Belajar Dari Pengalaman Ini Yuk, Biar Gak Kejebak Investasi Bodong

Belajar Dari Pengalaman Ini Yuk, Biar Gak Kejebak Investasi Bodong

Lori Official Writer
476

Berinvestasi adalah cara terbaik untuk melipatgandakan uang yang kita punya. Karena itulah ada banyak orang yang memilih menginvestasikan uangnya di instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan yang cukup besar.

Tapi tahukah kamu bahwa investasi dengan keuntungan tinggi dan cepat, biasanya juga memiliki risiko yang tinggi pula. Meski begitu banyak yang berani mencoba jenis investasi ini. Keuntungan yang ditawarkan menjadi pesona yang menggiurkan. Tapi sedihnya, kebanyakan investasi dengan tawaran keuntungan tinggi ini adalah investasi bodong.

Pakar Keuangan sekaligus Founder & Senior Partner di PT. FAST Solusi Indonesia, Juhono Sudirgo menjelaskan penyebab umum banyaknya orang terjebak investasi bodong. Di Webinar #BERANIBERGERAK ‘Memulai Investasi Saham Dengan Cara Mudah’ pada 5 Maret 2021, dia menjelaskan bahwa berinvestasi itu membutuhkan perhitungan dan pemilihan investasi yang benar. Dia mengingatkan bahwa di dalam investasi untung dan risiko akan selalu sejalan. Semakin tinggi keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi pula risikonya.

“Kalau dia (investasi ) menjanjikan hasilnya tinggi, pasti resikonya pun tinggi. Jadi makin tinggi return-nya makin tinggi risk-nya. Itu yang paling benar,” ungkap Juhono Sudirgo.

 

Jebakan Investasi Bodong

Dia menegaskan bahwa tak ada cara instan cepat menjadi kaya. Semua investasi memerlukan proses jangka panjang. Karena itu penting mewaspadai investasi yang menjanjikan keuntungan yang cepat. “Kalau ada yang menjanjikan jalan cepat menjadi kaya, jalan pintas jadi kaya, pasti penipunya yang kaya bukan kita.” 

Jadi, alasan seseorang terjebak dalam investasi bodong adalah mulai tergiur dengan tawaran keuntungan investasi yang cepat. Kondisi inipun dialami oleh rekannya sendiri. “Kita kasih tahu temmen, gak percaya juga. Gak pandang buluh juga nih kadang-kadang. Siapapun bisa terjebak investasi bodong,” ungkap Juhono.

Salah satu instrumen investasi yang banyak menimbulkan kerugian adalah investasi Forex. Dalam investasi ini, kemungkinan untuk untung memang selalu ada. Tapi kerugiannya pun jauh lebih tinggi. Risiko besar ini bisa menimpa para investor setelah mengetahui jika ternyata perusahaan investasi yang digunakan adalah bodong. 

Salah satu rekannya sendiri harus merelakan uangnya senilai ratusan juta rupiah karena terjebak investasi Forex yang rupanya  bodong atau palsu. Dia menuturkan jika awal mula dari penipuan tersebut berawal dari tawaran keuntungan forex yang meggiurkan. 

Tanpa ragu, dia menarik tunai kartu kredit senilai Rp 900 juta dan menginvestasikan seluruhnya ke Forex. Sayangnya, perusahaan investasi tersebut menghilang tiba-tiba dan semua uang yang diinvestasikan ludes tak berjejak.

“Apa yang terjadi? Uang Forexnya habis. Dia sudah pakai kartu kredit Rp 900 juta. Ceritanya uang hilang Rp 900 juta, dia ketemu sama saya. “Terus gimana bayar kartu kredit kamu?” “Nah itu dia kak”. Lah, harusnya nanya dulu sebelum membeli ya,” ungkapnya.

Ada juga kasus jebakan investasi bodong yang gak kalah menarik. Juhono menuturkan bahwa kerakusan atau rasa tidak puas pun bisa menjadi penyebab paling umum seseorang bisa jadi korban investasi bodong. Misalnya, saat mengalami sekali untung, biasanya investor akan penasaran dan tergiur untuk kembali mencoba dan menginvestasikan uangnya dalam jumlah yang lebih besar. 

“Dia penasaran, ‘Kok kurang banyaknya?’ Dia menginvestasikan uangnya Rp500 juta. Dia gadein rumahnya, terus dia masukin Rp 500 juta,” terangnya.

Sampai akhirnya, perusahaan investasi menghilang tiba-tiba atau ditutup karena bersifat illegal. Di saat seperti inilah, para investor akan mulai kalang kabut. Mereka mulai panik karena uang yang diinvestasikan raup dalam waktu sekejap. 

Kasus-kasus semacam ini nyata terjadi. Investasi bodong banyak bertebaran dimana-mana, khususnya di situs-situs dan aplikasi online yang ada saat ini. 

 

Baca Juga: Masih Takut Investasi? Yuk Curi Ilmu Investasi Saham Mudah Dari Pakar Keuangan Ini…

 

Terhitung per awal Maret 2021 sendiri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memblokir ratusan situs investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, baik itu investasi Fintech Peer to Peer, entitas illegal maupun pelaku usaha gadai ilegal.  

Baru-baru ini, OJK sendiri telah mengumumkan status illegal terhadap 28 praktek investasi ini:

1. PT Berbagi Bintang Teknologi (Stasashi)

2. PT Prioritas Inti Sejahtera (Smart In Pays) 3. thetokole.com

4. Totole (mytotole.com)

5. PT Sukses Indonetwork Digital/VITO

6. Smartplan Community

7. Auto Sultan Community

8. Indonesia Binary Trader

9. SMARTXBOT

10. Antares

11. FORSAGE, FORSAGE ETH, FORSAGE TROM 

12. PT Tiara Global Propertindo

13. Golden Bird/Burung Emas

14. Koperasi Simpan Pinjam Sarjana Sepadu Indonesia 15. PT Exadana Visindo

16. Go-Champion

17. Tiktok Cash

18. Berkah Berbagai 2020

19. Gamebot.group

20. Komunitas Berbagi Rizki

21. Commero 

22. Share Results

23. Coin Video 1-2-3

24. Compass

25. Love Money

26. Umoney

27. Golden Age Asset/GAA

28. Snack Video

Juhono mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan investasi bodong ini sama sekali tidak bertanggung jawab atas besar kerugian para investornya. Karena itulah, penting bagi para investor untuk belajar berinvestasi yang benar. Sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan uang yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita.

Buat kamu yang ingin belajar lebih dalam soal investasi, kamu bisa menyaksikan tayangan Webinar dalam versi lengkapnya. Juga buat kamu yang ingin mengikuti Webinar Investasi dan Saham lainnya secara gratis, kamu hanya perlu bergabung menjadi mitra CBN. Dengan itu kamu bisa mendapatkan konten-konten eksklusif yang kami sudah sediakan.

DAFTAR DI SINI : https://www.jawaban.com/donasi/.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami