Tangani Aliran Sesat Hakekok, Kemenag Pastikan Anggota Diberi Bimbingan Agama

Tangani Aliran Sesat Hakekok, Kemenag Pastikan Anggota Diberi Bimbingan Agama

Lori Official Writer
560

Belakangan ini masyarakat diresahkan dengan kemunculan sekelompok orang yang melakukan ritual tak biasa. Usut punya usut, rupanya kelompok ini diidentifikasi sebagai aliran baru yang diberi nama Hakekok Balakasuta.

Menyadari kemunculan aliran baru ini, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) pun segera bertindak dengan meminta penyuluh agama untuk memberikan bimbingan agama kepada anggota aliran tersebut.

Untuk melakukan tindakan ini, para penyuluh agama setempat pun sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lain seperti kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama yang ada di Padeglang, Banten, pusat aliran Hakekok  berdiri.

“Kami sudah datang ke lokasi dan ke depan kami juga akan melibatkan tokoh agama setempat untuk memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur budaya terhadap penganut aliran ini,” kata Mahli Yudin, selaku penyuluh agama Cigeulis Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Baca Juga: Diduga Aliran Sesat Dan Ajang Bisnis, Kemenag Bentuk Tim Untuk Tindaklanjuti Gereja IRC

 

Sementara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyarankan pentingnya penguatan sosialisasi tentang ideologi negara (Pancasila) kepada para anggotanya, sehingga mereka tidak mudah percaya dengan ideologi baru yang muncul.

“Pemerintah daerah harus gencar secara merata mensosialisasikan ideologi negara dan aturan-aturan lainnya,” kata Ketua Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo. 

Dia juga meminta masyarakat supaya selalu waspada dan bijak , sehingga tidak mudah percaya dengan pemikiran baru yang disampaikan orang lain.

Dia berharap kemunculan aliran yang sempat menghebohkan negara ini bisa segera diusut tuntas. “Kita berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara hukum dengan melibatkan pihak yang terkait, supaya tidak menimbulkan hal negatif kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Mahli, keberadaan aliran Hakekok ini sudah ada sejak tahun 2009. Anehnya, ajaran tersebut sempat disebarkan di padepokan atau majelis zikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Namu, karena gerak geriknya dianggap aneh masyarakat setempat menyerang padepokan dan menyebabkan mereka harus berpindah tempat.

Penyimpangan yang dilakukan aliran ini tampak saat anggotanya diminta untuk melakukan ritual degan cara mandi bugil yang dilakukan sekelompok pria dan wanita di sebuah sumur Perkebunan Sawit PT Globalindo Agro Lestari (GAL). Ritual ini dipercaya bisa membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan setiap anggotanya jadi pribadi yang lebih baik.

 

Baca Juga: Pemimpin Sekte Kerajaan Ubur-Ubur Ini Mengaku Titisan Tuhan dan Campuradukkan Ajaran Agama

 

Dianggap meresahkan, pihak kepolisian pun mengamankan 16 orang pengikut ajaran tersebut, yaitu 8 laki-laki, 5 perempuan dewasa dan 2 anak.

Anehnya, kebanyakan anggota yang percaya dengan aliran ini rupanya para korban diiming-imingi oleh pemimpin aliran tersebut, bernama Arya, kesuksesan dunia akhirat dan kaya raya jika menjadi anggota aliran tersebut. 

Sebelumnya, Indonesia juga pernah dihebohkan dengan sederet aliran sesat seperti Kerajaan Ubur-Ubur, Komunitas Eden, Gafatar, aliran Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan yang lainnya. Namun semua aliran baru ini memiliki persamaan yang signifikan yaitu anggotanya diimingi harta benda maupun kehidupan yang lebih baik. 

Di tengah keadaan sulit, rentan bagi kita untuk mudah percaya saat seseorang menjanjikan sesuatu yang menguntungkan. Tapi percayalah bahwa mereka melakukannya untuk tujuan tertentu, yang justru merugikan kita.

Jadi, supaya tidak mudah terpengaruh dengan banyaknya pandangan-pandangan baru kita perlu lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena saat kita dekat dengan Tuhan, kita diberikan kebijaksanaan untuk bisa membedakan sesuatu yang baik maupun buruk dan yang bertentangan dengan kebenaran Kitab Suci. 

Mari menjaga diri kita dan selalu waspada dengan ilah-ilah zaman ini.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami