7 Kiat Bertahan Hidup Saat Kehilangan Pekerjaan

7 Kiat Bertahan Hidup Saat Kehilangan Pekerjaan

Claudia Jessica Official Writer
753

Tuhan berjanji akan membantu kita dalam kehidupan finansial kita sekalipun kita tidak tahu dari mana datangnya rezeki kita. Yesus pernah mengatakan kepada orang banyak di zaman-Nya, dimana kala itu banyak orang yang menganggur, “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Mat. 6: 34).

Kata-kata yang cukup menenangkan. Namun, apa yang harus kita lakukan dengan tagihan yang terus mengalir sementara kita kita memiliki pekerjaan dan pemasukan?

1. Terlepas dari apapun situasi yang Anda hadapi, berdoalah

Mungkin terdengar lucu. Apalagi kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita doakan, dan sekalipun mendapatkan apa yang kita doakan, biasanya hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang tidak Anda harapkan. Namun demikian, kita dipanggil untuk hidup di dalam doa. Kita dipanggil untuk berdoa, sekalipun doa tidak menjauhkan kita dari masalah yang kita hadapi saat ini. Anda mungkin berdoa agar tidak kehilangan pekerjaan, namun hal tersebut tidak terwujud. Lantas apa gunanya berdoa? Sulit, namun satu hal yang pasti. Tuhan memanggil kita untuk berdoa.

Tempat pertama yang Tuhan katakan kepada para pengikut-Nya untuk hidup dengan iman adalah dalam percakapan yang Dia lakukan dengan seorang nabi Perjanjian Lama bernama Habakuk. Habakuk mempertanyakan mengapa Tuhan tidak melindungi umat-Nya. Saat itu sepertinya Tuhan sedang tidak adil. Tuhan tidak menjawab Habakuk dengan jawaban yang jelas. Sebaliknya, Dia hanya mengatakan kepada Habakuk, “yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (2:4). Dengan kata lain, pengikut Tuhan harus mempercayai Tuhan, titik. Tidak peduli apa yang sedang terjadi.

Doa selalu mengikat aktivitas Roh Kudus dalam hidup kita, dan Tuhan menanggapi tangisan umat-Nya lalu menebus setiap keadaan buruk yang telah mereka lalui dengan menenunnya kepada tujuan-Nya yang baik.

2. Kencangkan sabukmu

Saat kehilangan pekerjaan, Anda harus menemukan cara untuk menekan pengeluaran. Jelas sangat mudah untuk dikatakan daripada dilakukan. Mengapa? Karena menghabiskan uang terkadang membuat kita merasa lebih baik. Misalnya, Ketika kita membeli kopi seharga Rp20.000 atau potong rambut Rp50.000, membuat kita merasa lebih nyaman. Pembelian ini tampak seperti “harus dimiliki”.

Dalam beberapa dekade terakhir, apa yang kita anggap normal sekarang, ternyata dipandang sebagai kemewahan, dan saat ini kita anggap “penting”. Standar saat ini telah meroket.

Banyak orang yang menghabiskan uang untuk hal-hal yang “dianggap” penting seperti, ponsel terbaru, TV layar datar, mobil baru, dan lain-lain. Kita terbiasa dan menganggap hal tersebut standar sehingga tidak lagi mampu untuk membiayai hidup kita.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Kini waktu semakin ketat, semakin sulit untuk menemukan cara mengurangi seluruh pengeluaran itu. Tapi kita harus melakukannya. Kita perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mendefinisikan hal-hal penting. Kita harus belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

3. Hubungi pemberi pinjaman

Mungkin Anda merasa malu, namun hubungi lah pemberi pinjaman Anda jika tidak mampu membayar sesuai jadwal, dan lakukan sebelum mereka yang menghubungi Anda terlebih dahulu. Jujurlah tentang situasi yang Anda hadapi, kreditur mungkin akan menghargai usaha Anda dan menindaklanjuti apa yang kalian rencanakan.

Yesus mengatakan kepada mereka yang ingin Tuhan bantu atas kebutuhan keuangan mereka untuk “mencari dahulu kerajaannya dan kebenarannya” (Mat. 6:33). Mencari “kerajaan-Nya” berarti mencari pengaruh-Nya. Mencari “kebenaran-Nya” adalah bekerja keras untuk melakukan apa yang benar. Menghubungi mereka saat Anda tidak dapat membayar pinjaman yang mereka berikan adalah hal yang “benar” untuk dilakukan. Kreditur Anda akan mungkin akan menghargainya, Tuhan akan menghormatinya

4. Jangan berhenti memberi

Mungkin terdengar tidak masuk akal, namun Tuhan memanggil kita untuk memberi sekalipun kita akan kehabisan sumber daya.

Ada cerita dalam 1 Raja-raja 17 tentang nabi Elia meminta Wanita untuk makan di tengah kelaparan yang mengerikan. Wanita itu berkata:

“Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Wanita itu melakukannya dan dia tidak kehabisan makanan sampai kekeringan berakhir. Tuhan menggunakan pemberiannya untuk membuka persediaan. Bukan berarti memberi “menghasilkan” segalanya. Namun, kepercayaan kepada Tuhanlah yang membuka aliran berkat.

5. Keluarkan resume dengan iman

Jangan merajuk dan duduk dalam ketakutan. Terus bergerak dengan harapan. Ingatlah bahwa Tuhan adalah pencipta. Itu berarti bahwa sekalipun tidak ada pekerjaan untuk Anda saat ini, Dia dapat menciptakannya hanya untuk Anda. Berani percaya. Yesuslah yang berkata, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23). Juga, bersedia untuk bekerja di pekerjaan yang membayar kurang dari yang sebelumnya Anda dapatkan di pekerjaan sebelumnya.

 

Baca halaman selanjutnya -->

6. Meminta bantuan

Aku benci ini, tapi terkadang kita perlu meminta bantuan. Mungkin dari anggota keluarga, teman, atau bahkan pemerintah. Saya tahu meminta bantuan keuangan tampaknya tidak bertanggung jawab pada tingkat tertentu, tetapi terkadang kita membutuhkan orang lain.

Anda mungkin perlu meminta pinjaman kepada seseorang yang dekat dengan Anda yang bersedia dibayar kembali setelah Anda keluar dari krisis. Jika Anda adalah orang yang berintegritas, kerentanan seperti itu akan dihadapi dengan empati dan kebaikan.

7. Badai ini juga pasti akan berlalu

Pepatah lama “Ini juga akan berlalu” benar. Bertahanlah di sana lakukan apa yang saya jelaskan di atas. Musim kekurangan dan pengangguran Anda pasti akan berlalu. Berpegang teguh pada itu dan teruslah bertahan.

Paulus menulis dalam kitab Ibrani seperti ini: “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah” (Ibr. 6:11-12).

Ingat, masa-masa sulit ini pasti berlalu. Tuhan akan memastikan hal tersebut untuk Anda.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami