Siapa Tuan Dalam Hidupmu, Tuhan atau Uang?

Siapa Tuan Dalam Hidupmu, Tuhan atau Uang?

Lori Official Writer
      1129

Matius 6: 24

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 145; Yohanes 5; 2 Samuel 17-18

Para pengkhotbah sering dituduh terlalu banyak bicara soal uang.

Kadang-kadang beberapa orang yang merasa tidak nyaman berkata, “Aku tak lagi mau ibadah di gereja itu. Kebanyakan yang dibicarakan adalah soal uang.” 

Tahukah kamu apa yang makin membuatmu bingung soal hal ini? Faktanya pengkhotbah yang paling banyak bicara soal uang adalah Yesus. Alkitab mencatat khotbah Yesus tentang uang jauh lebih banyak daripada tentangsurga dan neraka. Kenapa?

Pastinya Yesus tidak bicara soal uang untuk tujuan supaya banyak orang memberi untuk pelayanan-Nya. Dia sama sekali tidak terdorong menyampaikan hal itu hanya karena motivasi diri sendiri. Dia sama sekali tidak punya motif egois dibalik pelayanan-Nya.

Bukan hanya itu, Yesus sama sekali tidak hidup dengan gaya hidup yang mewah. Yesus tetap hidup sederhana, bahkan tidak punya pakaian ber-merk atau buatan designer ternama.

Lalu kenapa banyak berkhotbah tentang uang? Aku percaya karena manusia bisa menggantikan Tuhan dengan uang. Ada banyak orang yang hancur karena tindakan mereka yang salah soal uang. Karena itulah uang disebut hamba yang baik, tapi bisa jadi tuan yang buruk. 

Kalau kamu jatuh cinta dengan uang, kamu sedang membuka kotak Pandora untuk segala macam kejahatan (1 Timotius 6: 10). 

Maka dari itu, orang Kristen selalu diingatkan untuk ekstra hati-hati dengan  uang dan tidak menjadikannya sebagai prioritas  utama dalam hidup.  Sekalipun kita bisa punya uang dan hidup dalam Tuhan, kita tetap tidak bisa melayani Tuhan dan uang dalam satu waktu.

 

UJIAN TERHADAP UANG

Adalah cara mudah untuk tahu siapa tuan sejatimu? Maksudku, kebanyakan orang percaya tidak pernah mengaku bahwa mereka melayani uang dan cinta akan uang. 

Jadi bagaimana orang percaya bisa tahu apakah dia diperbudak uang?

Caranya cukup sederhana. Setelah Yesus membuat pernyataan-Nya di Matius 6: 24, Dia melanjutkan sepuluh ayat berikutnya dan menyampaikan kekuatiran. Faktanya, Dia menyampaikan tiga kali soal kekuatiran akan kesehatan, kekayaan dan kebutuhan materi kita di masa depan. 

Kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan di atas lewat ujian kekuatiran. Kalau kamu kuatir akan kekayaanmu, berarti kamu sedang melayani uang dan bukan Tuhan.

 

Raja Damai

Alkitab menuliskan banyak istilah nama besar untuk Tuhan Yesus. Salah satu yang terbesar ditemukan dalam Yesaya 9: 6. Di sana disebutkan bahwa Yesus adalah ‘Raja Damai’. 

Waktu kita sepenuhnya berserah kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan atas segalanya, salah satu hasil yang kita dapatkan dari penyerahan itu adalah damai sejahtera. 

Ada damai sejahtera di dalam diri setiap orang yang datang berlutut dihadapan-Nya. Dan alasan ada kedamaian di dalam diri ini adalah karena Raja Damai sudah baik ke surga. Saat Dia benar-benar menjadi tuan kita, Dia akan mengisi hidup kita dengan damai sejahtera-Nya, terlepas dari keadaan buruk yang mungkin kita hadapi. Alkitab menyebutnya ‘Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal’ (Filipi 4: 8).

 

Hari ini mari tanyakan dirimu beberapa pertanyaan ini:

- Apakah kamu kuatir dan terganggu dengan keuanganmu?

- Apakah kamu cemas dengan investasimu?

- Apakah kamu takut dan bertanya-tanya bagaimana kamu bisa membayar tagihan ini itu? 

- Apakah kamu kuatir dengan masa depan keuanganmu?

Kalau ya, sudah waktunya kamu membangun bisnis dengan Tuhan.

 

Yuk ucapkanlah doa di bawah ini:

Ya Tuhan, ampuni aku. Tanpa sadar, aku sudah membiarkan uang di tempat pertama dalam hidupku. 

Aku sudah menaruh kepercayaanku pada uang untuk memenuhi kebutuhanku daripada mengandalkanmu untuk melakukannya. Ampuni aku atas hal tersebut.

Terima kasih sudah jadi Bapa yang penuh kasih dan yang mengetahui segala kebutuhanku (Matius 6: 32), memperhatikan kebutuhanku (Matius 6: 26) dan mampu memenuhi kebutuhanku (Matius 6: 30, 33).

Tuhan Yesus, Sang Raja Damai, jadilah raja dan tuan dalam hidupku. Aku memilih untuk mencari Engkau dan menghormati Engkau lebih dulu, terutama dan di atas segalanya. Dan aku percaya Engkau akan memenuhi segala kebutuhanku sebagaimana aku mempercayai Engkau. 

Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin

 

 

Hak cipta His Heart Ministries, disadur dari Crosswalk.com

Ikuti Kami