5 Tokoh Alkitab Ini Mau Mengakui Dosanya Dengan Terbuka, Gak Mudah Tapi Harus!

5 Tokoh Alkitab Ini Mau Mengakui Dosanya Dengan Terbuka, Gak Mudah Tapi Harus!

Lori Official Writer
1598

Mengaku adalah salah satu kata dalam bahasa Inggris yang punya lebih dari satu arti.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengaku memiliki beberapa arti diantaranya:

- menyatakan atau menganggap dirinya pandai, kaya dan sebagainya,

- membenarkan tuduhan kejahatan, menerima dan menyatakan dirinya salah dan keliru

- menanggung sesuatu, menganggap seseorang sebagai

Di dalam Alkitab, kata mengaku sendiri merupakan bentuk sikap kerendahan hati untuk melakukan pengakuan terhadap dosa yang diperbuat dihadapan Tuhan. 

Namun konsep pengakuan ini dianggap jauh lebih berkuasa jika disampaikan dihadapan satu atau lebih orang. Karena dengan itu, pertobatan seseorang menjadi lebih utuh. 

Pengakuan dosa menjadi salah satu kunci orang percaya dimerdekakan dari dosa. Karena itulah Tuhan mengundang semua orang, yang faktanya tidak luput dari dosa, untuk mengakuinya dihadapan Tuhan. 

Bagi kamu yang sampai saat ini masih sulit untuk mengakui dosa di hadapan Tuhan, mari belajar dari 5 tokoh Alkitab ini:

1. Raja Saul

Saul adalah raja pertama bangsa Israel. Saat dia terpilihm dia tampak seperti orang yang rendah hati (1 Samuel 9: 21). Dia menjadi pemimpin yang tegas dan berkuasa.

Sayangnya, Saul menjadi ceroboh dan iri dengan popularitas Daud (1 Samuel 18: 8). 

Suatu kali, Daud menghadap Saul dan bertanya tentang kekesalan sang raja terhadapnya. Lalu Saul pun mengakui dosanya.

“Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.” (1 Samuel 15: 24)

2. Yudas

Setelah menyerahkan Yesus kepada para pemimpin Yahudi, Yudas menyesali perbuatannya dan kembali mengakui bahwa apa yang dia lakukan itu salah. 

Dia menyesali keputusannya untuk mengkhianati Yesus. Bahkan mengembalikan uang hasil bayarannya dari para imam dan memilih untuk gantung diri.

“Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.” (Matius 27: 3-5) 

 

Baca Juga: Apa itu Pertobatan Sejati

 

3. Zakheus Pemungut Pajak

Yesus pernah bercerita tentang kisah beberapa pemimpin Yahudi. Dalam cerita itu, orang Farisi dengan jelas berpikir bahwa Yesus membela Zakheus si pemungut cukai dan orang berdosa itu. 

Namun karena apa yang disampaikan oleh Yesus, membuat Zakheus menyadari dosa-dosanya dan menyerahkan sebagian dari hartanya kepada orang-orang.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami