Tamar, Rela Jadi Wanita Sundal Demi Menjadi Keturunan Sang Mesias

Tamar, Rela Jadi Wanita Sundal Demi Menjadi Keturunan Sang Mesias

Claudia Jessica Official Writer
885

Tahukah kamu bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah? Siapa sangka, bahwa raja-raja yang memerintah di Israel berasal dari keturunan Tamar, seorang wanita dari bangsa penyembah berhala.

Mengenai Tamar, tokoh ini tidak bisa dipisahkan dengan seorang tokoh Alkitab bernama Yehuda, mertua yang menjadi suaminya. Kok bisa ya? Mari kita bahas!


Jika kamu lebih suka menonton, kamu bisa simak kisah tama di: 

[VIDEO] #FaktaAlkirab: TAMAR, Tidur Dengan Mertua dan Raja-raja yang Memerintah di Israel


Latar belakang

Dalam Alkitab ada tiga nama Tamar yang menonjol, yakni Tamar wanita Kanaan, Tamar putri Daud, dan Tamar putri Absalom (Kejadian 38: 6, 1 Sam. 13: 1, dan 2 Sam. 14: 27). Kali ini, kita akan membahas sosok Tamar, menantu Yehuda yang dituliskan dalam Kitab Kejadian.

Tamar berasal dari Adulam, yakni salah satu wilayah di Kanaan yang menjadi bagian dari bangsa yang tidak mengenal Allah. Namanya pertama kali muncul dalam Kejadian 38: 6.

Terjemahan literal dari nama Tamar (תמר) adalah "pohon palem". Nama ini jarang digunakan dalam masyarakat tradisional Yahudi. Mungkin karena dua dari tiga tokoh dalam Alkitab yang menyandang nama itu digambarkan terlibat dalam perselingkuhan yang kontroversial.

Namun demikian, di antara nama-nama di Alkitab nama Tamar dihidupkan kembali dan secara aktif dipromosikan oleh para pionir gerakan nasionalis Yahudi internasional dan membuat nama ini menjadi nama umum di negara Israel.

Kontroversi Tamar dan Mertuanya

Dalam Kejadian 38, kisah Tamar tidak bisa dipisahkan dengan sosok Yehuda. Dalam cerita tersebut, Yehuda, putra keempat dari Yakub (Israel), telah meninggalkan ayah dan saudara laki-lakinya dan menikahi seorang wanita Kanaan bernama Shua. mereka pun memiliki tiga orang putra yakni, Er, Onan dan Syela.

Ketika putra tertua mereka, Er telah dewasa, Yehuda dan Shua lalu mencarikannya seorang istri. Ia adalah bernama Tamar. Namun, menurut Kitab Suci, Er jahat di mata Tuhan, dan Tuhan mengambil nyawanya, sehingga membuat Tamar menjadi janda (Kejadian 38: 7).

Karena Er mati sebelum memiliki anak laki-laki, maka Yehuda memberikan Onan, adik Er, untuk menikahi Tamar (janda dari Er), agar nanti didapatkan putera atas nama Er.

Pernikahan ini disebut Hukum Pernikahan Levirat, yang artinya "Apabila seorang mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka saudaranya harus mengambil janda dari kakaknya tersebut untuk menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar. Aturan ini menggantikan kedudukan suami yang meninggal jika tidak memiliki anak. Penggantinya adalah saudara laki-laki itu, dengan demikian anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel,” demikian firman Tuhan dalam Ulangan 25:6.

Tanggung jawab “Pernikahan Levirat” kini di pegang oleh Onan. Meskipun Tamar sudah menjadi istrinya namun Onan menghindari tahapan penuh dari persetubuhan dengan menyia-nyiakan benihnya di tanah agar tidak memberikan keturunan kepada saudaranya. Itu adalah tindakan keji yang tidak menyenangkan Tuhan, dan karenanya Tuhan juga mengambil nyawa Onan (Kejadian 38: 10).


Baca juga: Rahab, Seorang Pelacur yang Menjadi Penyelamat Iman


Di lain pihak, Yehuda menimpakan kesalahan kepada Tamar atas kematian kedua anaknya dengan mengusir Tamar untuk kembali ke rumah ayahnya sendiri (Kej. 38: 11). Disatu sisi kepergian Tamar ke rumah orangtuanya memiliki maksud tersendiri bagi Yehuda dimana ia sebenarnya tidak berniat melanjutkan “Pernikahan Levirat” dengan menikahkan anak bungsunya Syela dengan Tamar.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami