#FaktaAlkitab: Sejarah Terbentuknya Alkitab, Bahasa dan Penyusunan Alkitab (2/3)

#FaktaAlkitab: Sejarah Terbentuknya Alkitab, Bahasa dan Penyusunan Alkitab (2/3)

Claudia Jessica Official Writer
857

Kanon Alkitab Perjanjian Baru

Kanonisasi Perjanjian Baru dimulai oleh bapa-bapa gereja mula-mula.

Klemen dari Roma mencatat paling sedikit delapan kitab Perjanjian Baru (tahun 95). Ignatius dari Antiokhia mengenali sekitar tujuh kitab (tahun 115). Polikarpus, murid Rasul Yohanes, mengakui 15 kitab (tahun 108). Di kemudian hari Irenaeus mencantumkan 21 kitab (tahun 185). Hippolytus mengakui 22 kitab (tahun 170-235).

Tahun 367, Uskup Aleksandria Athanasius menyusun daftar Alkitab Perjanjian Baru dengan jumlah 27 kitab yang kita kenal sebagai kitab-kitab Perjanjian Baru dalam Alkitab.

Konsili Laodikea menjelaskan bahwa hanya Perjanjian Lama (bersama dengan Apokripha) dan 27 kitab-kitab Perjanjian Baru yang dibaca di gereja-gereja. Konsili Hippo tahun 393 dan Konsili Kartage tahun 397 juga meneguhkan ke 27 kitab yang sama sebagai kitab-kitab yang memiliki otoritas.

Ada tiga prinsip yang dimiliki konsili-konsili ini dalam menentukan apakah suatu kitab Perjanjian Baru itu betul-betul diilhamkan oleh Roh Kudus.

- Pertama, apakah penulisnya adalah seorang rasul atau memiliki hubungan dekat dengan seorang rasul

- Kedua, apakah kitab itu diterima secara umum oleh Tubuh Kristus, dan

- Ketiga, apakah kitab itu mengandung ajaran moral yang tinggi dan nilai-nilai rohani yang mencerminkan pekerjaan Roh Kudus

 

Rentang waktu penulisan kitab-kitab yang kita kenal dalam Alkitab kita saat ini, memakan waktu sekitar 1500 tahun (dari tahun 1400 SM-100 M). Bahkan proses pembentukannya menjadi Alkitab seperti yang kita kenal saat ini, membutuhkan waktu sekitar 1800 tahun (1400 SM - 367 M). Jika bukan karena kuasa Allah yang bekerja, maka mustahil terjadi pembentukan Alkitab yang membutuhkan waktu hampir 2000 tahun lamanya.

Apa yang dilakukan oleh manusia dalam proses pengumpulan kitab-kitab Alkitab tidaklah sempurna, namun Allah, dalam kedaulatanNya, tanpa memandang kebodohan dan keras kepala kita, telah membimbing Gereja mula-mula untuk mengenali kitab-kitab yang diilhamkanNya.

Yang paling menakjubkan, meski proses penulisan seluruh Alkitab terbentang dalam ribuan tahun, namun jika kita membaca secara teliti keseluruhan Alkitab, terlihat sangat jelas tentang kisah kasih Allah kepada manusia yang saling bertautan dari satu kitab ke kitab lainnya.

Dengan mengetahui proses pembentukan Alkitab ini, menolong kita untuk tidak mudah digoyahkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa kitab orang Kristen yang ada saat ini telah diselewengkan.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami