7 Cara Hadapi Rekan Kerja yang Bikin Kesal Tiap Hari

7 Cara Hadapi Rekan Kerja yang Bikin Kesal Tiap Hari

Lori Official Writer
478

Menurut sebuah studi oleh konsultan pengembangan kepemimpinan, Fierce.Inc, empat dari lima pekerja yang memiliki rekan kerja yang menyebalkan dianggap sangat merusak lingkungan kerja. 

Sigal Barsade, seorang professor di Wharton School University of Pennsylvania sekaligus peneliti terkemuka di bidang penularan emosi menemukan bahwa emosi dan suasana hati yang buruk dari satu rekan kerja bisa mempengaruhi emosi rekan kerja yang lain secara signifikan. Dalam artian, apel beracun bisa merusak semua isi sebuah kotak.

Di antara Anda mungkin saja sedang frustrasi karena ulah rekan kerja yang selalu bikin kesal setiap hari. Sehingga Anda mulai terpengaruh secara emosi dan mental. 

Jadi daripada Anda terpengaruh dengan perilaku rekan kerja yang mengesalkan, lebih baik hadapi dengan 10 cara ini:

1. Pahami Apa yang Sedang Terjadi

Sebuah perumpamaan berkata, “Jangan menilai seseorang dari luar sampai Anda berjalan satu mil dengan dia.”

Di lingkungan kerja, setiap orang punya kehidupannya sendiri. Seorang rekan kerja bisa sedang menghadapi suasana hati yang buruk karena masalah keluarga atau kesehatannya. Sedangkan yang lain bisa sedang berjuang mempertahankan pernikahannya, atau punya masalah keuangan, anak maupun kondisi fisik yang kurang baik.

Cobalah memahami apa yang sebenarnya dialami oleh rekan kerja Anda di luar kantor.

Misalnya, seorang manajer mendesak Anda untuk melakukan banyak pekerjaan dengan permintaan yang tampaknya tidak masuk akal. Tetapi saat mendengar kebenaran bahwa dia menerima tekanan dari pemimpin tingkat atas, saat itulah Anda perlu memahami apa yang terjadi.

 

Baca Juga: Pilih Resign Karena Gak Tahan Sama Bos? Pikir-pikir Lagi Deh Dengan Alasan Ini…

 

2. Periksa Ekspektasi Anda 

The Pew Research Group menyampaikan  bahwa sekitar enam dari sepuluh orang dewasa (63%) di Amerika tidak merasakan keamanan kerja dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya.

Karena tempat kerja tidak lagi sehangat ‘keluarga’, maka Anda menjadi kecewa. Cobalah untuk memandang tempat kerja secara rasional. Anda bisa bertemu dengan orang-orang terus berganti dan memiliki karakter yang berbeda. Jadi cobalah untuk memeriksa ekspekstasi Anda.

3. Rendah Hati

Bekerja butuh keseimbangan antara menunjukkan kerendahan hati dan sikap bermusuhan. Dalam jangka waktu yang cukup panjang, Anda perlu bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana saya bisa tidur nyenyak malam ini jika saya harus memikirkan kekesalan karena sikap rekan kerja di kantor?  

Kadang kita harus bersikap rendah hati untuk memenangkan rekan kerja yang menyebalkan. Contohlah seperti Yusuf. Dia dianiaya, dikhianati dan disalahpahami. Tapi dia dengan rendah hati terus melayani bahkan saat dalam penjara hingga akhirnya dia dibebaskan dan dipromosikan (Kejadian 39: 21).

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami