#FaktaAlkitab: Sejarah Alkitab, Penyusunan dan Penulisan Alkitab (3/3)

#FaktaAlkitab: Sejarah Alkitab, Penyusunan dan Penulisan Alkitab (3/3)

Claudia Jessica Official Writer
613

Statistik Alkitab Protestan

Alkitab memiliki 66 kitab secara keseluruhan. Terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kitab Mikha dan Kitab Nahum adalah kitab yang terletak di tengah-tengah dalam Alkitab. Kitab Mazmur merupakan kitab terpanjang dalam Alkitab. Sementara itu ada lima kitab yang hanya terdiri dari 1 pasal, yakni Kitab Obaja, Surat Filemon, Surat 2 Yohanes, Surat 3 Yohanes dan Surat Yudas.

Alkitab memiliki 1.189 pasal, dengan 929 pasal dalam Perjanjian Lama dan 260 pasal dalam Perjanjian Baru.

Mazmur 119 merupakan pasal terpanjang dalam Alkitab. Sementara itu Mazmur 117 merupakan pasal terpendek dalam Alkitab, yang hanya terdiri dari 2 ayat.

Alkitab memiliki 31.102 ayat. 23.145 ayat Perjanjian Lama dan 7.957 ayat Perjanjian Baru. Ayat terpanjang terdapat dalam Ester 8: 9 dengan 80 kata dan 355 huruf. Sementara ayat terpendek terdapat dalam 1 Tawarikh 1:1 hanya dengan 11 huruf.

 

Para penulis Alkitab

Manusia mendapat kehormatan untuk dipakai oleh Allah menuliskan Firman-Nya. Tangan, bahasa, budaya, dan pendidikan manusia digunakan oleh Allah untuk menyampaikan FirmanNya. Dalam konteks ini, Firman Allah yang tak terbatas itu perlu disampaikan dalam bentuk yang terbatas supaya dipahami oleh manusia.

Allah menuntun dan mengilhami manusia untuk menuliskan isi dari Alkitab. Kurang lebih terdapat 40 orang menulis seluruh kitab-kitab dalam Alkitab. Mulai dari Musa yang menulis Kitab Taurat, hingga Rasul Yohanes dengan Kitab Wahyu.

Mengenai para penulis Alkitab, setiap orang memiliki pandangan dan persepsi yang berbeda-beda. Walau dituliskan oleh penulis dari latar belakang yang berbeda-beda, namun isi dari Alkitab tersebut tak ada yang bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka tetap menjaga eksistensi Tuhan Yesus dan memproklamirkan bahwa hanya ada Allah yang satu dan Esa.

Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tidak langsung ada sekaligus. Isi dari Alkitab itu sendiri sangat banyak, sehingga membutuhkan ribuan tahun untuk menjadi kitab yang utuh, yang disebut Alkitab.

Untuk menjadi suatu kitab yang utuh, maka diadakanlah Kanonisasi. Pembahasan kanonisasi dapat Anda baca di: #FaktaAlkitab: Sejarah Terbentuknya Alkitab, Bahasa dan Penyusunan Alkitab (2/3)

 

Konvensi Alkitab di Indonesia

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami