5 Ayat yang Bantu Para Istri Merdeka Dari Tekanan Rasa Kesal ke Suami

5 Ayat yang Bantu Para Istri Merdeka Dari Tekanan Rasa Kesal ke Suami

Lori Official Writer
553

Salah satu tantangan dalam pernikahan adalah saat istri harus dipancing untuk marah dan kesal karena kelakuan suami yang sudah di luar batas.

Situasi ini bukan saja akan menimbulkan konflik besar dalam rumah tangga. Tapi istri yang sudah mulai muak dengan perilaku suami yang tak mau berubah bisa berujung pada kehancuran rumah tangga.

Tentu saja tak ada satupun istri yang menginginkan pernikahannya hancur. Karena itulah penting bagi setiap istri untuk selalu mengandalkan Tuhan di tengah pernikahan. Seberat apapun persoalannya, Alkitab selalu menyarankan nasihat terbaik bagi kita untuk selalu berdamai dengan masalah. 

Jika Anda adalah seorang istri dan saat ini mengalami tekanan kemarahan dan kekesalan yang sudah memuncak terhadap suami. Tarik napas Anda dalam-dalam, tenangkan diri dan renungkanlah 5 ayat di bawah ini:

Efesus 4: 31

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Anda adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Saatnya untuk menyingkirkan perilaku lama dan penuh dosa yang menciptakan pernikahan Anda penuh dengan kemarahan, kebencian dan tekanan.

Efesus 4: 26-27

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Mari meneladani tindakan Yesus. Di dalam Alkitab kita membaca bahwa Yesus sendiri juga pernah marah. 

Dia menunjukkan kemarahan-Nya kepada para penukar uang di bait Allah. Tetapi kemarahan-Nya tepat. Jadi, sebagai istri Anda juga diminta untuk meniru teladan Yesus. Jika perilaku pasangan Anda masih bisa ditoleransi, cobalah untuk meresponinya dengan cara yang tepat. Tempatkan kemarahan Anda sesuai porsinya, sehingga Anda tidak terluka dan melukai pasangan Anda.

Mazmur 37: 8

Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Kemarahan tidak hanya memberikan si iblis peluang untuk menghancurkan pernikahan Anda, tetapi juga membuka pintu bagi perilaku berdosa lainnya yang bisa merusak hubungan Anda dengan suami.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Focusonthefamily.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami