Kebiasaan Buruk Itu Harus Diubah

Kebiasaan Buruk Itu Harus Diubah

Claudia Jessica Official Writer
      631

1 Timotius 4:15

Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 17; Matius 17; Amos 3-5

Saat Anda memberikan hidup Anda kepadaYesus, Dia memberi Anda sifat yang baru. Namun, Anda masih memiliki kebiasaan, dan pola hidup yang lama. Hal ini perlu Anda hilangkan dan ganti dengan yang baru. Ini adalah proses yang panjang, dan mungkin membutuhkan waktu seumur hidup. Tapi, di sini ada dua panduan yang dapat membantu Anda dalam menjalani prosesnya.

Lepaskan ketakutan yang membuat Anda tidak berkembang

Kebenaran akan membebaskan Anda, namun sering kali membuat Anda melewati kesengsaraan terlebih dulu. Jika takut terhadap apa yang mungkin akan Anda temui dalam proses memperbaiki kecacatan karakter Anda, ketakutan tersebut dapat mengurung Anda dalam penjara “penyangkalan”.

Anda dapat memperbaiki setiap kesalahan, kegagalan, dan keputusasaan hanya ketika Tuhan menyinari itu semua dengan kebenaran Firman-Nya. Inilah alasan mengapa Anda tidak dapat bertumbuh tanpa kerendahan hati, dan sikap yang mau diajar.

Berhenti menyatakan identitas Anda pada “kecacatan”

Anda mengatakan “Aku memang seperti ini” atau “Kecacatan itu sama seperti saya” dan sejenisnya. Tanpa melepaskan rasa sakit hati, ketergantungan, atau kebiasaan, Anda tidak akan tahu siapa diri Anda lagi. Kekhawatiran tidak berdasar ini pasti memperlambat pertumbuhan Anda.

Ingatlah bahwa karakter Anda adalah keseluruhan dari kebiasaan Anda. Dan kebiasaan yang baik itu membutuhkan waktu untuk berkembang.

Anda tidak bisa mengklaim memiliki integritas kecuali Anda memiliki kebiasaan untuk selalu jujur. Kebiasaan Anda menentukan karakter Anda.

Ingat: Anda harus mempraktekkan kebiasaan yang akan membuat Anda lebih seperti Kristus setiap hari.

 

1 Timotius 4: 15 “Kerjakanlah semuanya itu dengan bersungguh-sungguh supaya kemajuanmu dilihat oleh semua orang. (BIS)

 

Hak cipta oleh Pastor Rick Warren. Disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami