Menghancurkan Berhala Dalam Hidup dan Taat Pada Tuhan

Menghancurkan Berhala Dalam Hidup dan Taat Pada Tuhan

Puji Astuti Official Writer
344

Di tahun 2021 ini, kita bisa belajar dari seorang tokoh Alkitab yang punya banyak kekurangan, tapi Tuhan justru memakainya dengan begitu luar biasa. Tuhan menjadikannya pahlawan yang gagah berani. Dia adalah Gideon. Dibalik ketakutan, keragu-raguan, dan sifat pemalunya, Tuhan melihat potensi tersembunyi dalam dirinya.

Sama seperti kita. Dibalik kekurangan yang kita miliki, sebenarnya Tuhan melihat potensi dan mau memakai kita. Tuhan telah memilih kita menjadi penyelamat bagi generas-generasi di Indonesia dengan menggerakkan hati kita. Namun kita tetap memerlukan urapan dan penyertaan Tuhan dalam hidup, agar apa yang kita lakukan dapat berhasil dan semakin berdampak.

Kita bisa mempelajari cara Tuhan membentuk Gideon, sampai ia sukses menjadi pahlawan bagi bangsanya:

1. Gideon taat menghancurkan mezbah berhala

Langkah pertama yang Tuhan inginkan darinya adalah menghancurkan mezbah dan berhala yang ada di rumahnya. Ayah Gideon saat itu masih menyembah Baal dan memiliki mezbah untuk persembahannya. Namun Tuhan ingin Gideon menghancurkannya dan membuat mezbah baru untuk Tuhan. 

Baal atau berhala pada zaman ini adalah obsesi atau kesukaan duniawi yang menjauhkan hubungan kita dengan Tuhan. Sedangkan mezbah adalah kebiasaan atau kegiatan rutinitas yang kita lakukan sehari-hari demi tercapainya obsesi (berhala). Saat kita percaya kepada Tuhan, kita harus meruntuhkan mezbah dan berhala yang menguasai hidup kita dan menggantikan Tuhan sebagai yang terutama.

2. Tuhan meminta mezbah yang baru

Kita harus memiliki kegiatan atau kebiasaan-kebiasaan rohani yang memupuk hubungan kita dengan Tuhan. Dan berhala kita ganti dengan hati yang dipersembahkan kepada Tuhan. 

3. Ketaatan Gideon mendatangkan urapan Tuhan

Penyembahan berhala akan mendatangkan kehancuran pada hidup kita. Entah keluarga menjadi berantakan, rusaknya hubungan dengan pasangan, dan masih banyak lagi. Saat Gideon taat dan mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan, ia diurapi dan dimampukan untuk membawa bangsa Israel pada kemenangan. 

Hal itu juga berlaku untuk kita. Saat kita mempersembahkan hidup dan hati kita kepada Tuhan, akan datang pengurapan-Nya atas kita. 

Inilah panggilan yang Tuhan berikan bagi kita semua! Apakah Anda mau menjawab tantangan dari Tuhan? Mari kita rela dan taat mengikuti rencana-Nya, agar semakin banyak generasi yang terselamatkan dan mengenal kasih Tuhan. Selamat melangkah dalam iman dan #BeraniBergerak!

 

Sumber : Mark McClendon
Halaman :
1

Ikuti Kami