Mengapa Kamu Mencari yang Hidup di Antara yang Mati?

Mengapa Kamu Mencari yang Hidup di Antara yang Mati?

Claudia Jessica Official Writer
      1284

 

Lukas 24: 5-7

Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 82; Roma 10; Ulangan 11-12

“Mengapa kamu mencari yang hidup di antara yang mati?”

Dalam kekaguman, kemuliaan, dan kegembiraan akan kebangkitan Kristus, keraguan ini adalah inti dari Injil. Hal ini mendorong iman kita dan memberi kita harapan dari dunia yang gelap.

Kebaktian di Hari Minggu merupakan momen terpenting dalam seluruh sejarah. Saat kematian dikalahkan, harapan akan hidup. Hari dimana mereka yang mencari kematian, justru menemukan kehidupan yang kekal.

Bagi saya, hal ini memiliki makna pribadi.

Saya dibaptis pada hari Paskah ketika berusia tujuh tahun. Meskipun kenangan lain tidak dapat saya ingat dengan baik, naming momen ketika saya dibaptis tetap hidup dalam ingatan saya dan hal itu terasa sangat nyata.

Saya ingat ketika saya diselimuti oleh air, dan merasakan aliran udara Ketika saya muncul ke permukaan, diangkat ke kehidupan yang baru. Saya benar-benar paham apa arti semua itu. Sama seperti Yesus bengkit dari kematian, sekarang saya telah dibangkitkan ke kehidupan yang baru.

Pada usia saya yang ke tujuh, saya mengerti semua itu.

Apa yang belum saya mengerti adalah makna dari pertanyaan kuno itu, “mengapa kamu mencari yang hidup di antara yang mati?”

Saya tidak mengerti memahami arti pertanyaan tersebut bagi para wanita yang mendengarnya, bagi anak usia tujuh tahun dan bagi kita semua?

Pernyataan yang muncul dalam Lukas 24, dimulai dari catatan di bawah ini. Di akhir pasal 23, Yesus sudah mati. Yang berarti, harapan sudah mati.

Sekelompok wanita datang ke kuburannya untuk mengurapi jenazahnya dan memberikan penguburan yang layak. Teman mereka telah meninggal karena kematian yang tidak seharusnya demikian, Ia disiksa, bahkan tidak dikuburkan dengan benar. Mereka berusaha memberi penghormatan terakshi kepada orang itu.

Mereka tidak mencari mujizat. Mereka tidak mencari penggenapan nubuat. Mereka tidak berusaha untuk mendengar dari para malaikat, atau menjadi yang pertama di bumi yang mewartakan Injil tentang Juruselamat yang telah bangkit.

Mereka hanya berada di kuburan mencari orang mati.

Tepat saat para malaikat muncul untuk mengumumkan kelahirannya, seorang malaikat muncul untuk memproklamasikan kebangkitannya.

Namun proklamasi ini datang dalam bentuk pertanyaan, “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara yang mati?” Yesus hidup, dan seluruh Surga sudah tahu apa yang tidak diketahui bumi.

Saat kami menangis, Surga bersukacita.

Namun, kita masih melakukan kesalahan yang sama dan mengerikan. Alih-alih mencari yang hidup, atau memercayai dan mengikuti Juruselamat yang telah bangkit dan kehidupan berkelimpahan yang hanya dapat diberikan oleh Dia, kita mencari kebenaran dan kehidupan serta harapan di antara apa yang mati dan membusuk.

Kata-kata malaikat menyatakan: “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”

“Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.” (Lukas 24: 6-8).

Sama seperti mereka, kita sering melupakan kata-katanya dan harus diingatkan kembali.

Kita percaya pada mereka yang mengatakan “damai damai” ketika tidak ada perdamaian. Kita percaya pada keberuntungan, kita percaya pada pemerintah, dan logika kita sendiri yang cacat ketika kebenaran telah memberitahu kita bahwa kita berada di tempat yang salah, dan mencari hal yang salah.

Kita berkeliaran di sekitar makam ketika Anak Allah hidup dan bekerja di tengah-tengah kita.

Sampai hari ini, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti dimana malaikat itu bertemu dengan wanita-wanita ini beserta dengan pertanyaan tersebut.

Tidak ada yang bisa menunjuk suatu tempat dengan kepastian yang tak tergoyahkan dan berkata, ‘di sinilah hal itu terjadi’.

Ada dua tempat yang mengklaim sebagai tempat itu, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu kebenarannya.

Alasannya adalah Yesus tidak berada di sana untuk waktu yang lama. Setelah para wanita keluar dari kubur dengan bersukacita, merayakan, membawa berita terhebat yang pernah disampaikan kepada siapa pun di mana pun, itu tidak masalah.

Kematian telah dikalahkan, dan Yesus hidup selamanya.

 

Hak cipta oleh Jason Soroski. Disadurkan dari crosswalk.com.


Jangan berhenti di kamu jika artikel ini memberkati! Bagikan juga kepada teman-temanmu agar dapat memberkati mereka dengan pengetahuan baru! Selain itu, kamu juga bisa menjadi berkat bersama kami dengan mendukung jawaban.com untuk terus memproduksi konten-konten baru setiap harinya.

Kamu bisa menjadi mitra CBN dengan melakukan donasi sebesar 50 ribu dalam sekali pemberian atau setiap bulan. Kabar baik bagi kamu kamu yang berdonasi sebesar 250 ribu setiap bulan, akan mendapatkan bonus berupa kaos polo, atau mug selama persediaan masih ada. Selain itu, jika kamu sudah berdonasi selama 3 bulan berturut-turut, kamu bisa mengikuti webinar-webinar lain yang akan diadakan oleh CBN. Jika kamu tergerak untuk bergabung, DAFTARKAN DIRIMU DI SINI.

 

Ikuti Kami