Tinggalkan Masa Lalumu! Karena yang Lama Sudah Berlalu dan yang Baru Sudah Datang

Tinggalkan Masa Lalumu! Karena yang Lama Sudah Berlalu dan yang Baru Sudah Datang

Lori Official Writer
      1121

Filipi 3: 12-14

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 77; Roma 5; Ulangan 1-2

Tadi malam, aku pergi ke pertandingan bola basket kampus bersama istri dan anakku. Untuk pertama kalinya setelah sekian lamanya. Aku diliputi perasaan sungkan dengan orang-orang di sekitarku. 

Waktu kami duduk dan menunggu permainan dimulai, tingkat ketidaknyamananmu terus naik setelah melihat arena itu dipenuhi oleh anak-anak kampus. 

Tren pakaian, musik Hip Hop yang menggelegar, dan persahabatan antara para siswa membawaku kembali ke tempat yang sering aku hindari. Waktu aku berkendara pulang, aku gak bisa menahan diri untuk tidak merenungkan semua tekanan yang aku alami di masa remaja.

Jangan salah paham. Aku senang mengenang hari-hari indah seperti halnya aku sekarang ini. Aku pikir kita semua punya setidaknya beberapa kenangan indah yang membuat kita memejamkan mata sejenak dan memikirkan hal-hal yang sangat kita rindukan. Misalnya, kalau kamu seperti aku, gak akan pernah ada masa yang lebih baik buatku selain daripada bermain musik selama masa-masa SMA.

Band-band grunge seperti Smashing Pumpkins, Soundgarden dan Stone Temple Pilots masih jadi yang terpopuler. Band-band seperti Incubus dan Rage Againts the Machine berada di garis depan dari yang disebut gerakan Nu Metal. Dan aku masih setia mengenakan kemeja flannel hijau yang sama dari SMA. Ya, itu menyenangkan…

Aku suka mengenang kenangan-kenangan indah itu dalam hidupku, bahkan sampai hari ini. Walaupun aku sudah berusia 30-an sekarang, dan satu atau dua helai rambut di janggutku sudah ubanan. Aku mulai sadar kalau aku sudah mulai mendengus saat aku mulai duduk atau berdiri, seperti merasa kesakitan

Apa yang terjadi denganku? Aku juga tinggal dengan seorang remaja yang gak pernah gagal membawaku kembali ke semua drama-drama kehidupan anak remaja. Maksudku, memikirkan kembali hal-hal menyenangkan itu. Tapi biasanya hal-hal itu tidak terlalu menyenangkan.

 

Baca Juga:

Mana Pilihanmu? Hidup Dalam Kepahitan atau Berdamai Dengan Masa Lalu

Jangan Genggam Masa Lalumu! Pakailah Itu Sebagai Ingatan Akan Kasih Tuhan

 

Kenangan kurang menyenangkan lain waktu aku SMA adalah saat aku mulai jadi penyendiri. Aku tidak lagi bicara tentang James Dean yang super keren atau Arthur Fonzarelli yang penyendiri/pemberontak. Aku selalu jadi anak laki-laki SMA yang gak bisa bergaul.

Tapi lucunya, hidupku berubah sepenuhnya setelah aku menjadi seorang Kristen pada tahun 2002. Aku merasa seperti perlahan-lahan jadi lebih percaya diri akan diriku sendiri. Aku tak lagi peduli dengan pandangan orang lain atas diriku. Tapi mencoba untuk memahami bahwa setiap orang diciptakan secara berbeda. Kita hanya bisa mengendalikan diri kita sendiri dan cara kita memilih berinteraksi dengan 7 miliar orang lainnya di planet ini.

Jadi setelah kami kembali dari pertandingan itu, aku meminta Tuhan untuk membantuku belajar dari apa yang aku rasakan. Kenapa aku begitu tidak nyaman dan getir terhadap orang-orang asing itu? Ada apa dengan masa laluku sehingga seolah aku merasa ingin menghakimi orang-orang yang saa sekali tidak aku kenal? 

Lucunya, aku gak mendapatkan jawaban apapun. Tapi aku merasakan kedamaian. Dosa di dalam diriku membuatku tercengang beberapa jam sebelumnya. Tapi sekarang, semuanya sudah dibersihkan oleh janji kekal Juruslamat. Dibandingkan dengan kemeja flannel hijau mengerikan yang sudah dibuang oleh istriku, janji itu jauh lebih berharga.

 

Pelajaran Iman:

Tantangan dalam hidup, masa lalu, masa kini dan masa depan, semuanya tidak lagi berarti dibandingkan dengan sukacita yang kita temukan di dalam Yesus Kristus. 

Di Filipi 4: 11-13, Paulus bilang, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Hari ini, harapanku adalah gak peduli seberapa baik atau buruknya keadaan kita, kita harus memilih untuk fokus pada kekuatan yang sudah disediakan bagi kita di dalam Kristus.

 

Hak cipta Faith, Family and Fun, Crosswalk.com


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus menghasilkan konten-konten terbaik di website ini dengan menjadi mitra Jawaban.com. Buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

Ikuti Kami