Dinobatkan Jadi Situs Warisan UNESCO, Gereja Rock-Hewn Etiopia Malah Jadi Rebutan

Dinobatkan Jadi Situs Warisan UNESCO, Gereja Rock-Hewn Etiopia Malah Jadi Rebutan

Lori Official Writer
832

Gereja Rock-Hewn merupakan gereja pahatan batu yang terletak di Dataran Tinggi Etiopia Barat, tepatnya di kota Lalibela. Terdapat 11 gereja pahatan batu yang awalnya didirikan oleh Kaisar Etiopia. Hingga saat ini Gereja Rock-Hewn masih digunakan oleh Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia untuk beribadah dan berziarah oleh umat Ortodoks dari berbagai wilayah di Etiopia.

Gereja Rock-Hewn ini juga merupakan situs kekristenan Etiopia yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978.

Sayangnya, situs warisan dunia ini tengah terancam akibat konflik antara pemerintah dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Kelompok saparatis ini dikabarkan telah menguasai kota Lalibela, dimana situs Gereja Rock-Hewn berlokasi. Konflik ini telah berlangsung selama 9 bulan dan telah menewaskan sebanyak ribuan orang dan membuat 1.7 penduduknya terancam kelaparan.

Wakil Walikota Lalibela, Mandefro Tadesse menyampaikan bahwa kota itu tengah berada di bawah kendali TPLF. Hal ini pun membuat banyak warga melarikan diri dan situs warisan dunia tersebut dikuatirkan akan terancam.

“Ini adalah warisan dunia dan kita harus bekerja sama untuk menjamin bahwa harta ini dilestarikan. Mereka datang di sore hari pada 5 Agustus 2021 dan tidak ada perlawanan. Tidak ada pasukan keamanan di sekitar. Pasukan TPLF mendiami kota sekarang,” ungkap seorang warga Lalibela.

Konflik ini sendiri mulai terjadi sejak November 2020, saat semua perhatian dunia tertuju kepada pemilihan Presiden AS. Perdana Menteri Etiopia, Abiy Ahmed telah mengirim pasukan untuk menyerang kelompok saparatis tersebut.

 

Baca Juga: 

Kota Kristen di Etiopia Tempat Tabut Perjanjian, Tolak Muslim Bangun Tempat Ibadah

Lolos dari Kecelakaan Pesawat Etiopia, Pria Ini Ucapkan Syukur Kepada Tuhan

 

Namun pada akhir Juni lalu, TPLF telah menguasai Mekelle, ibu kota Tigray. Sejak saat itu pasukannya bergerak aju menaklukkan wilayah Afar dan Amhara, yaitu kota Lalibela 

Di awal bulan ini, kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths menyampaikan bahwa tentara Tigrayan telah menyebabkan lebih dari 5,2 juta penduduknya terancam dan sekitar 400 ribu orang menghadapi kondisi kelaparan.

Pemerintah Etiopia mengkuatirkan jika para kelompok saparatis ini akan menghancurkan warisan dunia tersebut sama seperti apa yang dilakukan di masa lalu terhadap Biara Debre Damo yang berada di atas ketinggian tebing. Biara ini dihancurkan dengan bom.

Belakangan ini situasi di beberapa negara sedang memanas dengan konflik dan perang. Mari berdiri bagi negara-negara ini supaya warga sipil dan juga fasilitas-fasilitas yang menunjang kehidupan tidak menjadi sasaran konflik. 

Mari meminta supaya Tuhan menghadirkan harapan dan kemenangan atas pihak yang memilih perdamaian atas bangsanya.

Sumber : Theartnewspaper.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami