Doa Wanita Ini Mengubah Klub Striptis Menjadi Gereja

Doa Wanita Ini Mengubah Klub Striptis Menjadi Gereja

Claudia Jessica Official Writer
1837

Sebuah klub striptis populer yang menjadi godaan bagi orang-orang yang berlalu lalang di Anchorage, kini menjadi sebuah gereja. Alih-alih menawarkan godaan, sekarang tempat ini justru menawarkan keselamatan bagi orang-orang yang melalui tempat tersebut. Sekarang tempat ini dikenal sebagai Open Door Baptist Church atau dalam Bahasa Indonesianya, Gereja Baptis Pintu Terbuka.

Linda Dunegan, seorang wanita yang merubah klub ini menjadi sebuah gereja percaya bahwa ada campur tangan Tuhan yang berperan besar dalam perubahan atas bangunan tersebut. Dunegan mengubah lantai pertunjukan menjadi tempat perlindungan. Dia mengubah tiang penari dengan mimbar.

“Gereja ini muncul karena saya berdoa selama lima tahun,” kata Dunegan. Awalnya, negosiasi Dunegan dan pemilik bangunan tidak berjalan baik dan tidak dapat mencapai keselamatan. Akhirnya, pemilik gedung meminta bantuan real estate dan agen untuk menawarkannya kepada Dunegan untuk menjualnya. Kali ini, kesepakatan berhasil.

“Tuhan sangat baik kepada saya,” kata Dunegan, “memberi saya keluarga, suami yang luar biasa, makanan di atas meja, tempat tinggal.”

Dunegan adalah seorang gadis yang dibesarkan di sebuah desa kecil, dekat perbatasan Kamboja. Ayah dan ibunya bersatu melalui perjodohan. Sayangnya, mereka bercerai lantaran mereka tidak kunjung mendapatkan anak laki-laki. Dunegan beserta ibu dan saudaranya dipulangkan kembali ke desa kecil mereka.

Ibunya yang tidak memiliki keterampilan, memutuskan untuk bekerja di sebuah bar. Dia bertemu dengan seorang pria asal Amerika dan mereka menikah. Ayah tirinya ini membantu Dunegan dan keluarganya melarikan diri lantaran perang yang terjadi pada April 1975 di Vietnam. Saat itu, Dunegan masih berusia 8 tahun.

Mereka sering berpindah-pindah, dari Los Angeles ke Hawaii, Florida, Arizona, dan ke seluruh East Coast lantaran masalah keuangan. Sayangnya, pernikahan ibu dan ayah tiri Dunegan tidak berjalan baik dan mereka pun berakhir dengan perpisahan.

Atas dorongan dari teman-temannya, ibu Dunegan pindah ke Anchorage dan menjadi penari bar-bar di kota terbesar Alaska itu. Dunegan yang berselisih dengan ibunya, melarikan diri dengan menjerumuskan dirinya ke dalam pendidikan. Dunegan berhasil masuk ke perguruan tinggi hingga mendapatkan gelar doktor.

Iman Dunegan menjadi Kristen yang taat berakar ketika Dunegan kecil bertemu dengan seorang wanita di sebuah gereja. Wanita itu seolah-olah mengajaknya untuk membeli makanan gratis.

“Saya kotor, tidak enak dilihat, dan dia membawa saya ke Sears. Dia membelikan saya tiga gaun,” kata Dunegan.

"Saya bekerja untuk membayar kembali hari ini,” katanya tentang sikap yang berarti segalanya baginya.

Bersama Pendeta Kenny Menendez, ia mewujudkan mimpinya untuk membuat gereja baru di Anchorage. “Ya, itu bisa menjadi gereja, hanya perlu facelift,” ujar pendeta itu.

Facelift yang dimaksud oleh Pendeta Kenny adalah operasi plastik dalam arti sebenarnya, yaitu mereka mengambil tindakan untuk merubah klub penari striptis menjadi pelayanan anak muda.

BACA JUGA: Susah Doa Karena Depresi? Coba Dengar 4 Lagu YouTube Ini Aja

Sekitar 76 orang menghadiri upacara pembukaan Gereja Baptis Pintu Terbuka. Beberapa orang datang untuk melihat seperti apa gereja bekas klub penari striptis.

Sekarang, ada sekitar 45 orang hadir setiap minggu di gereja mereka. Mereka percaya bahwa Tuhan menyetujui pelayanan yang mereka lakukan.

“Saya akan mengatakan Tuhan senang dengan perubahan, transformasi di gedung, tempat yang benar-benar mengarahkan banyak orang mendekat kepada-Nya daripada menjauh,” katanya.

Dia memiliki harapan bahwa gereja yang terletak di antara toko ritel ganja, toko seks dan motel kumuh akan membantu memperbaiki lingkungan.

Dunegan berencana menggunakan lantai dua untuk penggalangan dana dan sebagai lokasi sewa resepsi, dan lantai tiga sebagai markas untuk Children's Benefit Foundation.

Dunegan juga berencana untuk menjembatani kesenjangan bagi pemuda Anchorage, menyiapkan pertukaran budaya bagi mereka untuk mengunjungi Vietnam. Dia juga berencana untuk mengumpulkan dana untuk membantu menyediakan para profesional medis di Vietnam dengan persediaan yang dibutuhkan, dengan mimpi mungkin suatu hari nanti membuka rumah sakit di sana.

Melalui doa yang panjang dan proses yang sangat panjang, Linda Dunegan akhirnya berhasil mengubah klub penari striptis menjadi sebuah gereja yang memberkati banyak orang. Dari kisah Dunegan, kita dapat belajar bahwa doa tekun yang diikuti dengan perbuatan, akan berbuah suatu hari nanti.

 

BACA JUGA: Hampir Lenyap, Tapi Bangsa Israel Berhasil Selamat Berkat Doa Para Tokoh Alkitab Ini

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami