Apa yang Lea dan Rahel Ajarkan Soal Jadi Wanita yang Utuh Dalam Tuhan?

Apa yang Lea dan Rahel Ajarkan Soal Jadi Wanita yang Utuh Dalam Tuhan?

Lori Official Writer
708

Kisah Lea, Rahel dan Yakub adalah kisah cinta segitiga yang mendebarkan. Alkitab menuliskan dengan detail tentang perjalanan hidup Yakub sampai dia bertemu dengan Rahel dan jatuh cinta. Tapi untuk mendapatkan Rahel, dia harus rela menikahi Lea, kakak Rahel lebih dulu.

Tapi dibalik perjalanan cinta segitiga ini, kita bisa belajar poin penting soal karakter Rahel dan Lea.

Mari menggali kisah dua bersaudara Rahel dan Lea ini.

Suatu kali, seorang pria bernama Yakub bekerja dengan Laban, ayah Rahel dan Lea. Yakub pun mulai memperhatikan putri bungsu Laban, Rahel dan mulai jatuh cinta kepadanya.

Karena cintanya, Yakub sendiri bersedia bekerja dengan upah yang ditetapkan Laban untuknya. 

“Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."” (Kejadian 29: 18)

Saat tujuh tahun itu selesai, sang ayah justru membuat sebuah rencana lain. Dia meminta Yakub untuk menikahi kakak perempuan Rahel, Lea sebelum dia menikahi wanita pujaan hatinya itu. Setelah seminggu dari pernikahannya, Yakub lalu menikahi Rahel tapi pernikahan ini pun terjadi setelah Yakub mau bekerja dengan Laban selama tujuh tahun lagi.

Ada banyak pelajaran penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Khususnya bagaimana hubungan Rahel dan Lea terbangun saat mereka diperhadapkan dengan seorang pria yang kemudian jadi suami mereka. Bagaimana Rahel dan Lea menghadapi kecemburuan, penolakan dan keinginan untuk dicintai jadi pelajaran penting yang perlu setiap wanita tahu.

 

Baca Juga: Saat Anda Bertanya ‘Mengapa Saya Diciptakan Jelek?’ dan Tuhan Menjawab

 

Ada 3 hal yang bisa kita petik dari bagaimana menjadi wanita yang utuh melalui Rahel dan Lea.

1. Kecantikan Fisik Bukanlah Jaminan

Alkitab menggambarkan kalau Rahel adalah seorang wanita yang cantik (Kejadian 29: 17). Sementara kakaknya Lea, punya penglihatan yang lemah. Jadi bisa dibilang Yakub pasti akan tertarik kepada Rahel yang berparas cantik dibanding kepada Lea yang punya kekurangan fisik. 

Secara fisik, Lea memang tersisihkan dari Rahel. Bahkan setelah dinikahi oleh Yakub, dia sama sekali tidak dicintai. Tapi Lea beruntung karena kekurangan yang dia punya justru jadi jalan baginya untuk menjadi bagian dari hidup Yakub.

Di luar dari kekurangan yang Lea punya, dia adalah wanita yang baik. Dia memiliki kualitas di dalam dirinya dan inilah yang harus setiap wanita sadari bahwa kecantikan seharusnya tidak ditentukan dari bagaimana tampilan luar atau fisik kita saja, apakah kita mengenakan perhiasan yang mahal, rambut yang dihiasi dan pakaian-pakaian yang bagus. Sebaliknya, kecantikan itu harusnya terpancar dari dalam diri kita, karena itulah keindahan yang gak akan pernah pudar.

“Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” (1 Petrus 3: 3-4)

Jadi Lea mengajarkan bahwa menjadi wanita yang utuh tidak harus ditentukan dari penampilan luar. Tuhan gak pernah salah menciptakan kita dengan keadaan fisik kita, karena Dia tahu hal yang lebih penting selain penampilan luar adalah kualitas yang ada di dalam diri kita.

2. Jauhkan Rasa Cemburu

Kecemburuan adalah emosi buruk yang bisa membuat seseorang bertindak di luar batas. 

Baik Rahel dan Lea sama-sama mengalami hal ini. Lea sendiri mulai cemburu kepada adiknya Rahel yang secara fisik jauh lebih cantik. Tapi hal serupa juga dialami oleh Rahel karena setelah menikah dengan Yakub, Lea lah yang memberikan Yakub keturunan. Rahel pun cemburu karena dia belum mengandung anak atas pernikahannya (Kejadian 30: 1).

Tuhan pada akhirnya memberi Rahel anak. Tapi kecemburuannya membuat dia terobsesi untuk bersaing dengan Lea. Sampai akhirnya dia meninggal saat melahirkan anak keduanya.

Kita belajar dari Rahel bahwa kalau kita tidak bersyukur atas berkat yang kita punya dan percaya kalau Tuhan akan memenuhi yang kita butuhkan, maka kecemburuan akan menghantui hidup kita dan membuat kita jadi orang yang gak pernah puas.

3. Wanita Naturalnya Selalu Dikejar

Sebagai seorang wanita, kita dirancang untuk dikejar. Karena rancangan Tuhanlah, hati kita berdetak kencang waktu kita sedang dikejar oleh seorang pria.

Yakub sendiri bersedia bekerja untuk Laban hanya untuk satu tujuan yaitu supaya dia bisa mendapatkan Rahel. Percayalah, perjuangan Yakub tentu saja membuat Rahel bak ratu yang sangat diinginkan oleh seorang pria.

Sementara di sisi lain, Lea yang tertolak justru akhirnya diakui melalui anak-anak yang dia lahirkan untuk suaminya itu. Tuhan membuat Lea bernilai dan apa yang dialaminya membuat Lea pada akhirnya bersandar penuh kepada Tuhan.

Yakub mulai memandang Lea dengan kasih Tuhan.

 

Baca Juga: Fakta Alkitab : Buah Dudaim Yang Begitu Diinginkan Rahel Yang Berbau Sangat Harum

 

Dari kisah Yakub, Rahel dan Lea, kita bisa melihat cara kerja Tuhan untuk menyatakan kehendak-nya melalui anak-anak yang dilahirkan di tengah keluarga ini. Dari Rahel dan Lea, Tuhan membentuk dua belas suku Israel.

Meskipun Lea ditolak dan diabaikan, tapi kemudian dia menemukan keutuhan di dalam Tuhan dan tak ada yang mengalami hal seperti dia.

Sebagai putri-putri Tuhan, mari belajar untuk hidup utuh di dalam Tuhan. Bahwa apapun yang kita punya, baik sempurna secara fisik maupun tidak sempurna, Tuhan mau kita menerimanya sebagai anugerah yang akan dipakai untuk menyatakan kehendak-Nya.

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami