Ratapan di Malam Hari, Sukacita di Pagi Hari

Ratapan di Malam Hari, Sukacita di Pagi Hari

Lori Official Writer
      1007

1 Tesalonika 4: 16-17

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146; Yohanes 6; 2 Samuel 19-20

Waktu itu ketika masih sangat pagi dan bahkan hari masih gelap, Yesus bangkit dari antara orang mati.

Bukan matahari, tapi hanya bintang fajar yang bersinar di atas makam-Nya. Pantulan bayangan belum hilang, warga Yerusalem bahkan belum bangun dari tidurnya. 

Waktu itu masih malam, masih sangat gelap, Yesus bangkit kembali. Kebangkitan-Nya tidak mengganggu lelapnya kota. 

Hal serupa juga akan terjadi saat masa kebangkitan tubuh Kristus, Gereja. Saat masih pagi-pagi betul, waktu bintang pagi masih bersinar, seperti kebangkitan Yesus, orang-orang kudus akan bangun saat anak-anak malam dan kegelapan masih terlelap dalam tidur kematiannya. 

Kebangkitan tubuh Kristus tidak akan mengganggu siapapun. Dunia bahkan tidak mendengar suara yang memanggil mereka. Sebagaimana Yesus membaringkan mereka dengan tenang untuk beristirahat, masing-masing di kuburannya yang tenang. Seperti anak-anak dalam pelukan ibu mereka, tampak tenang dan teduh, Dia akan membangunkan mereka jika waktunya sudah tiba. 

Dari mulut mereka akan muncul ucapan, “Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!” (Yesaya 26: 19). Ke dalam kuburan mereka, sinar kemuliaan yang terdahulu menemukan jalannya. Pancaran pertamanya penuh, sementara awan timur masih menunjukkan tanda-tanda pemberontakan.

Aromanya yang lembut, keheningannya yang menenangkan, kesegarannya yang menguatkan, kesunyiannya yang manis, kemurniannya yang tenang, semua begitu syahdu tapi juga penuh harapan, ini yang mereka dapatkan.

Apa yang mereka alami sangat berbeda dengan apa yang dialami oleh anak-anak malam yang tidur dalam kematian. Waktu mereka mengibaskan rumput yang membebani, menyingkirkan kefanaan ke samping dan bangkit, dalam tubuh kemuliaan, untuk bertemu dengan Tuhan mereka di udara, mereka diterangi dan dibimbing menuju surga, di sepanjang jalan yang tak dilalui, oleh berkas bintang pagi, seperti Bintang Betlehem, membawa mereka ke hadapan Sang Raja. 

“Menangis mungkin bertahan selama semalam, tapi sukacita datang di pagi hari.” – Horatius Bonar

Seorang tentara pernah berkata, “Saat aku mati jangan bersuara di atas kuburanku. Sebaliknya, mainkanlah pertunjukan musik, sebuah panggilan kebangkitan kembali.”

 

 

Hak cipta Streams in the Desert, disadur dari Crosswalk.com

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR DI SINI

Ikuti Kami