65.000 Pengungsi Afghanistan Tiba di Amerika, Bagaimana Nasib yang Tinggal?

65.000 Pengungsi Afghanistan Tiba di Amerika, Bagaimana Nasib yang Tinggal?

Lori Official Writer
482

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyampaikan bahwa pengungsi Afghanistan telah tiba di Dulles, wilayah Washington, DC pada Sabtu, 21 Agustus 2021. 

Mayor Jenderal Angkatan Darat Hank Taylor menyampaikan bahwa terdapat tiga pesawat yang telah mendarat di Dulles. Setelah itu mereka akan dibawa ke Fort Bliss, Texas untuk diproses lebih lanjut.

Sementara pesawat udara Jerman juga turut mengangkut ratusan pengungsi Afghanistan di hari yang sama. 

Sejak operasi evakuasi pada Sabtu, 14 Agustus 2021 silam, sudah sebanyak 17.000 orang tiba di Amerika. Sementara sebanyak 22.000 orang lainnya rupanya sudah dievakuasi sejak akhir Juli 2021 silam.

Presiden AS Joe Biden menyampaikan dalam wawancara bersama ABC News bahwa total pengungsi yang sudah tiba di AS mencapai 65.000 orang. 

Meski begitu, masih banyak warga lain yang tinggal di Afghanistan. Di tengah ancaman Taliban, ribuan tentara AS masih berjaga-jaga di sekitar bandara Kabul guna memastikan proses evakuasi berjalan dengan aman.

 

Baca Juga: Dibebaskan Dari Taliban, Warga Australia Timothy Weeks Nyatakan Itu Karena Kehendak Tuhan

 

Nasib Warga yang Masih Bertahan

Ketakutan yang mencekam tentu saja dirasakan oleh semua warga Afghanistan, tak terkecuali kaum pria, wanita dan anak-anak. Hal inilah yang membuat warga negara tersebut memilih untuk melarikan diri. 

“Semua perbatasan ke negara tetangga ditutup dan semua penerbangan dihentikan, kecuali pesawat pribadi. Orang-orang yang melarikan diri ke pegunungan mencari suaka. Mereka sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, uang adalah satu-satuya yang akan melindungi mereka,” demikian disampaikan oleh Frontier Alliance International (FAI).

Memprihatikannya, banyak diantara warga yang memilih untuk memiliki senjata sendiri. Ketika kelompok Taliban datang, mereka bisa memilih untuk menyerang atau bunuh diri. 

“Suami dan ayah mereka memberikan senjata kepada istri dan anak perempuan mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa jika Taliban datang, mereka bisa membunuh suami mereka dan melakukan apapun yang mereka mau dan menjual istri dan anak mereka sebagai budak,” demikian disampaikan FAI.

 

Baca Juga: 2 Kejadian Menggemparkan Dunia Selama Akhir Pekan, Doakan Yuk!

 

Ancaman berbahaya juga menanti orang Afghanistan yang diketahui memiliki Alkitab secara fisik maupun sesuatu yang berbau Kristen di dalam ponsel mereka.

“Dalam dua hingga tiga hari terakhir, saya dan keluarga saya mendapat ancaman pembunuhan. Dalam situasi darurat ini, saya tidak punya cara lain selain melarikan diri dari negara ini,” kata salah seorang warga.

Sementara Taliban juga mengincar orang Afghanistan yang bekerja dengan pemerintahan AS selama dua decade terakhir. 

“Puluhan ribu warga Afghanistan yang bekerja dengan militer Amerika sebagai penerjemah, yang merupakan bagian dari pemerintah, banyak dari mereka menjadi sasaran, dieksekusi,” jelas Joel Richardson, pengkhotbah sekaligus pembawa acara podcast The Underground.

Sebagaimana diketahui, bulan September 2021 mendatang genap 20 tahun peristiwa serangan 9/11 gedung kembar World Trade Center Amerika. Peristiwa inilah yang menjadi cikal bakal operasi militer AS di Afghanistan untuk memerangi kelompok Al-Qaeda.

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami