4 Pelajaran Penting Dari Kisah Jalan Ke Emaus

4 Pelajaran Penting Dari Kisah Jalan Ke Emaus

Budhi Marpaung Official Writer
50747

Sampai hari ini, salah satu kisah yang diingat atau bahkan dibahas oleh umat Kristiani terkait kebangkitan Tuhan Yesus adalah peristiwa penampakan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya di jalan menuju ke Emaus. Jika kita mau memahami dan merenungkan apa yang terjadi di kota luar Yerusalem itu maka kita akan menemukan pelajaran-pelajaran penting yang berguna bagi kita yang hidup di saat ini.

Berikut empat hal yang bisa kita petik dari penampakkan Yesus kepada murid-murid-Nya yang sedang berjalan menuju ke Emaus:

1. Jangan tinggalkan persekutuan (Lukas 24: 13-20)

Emaus merupakan kampung yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem. Entah apa alasan sebenarnya kedua murid Yesus menuju ke sana, tetapi yang pasti tindakan kedua orang murid itu justru berlainan dengan sebagai besar murid Yesus yang memilih tinggal di Yerusalem.

Dengan kata lain kedua orang murid ini tidak memahami kebenaran dan berjalan di luar kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, kita jangan heran Yesus menegur kebodohan mereka. Dia melakukannya karena murid-murid tersebut tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi, bahwa pada akhirnya Anak Manusia akan bangkit dari maut pada hari ketiga kematian-Nya.

Kebangkitan Yesus adalah kemenangan bukan hanya untuk pihak Allah, tetapi juga untuk kita – orang-orang percaya kepada-Nya. Karena Yesus menang atas maut, maka kita pun pasti bisa menang atas masalah-masalah kita. Oleh sebab itu, jangan pernah lari dari gereja atau persekutuan ketika kita mengalami persoalan yang tidak mengenakkan. Sebab, kita pasti mampu keluar dari

2. Pahami Firman dengan benar (Lukas 24: 21)

Kedua murid tidak memahami dengan benar apa yang Yesus pernah sampaikan selama masih bersama-sama dengan mereka, mereka pikir Yesus akan memimpin mereka keluar dari penjajahan orang Romawi saat itu, tetapi kenyataannya Yesus malah ditangkap dan dihukum mati. Pemahaman yang salah mempengaruhi kepercayaan mereka sehingga mereka melakukan tindakan yang salah dengan meninggalkan Yerusalem.

Membaca, merenungkan dan memahami Firman Tuhan dengan benar akan membuat kita mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi kehidupan kita.

 

Baca Juga: Jalan Menuju Emaus

 

3. Yesus selalu hadir  (Lukas 24: 15)

Yesus bukan hanya Allah yang maha kasih atau maha kuasa tetapi juga maha hadir, Dia hadir ketika kedua murid sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran mengenai DIA, dan bukan hanya sekedar hadir tetapi Yesus mau berjalan bersama-sama dengan mereka (Lukas 24:15).

Sebagai murid Kristus kita harus menyadari dan percaya bahwa Dia Imanuel, Allah beserta kita. Yesus selalu hadir di setiap persekutuan orang percaya, Yesus selalu hadir di setiap saat kita bercakap-cakap dan bertukar pikiran mengenai DIA. Yesus selalu hadir bagi setiap orang yang memanggil nama-Nya. Bahkan Dia rela berjalan bersama dengan kita saat suka maupun duka.

"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)

"Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20)

4. Kita harus mengundang Yesus (Lukas 24: 28-29)

Lukas 24:28-32 menceritakan bagaimana Yesus berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya ketika hampir sampai di Emaus. Tetapi kedua murid mendesak agar Ia tinggal bersama dengan mereka. Akhirnya Yesus pun bersedia, dan malam itu merupakan malam yang penuh berkat karena Yesus mencelikan mata hati mereka yang buta, iman mereka kembali bangkit atau berkobar-kobar. Yesus sungguh memberkati mereka.

Jika ingin segala hal di dalam hidup kita diberkati, keluarga, usaha, pekerjaan, pelayanan, dan lainnya, maka kita juga harus ngotot atau mendesak agar Yesus selalu bersama-sama dengan kita, kita harus selalu mengundang Dia hadir di dalam segala bidang hidup kita sehingga Kerajaan Allah sungguh nyata di hidup kita.

 

Baca Juga: 17 Peran Penting Roh Kudus Dalam Hidup Orang Percaya

 

Penampakkan Yesus kepada murid-murid-Nya yang hendak berjalan menuju ke Emaus bukanlah peristiwa biasa. Kisah ini justru penuh dengan pesan yang berguna bagi kita. Akhir tulisan, mari kita sama-sama berjalan di dalam kebenaran-Nya dan taat senantiasa kepada-Nya.

 

Disadur dari bahan khotbah Pendeta Mexson Million

Sumber : misikasih.org / bm
Halaman :
1

Ikuti Kami