Pesan Menohok Dari Pendeta Gilbert Lumoindong dan Menag ke Pendeta Jozeph Paul Zhang

Pesan Menohok Dari Pendeta Gilbert Lumoindong dan Menag ke Pendeta Jozeph Paul Zhang

Lori Official Writer
5171

Kasus penistaan agama yang dilayangkan kepada Pendeta Jozeph Paul Zhang masih jadi perbincangan hangat di dunia maya. Dari pemerintah, lembaga keagamaan hingga tokoh agama ikut berkomentar.

Sebelumnya PGI menyampaikan bahwa kredibilitas Pendeta Jozeph sendiri masih diragukan sehingga pernyataannya yang terkesan merendahkan keyakinan lain sama sekali tak perlu digubris.

Meski begitu, masih saja banyak pihak yang meresponi kasus tuduhan penistaan tersebut. Komentar lain diantaranya datang dari Pendeta besar Gilbert Lumoindong. Dalam pernyataannya, dia justru menilai jika Pendeta Jozeph adalah seorang pengacau dan harus segera bertobat.

“Buat saya rekan yang namanya Paul Zhang ini harus bertobat, karena beliau bukan pengabar injil, beliau pengacau,” kata Pendeta Gilbert.

Dia juga menyebut Pendeta Jozeph sebagai orang yang arogan karena status keberadaannya di luar negeri. Sehingga pihak kepolisian akan sulit untuk menangkapnya.

“Mungkin ya karena arogannya, karena kesombongannya, karena merasa tidak di Indonesia, muncul kesombongan dengan berkata ‘Siapa yang bisa melaporkan saya, saya bayar Rp 1 juta’. Jadi ini adalah ciri-ciri lebih tepatnya saya menyebutnya preman yang berjubah pendeta,” kata Pendeta Gilbert.

 

Baca Juga: Nista Agama Sampai Ngaku Nabi Ke-26, Siapa Sih Pendeta Jozeph Paul Zhang?

 

Sebagai perwakilan dari pemimpin Kristen di Indonesia, dia pun meminta maaf kepada semua umat Islam atas ucapan yang disampaikan oleh Pendeta Jozeph. 

“Saya mewakili para pendeta meminta maaf kepada umat Muslim, secara khusus yang tersakiti, terlukai dan betul-betul tercobek hatinya karena apa yang dibuat oleh salah seorang rekan saya, mungkin saya nggak kenal tapi karena dia menyebut-nyebut diri sebagai pendeta, saya sebagai sesama umat Kristiani meminta maaf kepada rekan-rekan saya umat Islam. Apalagi di bulan yang diakui sebagai bulan suci Ramadhan yang seharusnya kita saling menjaga kasih, menjaga ketenteraman,” ucapnya.

 

Komentar Menteri Agama

Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut meminta supaya Pendeta Jozeph...

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA -->

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami