Periksa Dukacitamu, Intimidasi Si Iblis atau Teguran Roh Kudus

Periksa Dukacitamu, Intimidasi Si Iblis atau Teguran Roh Kudus

Lori Official Writer
      1316

2 Korintus 7: 9

sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 70; Markus 14; Bilangan 23-24

Aku sering ditanya, “Gimana sih aku bisa membedakan intimidasi si iblis dan teguran Roh Kudus?”

Setiap orang percaya diperhadapkan pada dua pilihan yaitu berjalan oleh Roh atau oleh daging setiap hari. Waktu kamu memilih untuk berjalan menurut daging, Roh Kudus akan menaruh keyakinan bahwa pilihanmu tidak sesuai dengan identitasmu yang sebenarnya. Kalau kamu terus hidup di dalam kedagingan, kamu akan merasakan dukacita.

Mungkin kamu bertanya, “Gimana caranya aku tahu jenis kesedihan yang aku alami?” Intimidasi si iblis dan teguran oleh Roh Kudus sama-sama menimbulkan dukacita. Tapi rasa yang ditimbulkan kedua perasaan ini sangat berbeda. Kalau perasaanmu condong kepada kebenaran atau kesalahan, maka kamu bisa mengidentifikasi sumbernya.

Apakah kamu merasa bersalah, tidak berharga, bodoh atau tidak kompeten? Itu adalah kesedihan yang dipicu oleh intimidasi si iblis. Karena perasaan tersebut tidak mencerminkan kebenaran.

Secara hukum, kamu gak lagi bersalah. Kamu sudah dibenarkan oleh iman di dalam Kristus dan gak ada lagi penghukuman bagi mereka yang sudah hidup di dalam Kristus. 

Kamu bukannya tidak berharga, Yesus memberimu hidup-Nya. Kamu tidak bodoh dan kamu kompeten, bisa melakukan semua hal melalui Kristus. 

Tapi waktu kamu menemukan bahwa sebuah kesombongan sedang menyelinap di dalam perasaan sedihmu, terutama saat perasaanmu terus menerus mendorongmu semakin terpuruk, kamu sedang diintimidasi dan itu bukan perasaan yang berasal dari Tuhan. Untuk mengatasinya, serahkanlah dirimu kepada Tuhan dan lawanlah si iblis dan segala kebohongannya.

Tapi kalau kamu berduka karena tindakanmu tidak mencerminkan identitas dirimu yang sebenarnya di dalam Kristus, itu adalah perasaan yang berasal dari Roh Kudus supaya kamu mengalami pertobatan. 

Roh Kudus-lah yang memimpinmu untuk mengakui segala kesalahan dan tindakanmu, seperti disampaikan dalam 1 Yohanes 1: 9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 

Setelah kamu mengaku dosa dan bertobat, Tuhan akan berkata, “Aku senang engkau menyampaikannya kepada-Ku. Engkau telah disucikan; sekarang lanjutkan hidupmu.” Dan kamu segera merasakan jika bebanmu terangkat. Dukacitamu hilang dan ada perasaan positif baru yang tumbuh dalam dirimu. Sejak saat itu, kamu berkomitmen untuk taat kepada Tuhan melalui kegagalanmu.

Semua orang pernah melakukan kesalahan dan dosa. Tapi untuk benar-benar bebas dari intimidasi, kita hanya perlu mengakui setiap perbuatan kita kepada Tuhan dan bertobat. Jika saat ini kamu merasa terintimidasi dengan masa lalumu yang buruk, datanglah kepada Yesus. Dia saat ini sedang menunggumu di depan pintu dan berharap kamu akan mengakuinya secara langsung di hadapan-Nya.

 

Hak cipta Dr.Neil T. Anderson, Daily in Christ, Crosswalk.


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Jika kamu rindu supaya orang lain juga diberkati sepertimu, mari dukung kami untuk terus menjangkau melalui konten-konten yang kami sediakan lewat pelayanan media kami.

Kamu bisa menjadi mitra Jawaban.com dengan berdonasi  sekecil apapun yang kamu punya. Jadi, buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

Ikuti Kami