Tiga Sosok yang Kehilangan Kehidupan Kekal Meski Dekat Dengan Yesus

Tiga Sosok yang Kehilangan Kehidupan Kekal Meski Dekat Dengan Yesus

Lori Official Writer
      1393

Matius 26: 65

Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.

 

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 78; Roma 6; Ulangan 3-4

Dua kali setiap tahun umat Kristiani selalu merayakan musim-musim kehidupan Yesus di bumi. Yang pertama perayaan kelahiran-Nya dan kedua kematian-Nya. 

Dua perayaan ini jadi pembuka dan penutup catatan yang Yesus sampaikan tentang perjalanan hidup-Nya.

Ada tiga orang berpengaruh yang dekat dengan Yesus di detik-detik akhir hidup-Nya. Tapi mereka sama sekali tidak memperoleh janji atas kematian, penguburan dan kebangkitan-Nya. Ketiganya adalah Pilatus, Herodes dan Kayafas. 

Waktu membuka Matius 26, mari memeriksa tiga orang yang kemudian kehilangan segalanya dalam hidup mereka. Tuhan sendiri meninggalkan mereka.

Pertama, Pontius Pilatus. Dia lalai, tidak tertarik, acuh tak acuh, dan pasif. Kedua, Herodes, si pembunuh bayi. Dia adalah seorang raja yang tidak layak memimpin umat Allah karena tabiatnya yang menolak dan membenci Yesus. Lalu yang ketiga adalah Kayafas. Kayafas adalah Imam Besar yang mewakili semua bangsa di hari Paskah. Tapi dia melewatkan janji keselamatan karena sikapnya yang aktif menentang dan menjatuhkan Yesus.

Apa yang bisa kita pelajari dari ketiga sosok ini? Dari Pilatus kita melihat adanya ketidakpercayaan dalam dirinya. Dia mungkin terpesona dan penasaran dengan apa yang dilakukan Yesus, tapi dia tidak berani maju lebih dalam untuk mengenal Dia. Dia memilih percaya dengan pasif. 

Dari Herodes kita bisa melihat bahwa desakan berkelanjutan kepada Kristus dan para pengikut-Nya bisa menyebabkan kebutaan rohani kalau tindakan itu tidak disertai dengan iman. Tidak ada orang yang punya kesempatan terbaik untuk mengenal Yesus selain keluarga Herodes. Tapi tidak ada yang lebih getol menolak kebenaran selain keluarga Herodes. Hal inilah yang membuat dia kehilangan kesempatan berharga memperoleh kehidupan kekal.

Dari Kayafas, kita belajar tentang kekejaman seseorang. Hatinya penuh dengan kelicikan dan kejahatan dan jika dibiarkan, hatinya akan semakin keras. Waspadalah dengan sikap seperti ini. Karena hati inilah yang dipakai si iblis untuk membuat kita kehilangan kesempatan memperoleh janji kekal dari Tuhan. Hanya hati yang dipenuhi oleh Roh lah yang bisa membongkar keberdosaan kita, punya kerinduan untuk disucikan dan mau taat.

Mereka bertiga adalah orang-orang besar yang sangat dekat dengan Salib tapi jauh dari kasih Tuhan. Mereka tidak peduli, abai,  penuh kebencian, dibutakan dan angkuh.

Jangan biarkan minggu ini berlalu begitu saja, berhenti dan biarkan keajaiban kasih Kristus menyapamu. Pandanglah kekudusan-Nya dan kesalahanmu, kesempurnaan-Nya dan dosa mu. Kelayakan dan ketidaklayananmu sepenuhnya. Jangan menolak Dia dengan sikap acuhmu seperti Pilatus. Jangan menolak kebenaran-Nya seperti Kayafas. 

Kayafas percaya dengan sistem, Pilatus percaya pada dirinya sendiri. Kayafas menolak sesuatu yang dia sudah tahu adalah kebenaran, Pilatus mencari Dia tapi tidak dengan sepenuh hati.

Suatu saat di masa depan, hidup kita akan berakhir. Kita akan meninggalkan catatan kehidupan kita. Jangan sampai kita meninggalkan catatan seperti Kayafas.

 

Hak cipta Dicoverthebook.org, disadur dari Crosswalk

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com. Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

Ikuti Kami