Sering Dibully Bikin Aku Gak Layak dan Pengen Mati Saja – Baja Tarigan

Sering Dibully Bikin Aku Gak Layak dan Pengen Mati Saja – Baja Tarigan

Lori Official Writer
1925

Sejak kecil saya bercita-cita ingin jadi pilot. Tapi karena saya punya masalah pendengaran dari kecil. Sehingga saya kesulitan untuk mendengar dengan baik. Bahkan waktu saya kelas 1 SD, saya tidak naik kelas. 

Saya sering diejek bahkan dari SD, SMP sampai SMA. Mereka sering memanggil saya ‘Bolot’ atau budek. Sehingga saya sering kali menjadi bahan ejekan dari teman-teman saya. Saya jadi suka bertanya, ‘Kenapa saya dipermainkan seperti ini? Kok rasanya dunia ini gak adil? Teman-teman yang lain kok bisa mendengar dengan normal, kok saya gak bisa mendengar dengan normal?’

Saya juga sering jadi bahan permainan sama teman-teman saya. Misalnya teman saya panggil saya dan mereka mulai mempermainkan saya. Saya pun semakin dijauhin sama teman-teman. Itu yang membuat saya semakin terpuruk, membuat saya jadi sendirian dan semakin kecewa sama Tuhan.

Saya marah sama Tuhan. ‘Buat apa lagi Tuhan saya hidup?’ Saya sudah seringkali berdoa dan berapa kali ikut KKR, kok seperti Tuhan kayaknya gak adil. Yang lain datang ke Tuhan punya masalah pendengaran disembuhkan oleh Tuhan. Tapi kok saya berdoa, punya masalah pendengaran, yak ok gak disembuhkan sama Tuhan. Saya semakin marah, apa ada sesuatu yang salah dengan saya?

 

Dijauhi Teman Bikin Baja Jadi Penyendiri

Jadi karena dijauhi teman, saya jadi lebih suka di rumah, mendingan menyendiri. Di situ ada banyak majalah kakak saya yang berisi gambar-gambar porno yang akhirnya membuat saya terjebak dalam pornografi.

Saya sebetulnya tahu kalau pornografi itu dosa. Tapi saya merasa ya gak papalah toh sampai sekarang saya masih tetap hidup, toh saya gak dikasihi sama Tuhan. Buktinya saya minta berdoa kesembuhan untuk telinga saya, sampai saat ini ya masih seperti itu. Jadi saya berpikir, ya sudah jalan saja terus. Toh itu (pornografi) yang membuat saya nyaman.

 

Baca Juga: Disakiti Bapak Buatku Pengen Habisi Nyawanya – Parningotan Manullang

 

Pilih Bunuh Diri Saja  

Lagi sendirian di rumah, saya sempat ambil pisau. Lebih baik saya mati, buat apalagi saya hidup?

Saya sudah mau potong tangan saya dan saya dalam keadaan menangis. Tapi tiba-tiba terdengar suara. Suara itu bilang bahwa ‘Aku mengasihi kamu. Sekalipun orang lain menolak kamu.’ Saya bingung, saya lihat-lihat ke samping itu siapa yang ngomong? Padahal saya lagi sendirian dan suara itu muncul lagi. ‘Aku mengasihi kamu. Aku mengasihi kamu.’ Dan setelah itu saya menangis dan saya minta ampun sama Tuhan.

Walaupun saat itu saya tidak jadi bunuh diri, tapi saya tetap masih ada kekecewaan juga sama Tuhan. Sampai kapan gue punya masalah pendengaran seperti ini?

Waktu saya ikut retret, saya mendengar kotbah dari Matius 7 : 21-23 yang mengatakan bahwa, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Jadi dia menceritakan bahwa sekalipun kita jadi orang Kristen tapi kita tidak hidup kudus, ya kita akan menerima hukuman kekal. 

Jadi waktu saya mendengar khotbah pendeta itu, saya merasa tertuduh, saya merasa takut. ‘Wah gawat nih saya sudah orang Kristen dan saya masih terlibat dalam pornografi dan itu membuat saya akhirnya ketakutan. Dan saya berpikir kalau saya begitu terus, saya akan masuk neraka. Saya akan menerima penghukuman.’

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Setelah saya ikut retret SMA itu, perlahan-lahan saya mulai berubah. Tapi saya belum mau sungguh-sungguh bertobat. Saya masih bertanya sama Tuhan, masih berdoa masalah telinga saya ini. Dan kemudian suatu kali saya ingat 9 Januari 2004, di rumah saya itu ada persekutuan doa tengah malam. Saya gak pernah ikut itu. Saya belum mau ikut karena saya belum mau serius ikut Tuhan. Saya masih kesel sama Tuhan. Tapi ketika saya sedang tidur dan di bawah ada persekutuan doa, badan saya seperti tersetrum dan saya mendengarkan sebuah lagu ‘Mengalirkan kuasa Roh Kudus’ dan saya mendengar suara ‘Berlutut dan berdoalah’. 

Di kamar saya berdoa kepada Tuhan. Saya minta ampun sama Tuhan. Saya terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru slamat saya. Tiba-tiba saya diingatkan kembali oleh pengkhotbah yang pernah saya dengar.

Saya minta ampun akan semua dosa saya. Dan saya memohon supaya Tuhan memimpin masa depan saya. 

 

Baca Juga: Istri Bos Gangster yang Alami Sakit Aneh dan Kehilangan Segalanya - Yayuk Retnowati

 

Setelah saya bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruslamat saya, saya mulai berubah. Setiap hari saya menghabiskan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, membaca Alkitab dan berdoa. Setiap malam itu saya lakukan.

Akhirnya saya memutuskan masuk sekolah Alkitab di Institute Injil Indonesia. Dalam perjuangan saya belajar di sana, saya bisa lulus sebagai mahasiswa terbaik dan bahkan Tuhan terus menolong saya dan memampukan saya dalam segala keterbatasan saya sehingga saya bisa melanjutkan S-2 di Filipina.

Sekalipun kedua telinga saya belum sembuh, saya tetap bersyukur atas apa yang Tuhan lakukan dalam hidup saya. Saya tetap memegang kebenaran firman Tuhan yang berkata. ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Dalam kelemahan pendengar saya Tuhan tetap baik, hadir dan tetap menyertai saya. Itulah yang membuat saya sampai saat itu tetap bersyukur.

 

 

Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini https://bit.ly/yjInginDidoakan.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami