Izinkan Gereja Tempat Berbuka Puasa Bagi Umat Muslim, Gereja Barcelona: ‘Kita Semua Sama’

Izinkan Gereja Tempat Berbuka Puasa Bagi Umat Muslim, Gereja Barcelona: ‘Kita Semua Sama’

Lori Official Writer
535

Sebuah Gereja Katolik di Barcelona menyediakan makanan berbuka selama bulan puasa bagi umat Muslim. Pemberian cuma-cuma ini pun mendapat sambutan baik dimana tampak sebanyak 50-60 orang berdatangan setiap hari untuk makan dan bahkan berdoa bersama.

Orang-orang yang datang berduyun-duyun ke Gereja Santa Anna yang sudah berusia ratusan tersebut pun dilayani dengan baik oleh para sukarelawan gereja. 

“Kita semua sama…Kalau kamu Katolik atau dari agama lain dan aku Muslim, tidak apa-apa. Kita semua seperti saudara dan kita harus saling membantu juga,” kata Hafid Oubrahim, seorang warga keturunan Berber Maroko. 

Selama bulan puasa, sepanjang hari umat Muslim tidak akan makan dan hanya akan berbuka setelah malam tiba dengan makanan pembuka yang dikenal dengan Iftar. 

Faouzia Chati, pemimpin dari Asosiasi Catalan Wanita Maroko adalah sosok yang biasanya mengatur acara berbuka puasa di kota Barcelona. Tapi karena aturan pembatasan Covid-19 di dalam ruangan memaksanya untuk mencari tempat dengan ventilasi yang baik dan memungkinkan semua orang yang hadir menjaga jarak sosial.

 

Baca Juga: Adakan Buka Puasa Bersama, Umat Kristen dan Muslim Menyatu di Baltom, Sulawesi Utara!

 

Hingga akhirnya, Chati bertemu dengan Pastor Peio Sanchez, pemimpin dari Gereja Santa Anna. Setelah melalui pembicaraan, pihak gereja dengan senang hati mengizinkan acara berbuka puasa diadakan di gereja. 

“Orang-orang sangat senang umat Muslim bisa berbuka puasa di Gereja Katolik, karena agama berfungsi untuk mempersatukan kita, bukan untuk memisahkan kita,” kata Chati.

Pastor Sanchez sendiri mengaku senang jika umat Muslim bahkan bisa beribadah dan berdoa di halaman gereja tersebut. “Walaupun budayanya berbeda, bahasa yang berbeda, agama yang berbeda, kami bisa duduk dan berbicara bersama,” kata Sanchez.

Sayangnya, tak semua orang memiliki pandangan yang sama. Beberapa netizen justru mengkritik tindakan gereja ini.

Terkait kritikan tersebut, pihak gereja akhirnya menyampaikan bahwa dalam setiap kebaikan, akan selalu ada kritikan. Namun mereka memilih untuk tetap melakukan tindakan tersebut karena itu adalah tentang persaudaraan.

“Seperti biasa, saat ada hal baru, selalu ada kritik. Karena kami masih dalam pandemi, Asosiasi Wanita Maroko meminta kami tentang bisakah merayakan buka puasa dengan para tunawisma. Karena kami memang bisa kami memilih untuk mengizinkannya, kami menyambut baik acara ini. Persaudaraan adalah tentang menyambut,” tulis pihak Gereja Santa Anna melalui sebuah ciutan di Twitter.

 

Baca Juga: Tak Hanya di Indonesia, Buka Puasa di Gereja Malah Tren di Mancanegara

 

Apa yang dilakukan Gereja Santa Anna tentu saja menjadi tindakan yang patut diteladani oleh gereja-gereja lain di berbagai belahan dunia. Walaupun secara keyakinan kita berbeda, tetapi mari memupuk rasa hormat dan toleransi dengan saudara berbeda keyakinan.

Sumber : Aljazeera | USnews
Halaman :
1

Ikuti Kami