Memaafkan Tidak Mudah, Tapi Maaf akan Meringankan Langkahmu

Memaafkan Tidak Mudah, Tapi Maaf akan Meringankan Langkahmu

Noyanta Lumban Gaol Contributor
1130

Kolose 3:13 mengatakan, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” 

Setiap orang tentu pernah merasa kecewa dan sakit hati. Alih-alih memaafkan lebih banyak dari kita lebih memilih untuk memendam rasa kecewa tersebut. Memupuknya hingga menumbuhkan sakit hati. Bukannya melepaskan rasa kecewa tersebut, justru mungkin lebih bersenang-senang dengan rasa sakit itu dengan terus mengingatnya.

Manusia memang cenderung memiliki sifat masokis. Merasa senang disakiti secara berulang. Well, apa yang dinamakan dengan terus memendam dendam dan kecewa kalau bukan masokis? Kamu lebih merasa tenang saat bersenang-senang dengan rasa kecewa dan sakit hati alih-alih untuk bangkit.

Tidak ada yang baik-baik saja dengan rasa kecewa. Tidak ada yang merasa senang disakiti dan dikecewakan egonya. Semua orang pernah mengalami tersebut. Tapi tahukah jika rasa kecewa itu berawal dari terlalu tingginya harapan kita? Berharap boleh saja, tapi menuntut semua orang dapat membahagiakan kita adalah sesuatu yang tidak benar.

 

Baca juga: Masih Terus Berjuang, Yuk Belajar 4 Langkah Mudah Mengampuni Ini...

 

Setiap manusia memiliki keterbatasan. Jangan pernah menggantungkan bahagia kepada manusia lain, jika tidak ingin kecewa. Jika orang lain tidak dapat memahamimu, maka tugasmu yang memahaminya. Percayalah hal tersebut akan membuat hidupmu lebih tenang. Belajar untuk menerima dan tidak memaksakan keadaan.

Pilihlah untuk memaafkan dan melupakan rasa sakit dan kecewa yang kamu alami. Karena, kata maaf yang kamu ucapkan akan meringankan langkahmu di masa depan. Setiap orang berhak bahagia. Kita berhak untuk memperjuangkan kebahagiaan.

Maka maafkanlah orang-orang yang telah menyakitimu. Membuat kamu menangis, membuat hidup kamu kacau dan membuat kamu terlalu sibuk hingga abai kepada kebahagiaanmu. Perjuangkan apa yang hendak kamu raih, dan yakinlah bahwa kamu sanggup. Meskipun semua tidak akan lagi sama, tapi percayalah maaf akan membuat hidupmu lebih bahagia.

Efesus 4:32 menyatakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” 

Ketika kita memperhatikan betapa luar biasanya belas kasihan Allah dalam mengampuni kita, kita menyadari bahwa kita tidak berhak menahan anugerah ini dari orang lain. 

Kita telah berdosa kepada Allah dengan cara yang jauh melampaui apa pun yang orang lain dapat lakukan untuk melukai hati kita. Kalau Allah dapat mengampuni kita sedemikian rupa, bagaimana mungkin kita dapat menolak mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita? 

 

Baca juga: 15 Ayat Alkitab yang Jadi Alasan Kenapa Kita Harus Mengampuni Orang Lain

 

Perumpamaan Yesus dalam Matius 18:23-35 itu ilustrasi yang tepat sekali untuk kasus ini. Allah berjanji bahwa saat kita datang kepadaNya untuk meminta pengampunan, Dia akan memberikannya tanpa batas (1 Yohanes 1:9).

Pengampunan yang kita berikan juga hendaklah tanpa batas, sama seperti pengampunan Allah (Lukas 17:3-4).

 

Halaman :
1

Ikuti Kami