Donasi Rp 2T Anak Akidi Tio Cuma Prank, Kok Tega Sih?

Donasi Rp 2T Anak Akidi Tio Cuma Prank, Kok Tega Sih?

Lori Official Writer
448

Heriyanti, anak bungsu mendiang pengusaha asal Aceh Akidi Tio mengundang perhatian di Indonesia pada Senin, 26 Juli 2021 lalu.

Dengan berkedok bantuan sosial atau donasi terkait penanganan pandemi Covid-19, Heriyanti secara pribadi menyerahkan bantuan senilai 2 triliun atas nama keluarga Akidi Tio kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Eko Indra Heri dan turut disaksikan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Penyerahan donasi inipun disorot oleh media dan menjadi trending. Bahkan banyak yang memberikan pujian terkait tindakan dermawan tersebut.

Namun siapa sangka donasi 2 T dari mendiang pengusaha Akidi Tio tersebut hanyalah prank. Karena setelah diusut, uang tersebut tidak ada.

Akibatnya, Heriyati diamankan oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro pada Senin, 2 Agustus 2021. 

Terkait kasus donasi prank ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengaku sudah curiga sejak awal.

“Sejak awal sudah tak yakin itu ada karena petualang seperti itu sudah banyak memberi pelajaran pada kita. Makanya ketika saya mencuit, ‘Mudah-mudahan itu nyata’ saya justru sama sekali tak berharap itu ada tapi saya nyindir kepada yang percaya dengan itu,” kata Mahfud pada Selasa (4/8/2021).

Menurut Mahfud MD, ada banyak pengalaman serupa yang sudah pernah terjadi. Jadi sangat mudah untuk mendeteksi apakah tindakan sosial tersebut nyata atau tidak. 

 

Baca Juga: Mahfud MD Ajak Kolaborasi Ormas Agama dan Sosial Demi Percepat Vaksinasi

 

Dia mengapresiasi orang-orang yang tidak mudah percaya dengan tindakan dermawan palsu tersebut.

Mahfud bahkan sudah curiga karena saat penyerahan, Gubernur Sumsel Herman Daru hadir di momen tersebut, namun tanpa adanya penyerahan barang atau dokumen apa pun.

Terus apa sih motif dari anak bungsu Akidi Tio tersebut? Belum ada kejelasan. Tapi pastinya tindakan tersebut jelas telah mempermainkan pemerintah daerah Sumsel sendiri. Apalagi modus yang digunakan adalah sumbangan sosial untuk penanggulangan Covid-19.

 

PPTAK Sebut Donasi Mendekati Bodong 

Sementara pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menilai jika secara domestik, dana sumbangan tersebut bisa dikatakan mendekati bodong.

“Sebenarnya hampir mendekati, bisa mendekati kesimpulan. Kita masih ada beberapa informasi tambahan yang masih kita coba gali di lapangan. Tapi sebetulnya ini kalau di dalam konteks analisis keuangan secara domestik semuanya sudah clear. Sebetulnya ini bisa dikatakan, bisa dikatakan mendekati bodong,” kata Kepala PPTAK Dian Ediana Rae lewat diskusi virtual di kanal YouTube PPATK, Rabu (4/8/2021).

Dari kasus ini, mari belajar bahwa setiap kebaikan dan ketulusan untuk membantu orang lain seringnya dilakukan secara diam-diam. Karena orang yang benar-benar tulus tidak pernah haus pujian. Jadi yuk belajar supaya kita tetap selalu waspada dengan tindakan kita ya. Jangan sampai kita justru  masuk jeruji besi hanya karena haus pujian.

"Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya." - Imamat 19: 11

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami