Membedah Makna Galatia 2: 20

Membedah Makna Galatia 2: 20

Claudia Jessica Official Writer
      820

Galatia 2:20

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 79; Roma 7; Ulangan 5-6

Tidak ada yang ayat yang dapat merangkum apa yang telah Yesus lakukan dengan jelas selain kesaksian Paulus dalam Galatia 2: 20. Tidak ada ayat yang dapat membingkai apa yang harus kita nyatakan pada momen sakral ini selain dari kata-kata Paulus yang dapat kita tegaskan untuk diri kita sendiri dengan lebih jelas.

Dengan menggunakan pelajaran singkat dalam tata bahasa Alkitab, kita telah berkumpul untuk mengingat salib Kristus. Kita perlu mengingatnya bukan sebagai sejarah, namun kita harus melihatnya sebagai suatu peristiwa di mana kita menjadi bagian didalamnya secara pribadi, langsung, dan kuat.

Galatia 2:20

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,

melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging,

adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah

yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

“Tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup” adalah satu kata dalam teks asli Perjanjian Baru, dan kata tersebut lah yang membentuk ayat ini. Kata ini dikenal oleh para sarjana Yunani sebagai kata #4957, dan merupakan kata yang dapat ditemukan sebanyak lima kali dalam Perjanjian Baru. Secara harfiah, kata ini berarti “menyalibkan sendiri dengan”.

Untuk lebih memahami kata ini, kita harus memperhatikan tiga bagian tata bahasa yang diilhami. Sustauroo diterjemahkan menjadi “Aku telah disalibkan” adalah kata kerja yang sempurna, kalimat pasif, dan mood indikatif.

Jadi, jika kita menggunakan semua kebenaran tata bahasa yang disatukan, Paulus berkata, “Apa yang saya katakan adalah fakta, sebenarnya saya telah disalibkan oleh Allah dengan Yesus Kristus. Tuhan menyalibkan saya, dan saya tidak melakukannya sendiri. Iti terjadi dan telah diselesaikan di masa lalu. Sekali dan untuk selamanya, tidak perlu ada pengulangan.”

Jadi, ketika Paulus berkata Kristus disalibkan, dia berkata bahwa Kristus menyalibkannya juga. Dan jika kamu memahami ajaran persatuan kita dengan Kristus dari Firman Tuhan berarti, setiap kita juga disalibkan pada hari itu Bersama Yesus Kristus.

Kita perlu percaya dan bertumbuh dalam iman untuk memahami penyaliban Krsitus adalan penyaliban kita juga.

Setiap orang percaya  telah meninggal pada saat yang sama dengan Yesus hampir 2.000 tahun yang lalu dengan cara yang luar biasa yang hanya dapat diselesaikan dan dijelaskan oleh Tuhan. Kita telah mati dengan cara yang nyata dan kuat secara rohani di dalam Kristus di salib-Nya yang kita peringati hari ini.

Meskipun kita semua mungkin terlihat sangat hidup, kenyataan adalah hari ini, 20 abad yang lalu, kita digantung di kayu Salib bersama Yesus Kristus. Saat Dia mati, kita juga mati.

Dan setelah kematian-Nya, dua orang yang penuh kasih menurunkan tubuhNya dan menguburkan-Nya di kuburan pinjaman, kita juga dikuburkan bersama Kristus. Ketika Dia mati, kita mati. Ketika Dia dikuburkan, kita dikuburkan.

Dan Ketika Dia keluar dari makam tersebut pada hari Minggu pagi, setiap kita juga keluar Bersama-Nya! Ketika Dia mati, kita mati. Ketika Dia dikuburkan, kita dikuburkan, Ketika Dia bangkit, kita bangkit.

Kebenaran itu harus mengalir melalui hati dan pikiran setiap orang percaya di dalam Kristus.

 

Disadurkan dari crosswalk.com.


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami