3 Hal Penting yang Bisa Kita Pelajari dari Film The Boss Baby: Family in Business

3 Hal Penting yang Bisa Kita Pelajari dari Film The Boss Baby: Family in Business

Lori Official Writer
360

Dari pada pusing mikirin PPKM, lebih baik hibur diri dengan hobi atau menonton film seru. Nah ada film seru yang sebentar lagi akan tayang di Indonesia lho, yaitu The Boss Baby: Family in Business. The Boss Baby merupakan film komedi animasi hit tahun 2017 yang berhasil meraup keuntungan lebih dari US$527 juta di seluruh dunia. Dengan harapan yang sama, sekuel ini bisa menjadi hit tahun 2021. Film ini adalah film keluarga yang punya segudang makna positif di dalamnya. 

 

Sinopsis

Di film ini, dua Templeton bersaudara kini sudah beranjak dewasa. Ted Jr. dan Tim sudah memiliki kehidupan masing-masing. Tim bahkan sudah menikah dan dikaruniai dua anak yang bernama Tabitha dan Tina. Sedangkan Ted menjadi seorang CEO perusahaan besar yang super sibuk.

Suatu hari Tim menyadari bahwa anaknya, Tina yang masih bayi ternyata bisa berbicara seperti adiknya dulu, Ted. Jr. Ternyata Tina adalah Boss Baby di Baby Corp. Tina ingin mengajak Tim dan Ted untuk bekerja sama karena ada masalah yang bisa membuat Baby Corp hancur. Tina akhirnya memberikan formula yang bisa membuat Tim dan Ted kembali menjadi anak-anak dan menyamar ke sekolah Tabitha. Dan akhirnya sukses menyelesaikan misi mereka.

Hal yang bisa jadi renungan Superparents dari film ini adalah:

1. Jadi teman yang baik untuk anak

Setelah menonton film ini, Momin sadar bahwa agar anak bisa dekat dan menuruti kata orang tua, kita harus menjadi sahabat bagi si anak. Kita harus tahu apa saja masalah yang sedang mereka hadapi dan bagaimana menyelesaikannya sesuai karakter dan kepribadian dia.

Seperti Tim saat menjadi anak-anak. Dia baru tahu kalau anaknya itu sangat pintar di sekolah, tapi Tabitha seringkali di-bully karena kurang dalam mata pelajaran yang berbau seni. Tapi setelah menjadi anak-anak, Tim membantu membangun kepercayaan diri Tabitha kembali dan berusaha menjadi sahabat terbaik anaknya.

 

Baca Juga: Peran Penting Gereja Bagi Generasi Anak dan Remaja yang Harus Anda Ketahui!

 

2. Tidak memaksakan kehendak atau pendapat kita

Seperti dalam film ini, Dr. Amstrong, tokoh antagonis di film ini ternyata punya dendam kepada orang tuanya yang memaksanya menjadi jenius. Tapi setelah Dr. Amstrong jenius, ia ingin agar anak-anak bisa lebih hebat dari orang tua sehingga tidak ada lagi pemaksaan dan diatur ini itu. 

Kita sebagai orang tua yang harus mencaritahu bagaimana caranya agar bisa ‘masuk’ ke anak. Barulah kita arahkan sesuai dengan pemahaman dan kepribadian mereka.

3. Bebaskan anak untuk berekspresi

Aturan dibuat agar anak bisa disiplin, tapi jangan sampai akhirnya mengekangnya. Anak punya kebebasan untuk mengekspresikan diri dan talenta yang telah Tuhan berikan padanya. Tugas Superparents adalah mendukungnya agar talenta anak dapat dipergunakan secara maksimal untuk kemuliaan Tuhan dan berdampak bagi sekitarnya.

 

Baca Juga: Kenapa Papa Mama Perlu Mendeteksi Bakat Anak Sejak Dini? Ini Lho Pentingnya…

 

Oleh karena itu, yuk ikutan Church Talent Festival! Acara ini menjadi wadah bagi anak dan remaja di gereja-gereja jaringan CBN di seluruh Indonesia agar bisa menyalurkan talenta yang mereka miliki. Segera daftar ke link di bawah ini:

DAFTAR

Sumber : Superbook Indonesia | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami