Minari, Perjalanan Iman Keluarga Imigran Korea Mencari Kehidupan di Negeri Paman Sam

News / 28 April 2021

Minari, Perjalanan Iman Keluarga Imigran Korea Mencari Kehidupan di Negeri Paman Sam

Lori Official Writer
919

Sutradara Lee Isaac Chung patut berbangga diri atas raihan film Minari di ajang Oscar 2021 yang mendapat 6 nominasi. 

Minari sendiri bercerita tentang sepasang suami istri asal Korea, Jacob dan Monica yang pindah ke sebuah pertanian di Arkansas, Amerika. Di sana mereka memulai hidup dengan bertani. 

Chung pun memadukan dua budaya dalam film ini yaitu Korea dan Amerika. Lingkungan keluarga yang juga dikelilingi oleh orang-orang kulit putih membuat mereka belajar beradaptasi. 

Bukan saja menyoroti perjalanan memulai kehidupan sebagai petani, Minari juga menyoroti peran gereja setempat dalam kehidupan keluarga asal Korea ini.

 

Baca Juga: Salut, Pemenang Oscar 2021 Kembali Disabet Orang Asia. Siapa Aja Ya?

 

Sebuah majalah Katolik di Amerika menuliskan bahwa Minari adalah film yang berisi pemahaman tentang alam yang erat kaitannya dengan dunia pertanian. Menariknya, film ini dibubuhi dengan komedi kehidupan orang Kristen Amerika yang cukup menghibur. 

“Bagi banyak imigran Korea-Amerika, gereja sudah jadi pusat komunitas,” kata Chung.

Bagi keluarganya, orang-orang gereja sendiri berbaur menjadi sahabat dan sumber pendukung mereka. Dimana setiap minggunya jemaat gereja akan berkumpul dan makan bersama setelah ibadah. Dia juga masih mengingat satu momen dimana jemaat gereja akan berkumpul untuk berdoa jam 5 subuh dimana ayahnya sendiri yang membawakan khotbah sepanjang minggu.

“Mereka mencari Tuhan karena situasinya sulit. Mereka seperti berpegang teguh pada harapan mereka,” katanya.

Kehidupan berkomunitas inilah yang menurut Chung menjadikan gereja bukan sekadar tempat beribadah, tetapi tempat untuk saling menguatkan dan mendukung.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Diangkat Dari Autobiografi

Kisah pembuatan film ini juga terbilang menarik. Pasalnya, film ini rupanya diangkat berdasarkan kisah kehidupan sang sutradara sendiri. 

Lee Isaac Chung menyampaikan bahwa sebagian besar kisah di dalam film adalah kisah masa kecilnya di Lincoln, Arkansas. Sebagai anak dari keluarga imigran Korea, setiap hari Chung dan kakak perempuannya akan diantar oleh orangtuanya ke sekolah Kristen First Baptist Church. Di sana mereka mulai membangun hubungan dengan anak-anak lain dan belajar bahasa Inggris.

Berbaur dengan banyak orang kulit putih di lingkungan Kristen saat itu membuat Chung belajar tentang banyak karakter. Hal inilah yang ingin sekali dia sampaikan lewat Minari. 

“Aku merasa ada banyak sisi spiritualitas yang kami dapatkan lewat hubungan kami dengan orang-orang dan cara kami memilih untuk memandang orang lain,” katanya.

Banyaknya pelajaran kehidupan yang dibubuhkan dalam film inilah yang membuat Minari sukses jauh sebelum meraih nominasi Oscar. Lewat tayang perdananya di Sundance Film Festival tahun 2020 lalu, Minari dianugerahi penghargaan Grand Jury Prize dan US Dramatic Audience Award. Gak sampai di situ, film ini juga mengantongi piala Golden Globe berbahasa asing terbaik di awal tahun 2021 ini.

 

Baca Juga: The Penthouse: War In Life, Drama Korea yang Mengisahkan Keserakahan Hingga Perselingkuhan

 

Pesanan Tentang Menghargai Imigran

Ada banyak orang Asia yang harus menjalani hidup di tengah kaum mayoritas kulit putih.

Isu diskriminasi terhadap kaum minoritas di Amerika telah membuat film ini menjadi penting. 

Kisah masa kecil Chung yang dikelilingi oleh orang-orang kulit putih bisa menjadi pelajaran penting bagi penonton. Lewat Minari, para penonton diharapkan bisa memandang sisi keragaman komunitas Asia-Amerika. 

“Penting sekali, terutama sekarang dimana ada banyak kekerasan dan sentimen anti-Asia di komunitas, untuk punya gambaran dan representasi budaya positif dalam komunitas,” kata Jean Neely, Dosen di Azusa Pacific University.

Nah, buat kamu yang penasaran sama film ini bisa mulai nonton di bioskop ya.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami