Bali Gak Melulu Pantai, Yuk Mampir ke Salah Satu Desa Terbersih di Dunia

Bali Gak Melulu Pantai, Yuk Mampir ke Salah Satu Desa Terbersih di Dunia

Inta Official Writer
1170

Bali memang identik dengan pantai. Keindahan pantai di Bali memang tidak bisa diragukan lagi. Banyaknya wisatawan asing yang memilih untuk menetap di Bali adalah salah satu bukti kalau Bali memang salah satu tempat yang luar biasa untuk dikunjungi.

Mungkin buat sebagian kita yang pernah berkunjung ke Bali, kini tempat ini sudah tidak lagi seperti dulu. Bagian tepi pantai selatan Bali sudah mulai sesak dipadati oleh para pelancong. Nggak heran sih, pantai disana memang sangat indah.

Tetapi, buat kita yang pengin liburan dan melepas penat, ada baiknya untuk berkunjung ke kawasan tengah maupun utara. Salah satunya adalah Desa Penglipuran. Yuk simak alasan kenapa desa ini nggak boleh kita lewatkan kalau lagi melancong ke Bali.

 

Kawasan yang Bali banget

Sebutan sebagai salah satu desa terbersih di dunia ini bukan tanpa alasan, lho. Apalagi kalau bukan pesona dan orang-orangnya yang ramah. Untuk berkunjung ke desa ini, kita harus menempuh perjalanan darat sekitar 45 km.

Berlokasi di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali ini masih sangat asri dengan budaya kental khas Bali. Desa Penglipuran ini disebut sebagai salah satu dari tiga desa terbersih di dunia selain Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.

 

 

Tempat yang cocok untuk membaur dengan masyarakat Bali

Destinasi wisata ini sangat cocok buat kita yang pengin merasakan kehidupan masyarakat Bali yang kental akan budaya. Disini, tradisi dan budaya lokal masih sangat terasa. Bahkan, hal ini sampai menuai pujian dari Menteri Pariwisata Arief Yahya, lho.

 

Baca Juga: Lagi Liburan ke Bali? Jangan Lupa Mampir ke Dua Desa Kristen Ini Ya..

 

Lokasi yang rapi dan bersih menjadi daya tarik tersendiri

Mulai dari gerbang depan, kita sudah bisa melihat kawasan yang sangat asri dan unik khas Bali. Dari pintu masuk setelah melewati Candi Bentar, kita bisa melihat kawasan dan perkampungan khas Bali lengkap dengan tanaman perindang di kanan kiri yang rapi dan bersih.

Luas desa ini seluas 112 hektar dan dihuni oleh sekitar 985 jiwa dengan 234 kepala keluarga ini tersebar pada 76 perkarangan. Untuk tata letak, dari rumah ke rumah bangunannya tidak ada perbedaan yang cukup mencolok, pun dari arsitekturnya.

Warga sekitar memang sangat menjunjung tinggi tradisi dan budaya, jadi jangan heran kalau kebersihan merupakan salah satu hal yang menarik dari desa ini. Hal ini juga menjadi alasan mengapa pelancong sangat nyaman saat berada di desa Panglipuran ini.

Untuk mampir ke desa ini, kita harus merogoh kocek 15 ribu rupiah untuk pelancong lokal dan 20 ribu rupiah untuk pelancong asing. Sayangnya, akses untuk berkunjung ke sini belum begitu mudah. Ada baiknya jika kita menggunakan jasa travel atau memilih menyewa motor yang biayanya hanya sekitar 75 ribu rupiah per hari.

 


Apakah kamu punya kisah perjalanan iman menemukan kasih Yesus? Atau kamu baru saja mengalami mujizat dan terobosan dalam hidupmu?  Yuk jadi berkat bagi orang lain dengan membagikan kisah kesaksianmu bersama kami di link berikut ini: http://bit.ly/BerbagiJawaban

Sumber : hipwee
Halaman :
1

Ikuti Kami