Selain Jadi Penolong, Ini Peran Penting Istri Dalam Pernikahan

Selain Jadi Penolong, Ini Peran Penting Istri Dalam Pernikahan

Lori Official Writer
21593

Saat istri memahami apa itu tujuan pernikahan, maka akan mudah untuk menjalankan peran menjadi seorang istri dalam pernikahan. 

Salah satu peran penting menjadi seorang istri adalah menjadi penolong bagi suami. Alkitab menegaskan peran ini dalam Kejadian 2: 18. 

Menjadi penolong berarti istri harus mengambil tanggung jawab untuk menopang suami dan mendukung mereka untuk semakin hidup dekat dengan Tuhan.

Tapi selain menjadi penolong, istri juga dituntut untuk melakukan beberapa hal ini dalam pernikahannya:

1. Menghormati suami

Di Efesus 5: 33, Paulus berkata, “isteri hendaklah menghormati suaminya” Saat istri menghormati dan memperhatikan suami maka istri sedang menunjukkan sikap penghargaan atas karakter, kebijaksanaan dan komitmen suami. 

Istri harus menyadari bahwa bahkan seorang pria yang tampak mandiri dan kuat pun memiliki kecenderungan untuk dibanggakan, didengarkan, dijadikan sebagai sahabat dan dibutuhkan.

Jadi untuk meningkatkan kepercayaan diri seorang suami, istri bisa menyemangatinya dengan kata-kata pujian dan dukungan. Seorang suami memerlukan istri yang selalu ada dibelakangnya untuk menyemangati dan mendorongnya terus maju.

 

Baca Juga: 3 Pelajaran yang Bisa Kita Petik Soal Menjadi Istri yang Bijak dari Ester

 

2. Mengasihi suami

Di dalam Titus 2: 4 memerintahkan supaya istri ‘mengasihi suaminya’. Semua laki-laki memiliki kebutuhan untuk ‘diterima tanpa syarat’. Dengan kata lain, seorang istri perlu menerima suaminya apa adanya, sekalipun dia memiliki banyak kekurangan.

Dengan menyadari kekurangan suami, seorang istri bisa belajar untuk tidak memperlakukan suami secara egois.

3. Tunduk kepada suami

Ada banyak wanita yang merasa tidak terima saat diminta untuk tunduk kepada suaminya. 

Tentu saja ‘tunduk’ dalam hal ini bukan berarti istri rela diperlakukan dengan sembarangan oleh suami.

Istri yang tunduk kepada suami menggambarkan tentang posisi berbeda yang dijalankan oleh suami dan istri di dalam pernikahan.

Jadi dalam hal ini, istri tidak bisa melewati batasan perannya. Dalam artian, istri tidak bisa mengambil peran suami dalam pernikahan baik sebagai pemimpin maupun pengambil keputusan mutlak dalam pernikahan.

Tuhan sendiri menegaskan peran penundukan diri ini dalam Efesus 5: 22-30.

“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh...Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.” ayat 22-23, 28

Membangun kesatuan dalam pernikahan akan berhasil saat suami istri mau bekerja sama dengan sukarela, saling melayani, mengasihi, menolong dan menghormati.

 

Baca Juga: Saat Suami Tidak Sesuai Dengan Ekspektasi, Lakukan 3 Cara Ini Untuk Tetap Mengasihinya

 

Di sebagian pernikahan, ada istri yang mungkin diperlakukan dengan tidak pantas oleh suami. Sehingga sulit bagi istri untuk menjalankan peran-peran di atas dalam pernikahannya. 

Misalnya, saat istri diperlakukan secara verbal oleh suami, maka langkah yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan melindungi diri. 

Tindakan suami mungkin tidak bisa ditoleransi. Hanya kasih dan pengampunan dari Tuhan saja yang bisa memampukan istri untuk bisa mengampuni. Istri perlu berdiri bai pernikahannya, dalam situasi apapun itu dan meminta Tuhan memulihkan keadaannya. 

Percayalah bahwa ketika satu orang di dalam keluarga berdiri dan berdoa, maka seisi rumah akan diselamatkan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami