dan sengaja menyakiti hati kita. Firman-Nya adalah kebenaran, sekalipun itu keras Tuhan akan menyampaikan untuk kebaikan kita.

Jadi jangan pernah meninggalkan Tuhan. Karena Dia gak pernah meninggalkan kamu, dalam keadaan dan kondisi apapun kamu.

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10: 24-25)

Jangan mau dibohongi oleh ego dan perasaanmu sendiri. Biarkan Roh Kudus bekerja dan menolongmu dalam menghadapi setiap perasaan sakit hati dan kecewa yang kamu alami.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami