Belajar Ilmu Hitam Karena Pengen Habisi Nyawa Mama – Lea Tikoalu

Belajar Ilmu Hitam Karena Pengen Habisi Nyawa Mama – Lea Tikoalu

Lori Official Writer
351

Setiap orangtua tentunya punya cara tersendiri dalam mendisiplin anak. Tapi gak semua cara yang dilakukan orangtua itu baik buat anak. Seperti halnya memukul anak dengan emosional hanya akan menorehkan luka batin yang bagi sebagian anak justru berubah jadi dendam dan rasa benci kepada orangtua.

Inilah yang dialami oleh Lea Tikoalu, seorang anak yang hidup dalam dendam dan kepahitan kepada ibu sendiri. 

“Pernah ada suatu peristiwa, aku bolos dari les. Ya karena aku pengen main-main. Ternyata dia ambil sapu yang kayunya itu dia berusaha pengen reach (meraih ) aku. Dia gak sadar, itu kena kepala, kena ini, kena apa dan aku udah bilang, ‘Ma, minta maaf.’ Tapi dia udah kayak kalap, kayak udah gak mau tahu,” ungkap Lea

Dalam kesakitan, Lea kecil hanya bisa terpojok. Maksud hati ingin membalas, tapi dia sama sekali gak berdaya.

Sejak saat itu, hubungan Lea dengan sang mama jadi kurang baik. Dia selalu dihantui oleh rasa sakit saat dipukuli, sehingga rasa dendam mulai tumbuh sampai dia beranjak dewasa.

 

Ikut Latihan Bela Diri

Saat duduk di bangku SMA, Lea jadi pribadi yang suka menyendiri.

Pada suatu kali, dia memilih mengurung diri di satu ruangan kosong. Lalu dia mulai berargumen sendiri dan mempertanyakan soal Tuhan, hidupnya dan juga perlakuan buruk dari mamanya.

Tiba-tiba salah satu temannya datang dan mengajak Lea ke suatu tempat. “Itu satu gedung. Aku masuk ke sana, aku ngeliat itu kayak ada latihan bela diri, kok gokil latihannya? Kek gitu. Salah satu temannya dia mukul perutnya, tapi dia kek kuat gitu. Hmm, kalau gua sejago itu pas nyokap mukul pasti kayaknya gue kali ini gak akan kalah deh,” demikian Lea menuturkan perjalanan awal dia belajar ilmu bela diri.

Setelah bergabung, Lea pun mengalami peningkatan yang sangat drastis. Ilmu bela diri yang dia kuasai sudah sangat baik, sehingga dia ditawari untuk menguasai ilmu yang lebih tinggi lagi.

Lea pun mendapatkan kepercayaan dari pimpinan pusat bela diri tersebut dan mendorong dia untuk terus berlatih sampai bisa menguasai ilmu tertinggi yaitu melawan ombak.

“Waktu itu ujian besar yang ada di Pantai Selatan itu, salah satu ujiannya itu harus melawan ombak. Terus kita gak boleh mundur, sebisa mungkin kita harus nahan, harus stay (bertahan),” jelasnya.

Untuk bisa menguasai ilmu tersebut sama sekali gak gampang. Setelah mencoba beberapa kali usaha untuk menahan ombak, Lea dan rekan-rekan lainnya harus menghadapi gelombang ombak yang cukup besar. Akibatnya, mereka harus terhanyut dan lima diantaranya ditemukan meninggal.

“Aku gak sadar, tiba-tiba udah ada insiden yang oh rame deh. Ada polisi, ada Tim SAR dan ternyata ada lima orang yang meninggal,” katanya.

 

Rencanakan Pembunuhan Sang Mama

Beruntungnya, Lea adalah salah satu korban yang selamat dari ombak tersebut. 

Sayangnya, dia merasa kecewa karena dia gagal menguasai ilmu inti dari bela diri yang dia pelajari. Tujuan menguasainya hanya satu supaya dia bisa menghabisi nyawa sang mama.

Tak patah arang, Lea memilih untuk menemui pemimpin dari pusat latihan bela diri tersebut dan menyerahkan nyawa mamanya sebagai tumbal.

“Kak Ian (pimpinan pelatihan bela diri) bilang, “Bisa aja. Hari inipun juga bisa. Sekarang pun juga bisa.” Dia bilang, “Kalau emang kamu sayang sama aku, berarti aku pengen selesaikan mama kamu dan nyawa mama kamu untuk aku.” Aku bilang ya ngak papa,” terangnya.

Malam itu juga, Lea pun mengikuti ritual sesuai dengan perintah. “Akhirnya aku leyeh-leyeh nunggu mamaku istirahat dan aku ketiduran.”

 

Baca Juga: Nuke Korompis: Kulawan Tuhan dengan Ilmu Hitam

 

Alami Perjumpaan Dengan Yesus

Saat dalam keadaan tidur, tanpa sadar Lea seperti dibawa ke sebuah ruangan. Dia sadar betul itu bukan kamar tidurnya. Di sana, dia menyaksikan sesosok orang mendatanginya dengan kedua kaki bekas luka tusuk. 

“Badan aku tuh kayak ada di bawah dan itu terang banget. Itu terang banget. Terus aku bilang, “Siapa kamu?” Terus aku Tanya lagi, “Kamu siapa?” Terus aku ngeliat dua kaki itu ada bekas pakunya, Dia bilang “Aku ke sini karena Aku sayang sama kamu.”” 

Lea pun merasa kalau kehadiran Tuhan saat itu sudah terlambat. Karena dia sudah terlanjur menyerahkan nyawa sang mama kepada kuasa gelap. Tapi dengan cara-Nya Tuhan, hati Lea dilembutkan.

“Dia bilang, “Aku datang ke sini karena Aku mengasihi kamu.” Itu tiga kali kak. Aku ngeliat dari kiri ke kanan itu kayak cermin. Itu aku yang nangis dipukulin sama mama itu semua ada. Itu semua diliatin. Itu kenapa aku benci sama kamu Tuhan. Tapi Tuhan bilang, “Aku sayang sama kamu.” Semuanya akan aku bikin bahagia buat kamu. Aku akan rubahkan semuanya ini.”” terang Lea.

 

Jatuh Cinta Kepada Yesus

Waktu Lea mendengar dirinya dikasihi dan dicintai oleh Tuhan, hatinya langsung berubah. 

Lea tersentuh karena dia baru pertama kali mendengar seseorang mengasihi dia.

“Aku langsung jatuh cinta sama Dia. Karena aku menganggap mama ku pun benci sama aku. Tapi kenapa sosok ini, Dia datang ke kamar aku, yang bukan siapa-siapa, Dia kasih tangan-Nya ke aku dan Dia bilang, “Aku cinta sama kamu.” Gak ada satu orangpun di dunia yang kayak gitu,” ungkapnya.

Bagi Lea, itu adalah kalimat penuh kasih yang pertama kali dia dengar. Dan saat itu pun Tuhan meminta dia mengampuni mamanya. “Tapi Tuhan bilang sama aku, maafin mama kamu karena Aku udah maafin kamu. Kayak disiram es. Akhirnya aku pasrah aku bilang, “Aku cuma percaya sama Kamu.”

Di malam itupun, Lea memutuskan untuk mengampuni sang mama. Dia segera menghampiri sang mama di kamarnya dan meminta ampun atas tindakannya yang jahat.

“Aku langsung ke kamar mama aku. Aku liat mama lagi tiduran. Terus aku peluk mamaku, aku bilang, “Mama gak usah ngomong. Mama dengerin aja.”

 

Baca Juga: Maria Veronica, Pebisnis yang Tobat Pakai Ilmu Hitam Demi Cepat Kaya

 

Tuhan pada akhirnya menyelesaikan dendam yang tertanam dalam di hati Lea sejak lama. Pengampunan memampukan Lea dan mamanya berdamai dengan kenangan masa lalu yang menyakitkan. 

“Dia bilang, “Mom. Maafkan aku, ampuni aku. Sebenarnya hari ini aku harus ngabisin mama. Karena aku udah serahin nyawanya mama ke kak Ian. Barter karena aku benci banget sama mama.” Saya minta maaf sama Lea,” kata Maartje Sumajow, mama dari Lea. 

Setelah mengalami rekonsiliasi dengan sang mama, bagi Lea semua ilmu bela diri yang dia kuasai tak lagi ada artinya. Dia rela melepaskan semuanya, termasuk ilmu bela diri yang ada di dalam dirinya.

Tuhan pun menggenapi apa yang Dia janjikan kepada Lea. Hubungannya dengan sang mama malah begitu dekat. Bagi Lea, hubungannya dengan sang mama jauh lebih berarti dibandingkan apapun yang ada di dunia dan dia bersyukur untuk hal itu.

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami