10 Negara Paling Berbahaya Bagi Pertumbuhan Umat Kristen

10 Negara Paling Berbahaya Bagi Pertumbuhan Umat Kristen

Lori Official Writer
685

Laporan dari World Watch List (WWL) 2021 menyampaikan daftar 50 negara teratas yang paling berbahaya bagi kehidupan umat Kristen.

Sebagaimana disampaikan dalam laporan tersebut bahwa setiap harinya minimal 13 orang Kristen di seluruh dunia kerap menghadapi penganiayaan di seluruh dunia. Sementara sedikitnya 13 gereja atau bangunan Kristen mengalami serangan. Serta sedikitnya 12 orang ditangkap atau dipenjara  tanpa alasan yang jelas dan 5 diantaranya diculik.

“Semakin tinggi penganiayaan terhadap umat Tuhan diartikan bahwa gereja sedang sekarat. Sementara orang-orang Kristen diam saja dan kehilangan iman,” kata David Curry, pemimpinOpen Doors USA. 

Seperti dilaporkan, negara-negara yang masuk dalam daftar berbahaya bagi umat Kristen telah melakukan penganiayaan terhadap 309 juta orang Kristen. Daftar ini naik dari tahun lalu yang hanya sekitar 260 juta saja.

Open Doors menilai peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

- Kondisi pandemi yang justru menyebabkan banyak umat Kristen mengalami diskriminasi, kerja paksa dan pemaksaan terkait aturan tertentu di suatu negara.

- Serangan ekstremis yang belakangan ini terjadi di belahan wilayah Afrika seperti Nigeria, Kamerun, Burkina Faso dan Mali.

- Sistem sensor China membuat umat Kristen di negara Komunis semakin mengekang kebebasan beribadah.

Berdasarkan data yang terkumpul, berikut 10 negara paling berbahaya bagi pertumbuhan umat Kristen di seluruh dunia.

1. Korea Utara

2. Afghanistan

3. Somalia

4. Libya

5. Pakistan

6. Eritrea 

7. Yaman

8. Iran

9. Nigeria

10. India

Open Doors mengidentifikasi enam kategori penganiayaan yang dialami umat Kristen di negara-negara ini, diantaranya tekanan sosial dan pemerintah terhadap individu, keluarga dan jemaat., penculikan, mati martir dan penyerangan terhadap rumah ibadah.

Jika belakangan ini kita fokus pada pandemi Covid-19, maka di negara-negara lain persoalannya cukup kompleks. Mereka bukan saja harus berhadapan dengan pandemi tetapi juga beragam penganiayaan. Mari terus berdoa bagi saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia supaya mereka juga diberikan kekuatan untuk terus memikul salib.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami