Ini 4 Hal yang Biasa Dilakukan Selama Masa Prapaskah

Ini 4 Hal yang Biasa Dilakukan Selama Masa Prapaskah

Lori Official Writer
430

Sama seperti kita menyisihkan waktu untuk mempersiapkan diri secara pribadi untuk menyambut Natal, Prapaskah juga menjadi momen dimana umat Kristiani mengambil waktu untuk mempersiapkan diri menyambut momen penebusan sang Juruslamat atas dunia.

Prapaskah adalah waktu untuk merenung dan memeriksa kembali hidup kita sepenuhnya. Karena pengorbanan Yesus menjadi dasar bagi setiap orang percaya memperoleh kehidupan kekal di surga. 

Jadi biasanya prapaskah menjadi momen 40 hari untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan puasa. Sebenarnya tradisi prapaskah ini mengandung makna yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Tapi realitanya, prapaskah menjadi perayaan yang tidak seheboh saat menjelang Natal. 

Meski begitu, ada juga yang setia untuk menjalankan tradisi ini dengan sepenuh hati. Lalu bagaimana seharusnya kita merayakan prapaskah?

Ada 4 hal yang biasa dilakukan selama masa prapaskah.

1. Pengakuan dosa 

Untuk memulai serangkaian kegiatan selama 40 hari prapaskah, orang Kristen biasanya akan mengawalinya dengan melakukan ibadah pengakuan dosa. Hal ini bertujuan untuk menyadarkan kita akan karya penebusan dosa Tuhan Yesus di kayu salib.

2. Membantu orang yang membutuhkan

Saat merayakan Natal, umumnya orang Kristen didorong untuk bermurah hati memberi bagi yang membutuhkan. Tidak berbeda dari itu, di perayaan prapaskah pun orang-orang Kristen didorong untuk lebih peduli dan berbuat baik bagi sesama. 

Tapi uniknya, tindakan memberi di momen prapaskah ini lebih kepada kerelaan hati untuk menolong sesama dan bukan hanya sekadar rutinitas atau kewajiban yang ditetapkan oleh gereja.

 

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Seputar 40 Hari Perayaan Masa Prapaskah Yang Harus Orang Kristen Tahu

 

3. Menjalankan puasa

Puasa menjadi hal yang sangat penting dalam momen prapaskah, dimana sesuai dengan kisah di dalam Alkitab Yesus juga melakukan puas selama 40 hari lamanya di padang gurun. 

Berpuasa selama prapaskah ini memiliki tujuan untuk mematikan segala keinginan daging yang cenderung membawa kita ke dalam berbagai-bagai dosa. Sehingga dengan mengekang keinginan daging, kita bisa lebih fokus kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Yesus sendiri menghadapi ujian yang cukup berat ketika dia menjalankan puasa sendirian. Si iblis harus mencobai Dia selama di padang gurun. Namun karena ketaatan dan iman-Nya, Dia berhasil menang atas godaan-godaan yang ditawarkan si iblis.

Karena itulah, untuk bisa menang melawan godaan kita perlu berpuasa sembari berdoa dan merenungkan firman Tuhan lebih banyak.

4. Ambil waktu berdua lebih banyak dengan Tuhan

Yesus memilih mengasingkan diri ke padang gurun selama puasa 40 hari. Tujuannya adalah Dia ingin menjauh dari segala kebisingan dan kesibukan pelayanan yang Dia jalankan selama itu (Lukas 4) 

Dengan menempatkan diri kita di tempat yang hening dan sunyi, kita bisa lebih fokus mencari wajah Tuhan dan menajamkan kepekaan kita merasakan hadirat-Nya. 

Momen ini ibarat sebuah pertapaan pribadi. Tapi bukan berarti kita perlu pergi ke gunung atau tempat-tempat yang jauh ya. Kita bisa mengambil waktu berdua lebih banyak bersama Tuhan di rumah dan membaca serta merenungkan firman-Nya.

 

Baca Juga: Ini Pentingnya Pengakuan Dosa di Momen Prapaskah

 

Prapaskah adalah masa 40 hari yang dipenuhi dengan doa, puasa, refleksi, pengakuan dosa dan perayaan hari kemenangan atas kebangkitan Yesus. Ini adalah karya penebusan paling bersejarah yang patut kita syukuri. Tanpa pengorbanan Yesus, kita tidak akan pernah bisa memperoleh janji keselamatan hanya dengan usaha kita sendiri. Jadi, mari manfaatkan momen prapaskah ini untuk menyesali segala dosa kita, meminta pengampunan dan pertobatan secara pribadi.

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.” - Yesaya 53: 4-7

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami