Pendeta Gereja Sulteng Dampingi Keluarga Korban Pembunuhan di Poso Pulih Dari Trauma

Pendeta Gereja Sulteng Dampingi Keluarga Korban Pembunuhan di Poso Pulih Dari Trauma

Lori Official Writer
745

Bagi sebagian masyarakat yang belum tahu, pada Selasa, 11 Mei 2021 sebuah insiden pembunuhan terjadi di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak empat petani ditemukan mati mengenaskan. 

Menurut hasil penyelidikan pelaku pembunuhan sadis tersebut diduga adalah teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. 

Tindakan tak manusiawi inipun mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk para pendeta dari Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Klasis Napu Kabupaten Poso. Secara khusus keluarga korban tentu saja masih diliputi perasaan duka yang mendalam sekaligus trauma terkait pembantaian yang dilakukan terhadap anggota keluarganya. Karena itulah dianggap perlu untuk memberikan pelayanan rohani berupa trauma healing kepada seluruh keluarga korban. 

“Sudah tentu dengan kejadian ini membuat warga di sana trauma begitu juga keluarganya. Makanya kami terpanggil untuk datang ke sana memberikan pelayanan,” ucap Pendeta Thomas Tontosi, seperti dikutip Kumparan.com, Minggu (16/5).

Bukan hanya itu, para pendeta Sinode GKST juga satu suara mendesak pemerintah untuk menjamin keamanan dan perlindungan para petani di Poso. Mereka juga mengingatkan supaya kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari.

“Kami menyadari mungkin aparat kita terbatas. Mereka tidak mungkin ada di setiap sudut. Namun jangan sampai kejadian ini membuat nilai kebangsaan kita tercabik-cabik. Saya kira kami masih percaya kepada aparat keamanan,” ungkap Pendeta Thomas, salah satu pendeta GKST.

 

Baca Juga: Berani Tuntaskan Konflik Ambon-Poso, JK Bangun Sekolah Alkitab Tuk Cegah Radikalisme

 

Sikap PGI Terkait Kasus Teroris MIT

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pun menyampaikan sikap tegas

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami