Apa Salah Gus Miftah Masuk Gereja? Ini Jawaban Menohok Denny Siregar…

Apa Salah Gus Miftah Masuk Gereja? Ini Jawaban Menohok Denny Siregar…

Lori Official Writer
417

Kehadiran ulama, da'i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Gus Miftah saat peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Penjaringan, Jakarta Utara jadi buah bibir di kalangan umat Muslim.

Padahal saat acara tersebut juga tampak hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang notabene juga adalah seorang Muslim.

Lalu kenapa kehadiran Gus Miftah di gereja jadi persoalan besar? Tak sedikit orang yang mulai melayangkan hujatan kepada tokoh besar agama Muslim itu. Meski begitu Gus Miftah membalasnya dengan bijaksana.

“Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat dan lain-lain…Kalian luar biasa. Bisa jadi Anda benar saya salah atau sebaliknya,” ungkap Miftah.

Dia menegaskan bahwa kehadirannya di gereja tersebut tidak bertujuan untuk menyampaikan ceramah, tetapi untuk acara peresmian gereja dan itu adalah sesuatu yang wajar.

 

Baca Juga: Gereja Terdalam di Dunia Rupanya Ada di Papua Loh! Begini Bentuknya…

 

Jawaban Menohok Denny Siregar  

Terkait bisa tidaknya umat Muslim masuk ke gereja bahkan di kalangan Muslim sendiri seakan masih belum satu suara. Jika sebelumnya ustad Somad menyampaikan jika umat Muslim hukumnya haram masuk gereja, maka penulis dan kritikus Denny Siregar menyampaikan bahwa sebagai Muslim dia dulu bahkan sering diundang ke gereja dan baginya itu hal yang biasa. Tak ada masalah. Bahkan hal itu tidak membuat imannya berubah atau berkurang sedikitpun. 

Datang ke rumah ibadah saudara yang berbeda agama, seperti ke gereja, menurutnya justru merupakan bentuk dari sebuah misi persahabatan.

“Saya dulu sering diundang ke Gereja..Dan oke oke saja, gada masalah. Bahkan iman saya juga gak berubah. Pihak pengundang tahu saya beragama Islam. Tapi mereka juga asik2 aja. Justru ketika diundang itulah saya menyampaikan misi persahabatan saya,” terangnya.

Denny juga menilai bahwa menghadiri undangan dari pihak gereja adalah hal yang sangat penting. Kenapa? Karena dia tidak mau merusak jalinan hubungan persaudaraan yang baik antarumat beragama.

“Saya tidak ingin ada kesalahpahaman antar umat beragama hanya karena ulah segelintir manusia. Dengan bersahabat itulah kita melindungi banyak umat Muslim di daerah yang mereka minoritas, supaya tidak terjadi gesekan yang dilakukan oknum2 beragama Islam di daerah lain, hanya karena mereka merasa mayoritas,” lanjutnya.

Dia juga menekankan bahwa menjalin hubungan persahabatan dengan umat yang berbeda agama sangat penting, sama pentingnya bersahabat dengan mereka yang berbeda suku dan ras. Jadi saat Gus Miftah harus dihujat karena menyampaikan salam persahabatan di sebuah gereja, hal itu justru baik. Karena semakin hal itu diperbincangkan, semakin viral pula keindahan persahabatan yang terekam dari momen tersebut. 

“Yang takut ketika umat berbeda agama datang mengunjungi tetangganya adalah mereka yang ingin negeri ini pecah. Mereka tidak paham persahabatan, bahkan tidak paham agama.. Sekali sekalilah datang ke Gereja, Vihara, Kelenteng ataupun rumah ibadah agama yang berbeda lainnya. Disana kalian akan melihat kebesaran Tuhan yang menciptakan manusia dengan perbedaannya dan kita diperintahkan untuk belajar dari itu semua,” pungkasnya.

 

Baca Juga: Minari, Perjalanan Iman Keluarga Imigran Korea Mencari Kehidupan di Negeri Paman Sam

 

Sebagai umat Kristiani, melalui kasus ini kita juga bisa memetik pelajaran supaya kita lebih menghormati dan menghargai umat beragama lainnya. Jangan biarkan pemahaman dan doktrin yang salah membutakan iman dan nalar kita sehingga kita mengabaikan hukum kasih yang terpenting dalam kehidupan kekristenan.

Semoga cara pandang kita akan perbedaan diubahkan ya lewat kasus ini. 

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami