7 Kiat Bertahan Hidup Saat Kehilangan Pekerjaan

7 Kiat Bertahan Hidup Saat Kehilangan Pekerjaan

Claudia Jessica Official Writer
375

Tuhan berjanji akan membantu kita dalam kehidupan finansial kita sekalipun kita tidak tahu dari mana datangnya rezeki kita. Yesus pernah mengatakan kepada orang banyak di zaman-Nya, dimana kala itu banyak orang yang menganggur, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat. 6: 34).

Kata-kata yang cukup menenangkan. Namun, apa yang harus kita lakukan dengan tagihan yang terus mengalir sementara kita kita memiliki pekerjaan dan pemasukan?

1. Terlepas dari apapun situasi yang Anda hadapi, berdoalah

Mungkin terdengar lucu. Apalagi kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita doakan, dan sekalipun mendapatkan apa yang kita doakan, biasanya hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang tidak Anda harapkan. Namun demikian, kita dipanggil untuk hidup di dalam doa. Kita dipanggil untuk berdoa, sekalipun doa tidak menjauhkan kita dari masalah yang kita hadapi saat ini. Anda mungkin berdoa agar tidak kehilangan pekerjaan, namun hal tersebut tidak terwujud. Lantas apa gunanya berdoa? Sulit, namun satu hal yang pasti. Tuhan memanggil kita untuk berdoa.

Tempat pertama yang Tuhan katakan kepada para pengikut-Nya untuk hidup dengan iman adalah dalam percakapan yang Dia lakukan dengan seorang nabi Perjanjian Lama bernama Habakuk. Habakuk mempertanyakan mengapa Tuhan tidak melindungi umat-Nya. Saat itu sepertinya Tuhan sedang tidak adil. Tuhan tidak menjawab Habakuk dengan jawaban yang jelas. Sebaliknya, Dia hanya mengatakan kepada Habakuk, “yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (2:4). Dengan kata lain, pengikut Tuhan harus mempercayai Tuhan, titik. Tidak peduli apa yang sedang terjadi.

Doa selalu mengikat aktivitas Roh Kudus dalam hidup kita, dan Tuhan menanggapi tangisan umat-Nya lalu menebus setiap keadaan buruk yang telah mereka lalui dengan menenunnya kepada tujuan-Nya yang baik.

2. Kencangkan sabukmu

Saat kehilangan pekerjaan, Anda harus menemukan cara untuk menekan pengeluaran. Jelas sangat mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Mengapa? Karena menghabiskan uang terkadang membuat kita merasa lebih baik. Misalnya, Ketika kita membeli kopi seharga Rp20.000 atau potong rambut Rp50.000, membuat kita merasa lebih nyaman. Pembelian ini tampak seperti “harus dimiliki”.

Dalam beberapa dekade terakhir, apa yang kita anggap normal sekarang, ternyata dipandang sebagai kemewahan, dan saat ini kita anggap “penting”. Standar saat ini telah meroket.

Banyak orang yang menghabiskan uang untuk hal-hal yang “dianggap” penting seperti, ponsel terbaru, TV layar datar, mobil baru, dan lain-lain. Kita terbiasa dan menganggap hal tersebut standar sehingga tidak lagi mampu untuk membiayai hidup kita.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami