Headphone Rohani Si Penghalang Hadirnya Sang Juruslamat

Headphone Rohani Si Penghalang Hadirnya Sang Juruslamat

Lori Official Writer
      925

Lukas 19: 38

Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46; 2 Timotius 4; Yesaya 45-46

Saya agak terkesima saat saya melihat anak-anak memakai headphone. Para pengguna biasanya akan tenggelam dengan dunianya sendiri dan menutup semua suara dari luar. 

Beberapa orang memakai headphone dan diam saja. Yang lainnya mungkin mendengarkan sendiri tetapi mereka tidak bisa menahan diri untuk menyanyikan lagu yang mereka dengar. Namun setiap kali menggunakan headphone, kita sebisa mungkin harus bisa mengontrol suara supaya tidak berteriak sekeras mungkin tanpa kita sadari.

Anda tidak pernah atau mungkin belum mendengar soal hal ini. Ada tren resepsi pernikahan baru-baru ini. Semua orang di lantai dansa mengenakan satu set headphone dan menari mengikuti alunan music yang mereka putarkan. Pertama-tama, saya minta maag, tetapi yang membuatnya lebih baik adalah mereka terlihat seperti orang idiot.

Kedua, mereka semua menari tidak seirama. Mereka masing-masing tenggelam di dunianya. Ruangan itu sangat sunyi, kecuali musik yang berputar di kepala mereka. Agak sulit untuk mempercayai bahwa ada orang yang menari tanpa musik yang mengalun secara penuh di sebuah ruangan.

Bisakah Anda membayangkan jika kita beribadah seperti itu di hari minggu pagi? Bagaimana jika kita semua memakai headphone, memilih saluran dan bernyanyi di ruangan yang sama, tetapi hanya lagu atau aransemen yang kita sukai saja. Pikiran itu membuat saya menggigil. Tak satu pun dari kita akan diberkati dengan menyanyikan kata-kata yang sama. Kita akan merindukan nuansa paduan suara para penyembah, hiruk pikuk pujian. Entah bagaimana saya tidak berpikir jika itulah yang diinginkan oleh Tuhan.

Jadi, pertanyaannya adalah apakah kita kadang mengenakan headphone rohani kita? Yang saya maksud adalah, apakah kita mengalami kasih karunia dan belas kasihan Yesus? Apakah kita baru saja dilahirkan kembali, mengalami kasih karunia pertobatan yang baru, terpesona dengan sesuatu yang kita baca di dalam Alkitab, merasa jika beban berat terangkat dari jiwa kita? Namun semua itu hanya kita simpan di dalam headphone rohani kita.

Tuhan menulis kisah kasih karunia di dalam hidup Anda supaya Anda membagikannya kepada mereka yang membutuhkan Juruslamat bernama Yesus yang hidup, mati dan bangkit kembali bagi orang-orang berdosa. 

Injil adalah kabar baik bagi dunia, bukan hanya untuk Anda.

Allah mengutus anak-Nya Yesus untuk menyelamatkan setiap orang. Hal ini bukan hanya tentang Anda dan Yesus. Tetapi tentang semua orang. 

Jadi, lepaskan headphone Anda, biarkan waktu tenang Anda meledak menjadi teriakan keras dan pujian bagi Tuhan. Sehingga seluruh dunia tahu siapa Yesus itu.

 

 

Hak cipta Nan Doud, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami