Terbiasa Untuk Gemar Mencari Kehendak Allah

Terbiasa Untuk Gemar Mencari Kehendak Allah

Lori Official Writer
      1123

2 Timotius 3: 16-17

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Di 2 Timotius 4: 13 Paulus memberikan sebuah pesan kepada Timotius. Katanya, “Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.”

Lewat surat ini Paulus meminta kepada Timotius untuk membawa perkamen yang dia ditinggalkan di Troas. Bagi Paulus kitab-kitab ini adalah hal yang sangat penting, terutama perkamennya. Di masa itu, perkamen dipakai sebagai alat tulis pengganti kertas yang terbuat dari kulit binatang. 

Paulus tidak meminta Timotius untuk membawakan hal yang lain selain jubah, kitab dan perkamen. Sebagai sosok yang berlatar belakang dari akademisi, Paulus kemungkinan besar adalah sosok yang tekun belajar dan bergelut dengan buku. 

Dan setelah menemukan Yesus, karakter pembelajar ini jelas terlihat. Dia sangat giat mempelajari kebenaran firman Tuhan. Ada keinginan yang begitu besar di dalam diri Paulus untuk lebih mengenal Tuhan. Sehingga dia begitu bertekun dalam menggali dan mempelajari kebenaran firman Tuhan. 

Bukan hanya itu, Paulus memakai perkamen untuk menuliskan setiap hasil perenungannya yang dia dapatkan. Kita bisa menilai bahwa Paulus punya karakter seorang murid yang tekun belajar. 

Paulus menggambarkan karakter seorang murid Kristus yang selalu gemar mencari kehendak Allah. Tentu saja bukan untuk dirinya sendiri, tapi mencari kehendak Allah untuk kepentingan orang lain dan juga bangsa-bangsa.

Paulus terdorong untuk menuliskan semua hal yang mengilhaminya ketika menggali kebenaran firman Tuhan. Dengan keyakinan, seperti dalam 2 Timotius 3 ayat 16-17, bahwa semua tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.

Jadi kalau Paulus saja terus bertekun mencari kehendak Allah, bagaimana dengan kita yang mengaku murid Kristus?

Sudahkah Alkitab atau firman Tuhan menjadi hal yang pertama kali kita cari ketika kita bangun di pagi hari? Sudahkah kita gemar menuliskan setiap ilham yang ditaruhkan Roh Kudus di dalam hati kita saat merenungkan firman Tuhan?

Untuk menggali firman Tuhan, Paulus tidak cukup memakai satu kitab, tapi banyak kitab. Dia benar-benar punya rasa ingin tahu yang tinggi sehingga dia berusaha untuk mengumpulkan banyak sumber dan menemukan kebenaran yang sejati. 

Sebagai murid Kristus, kita diminta bukan hanya membaca Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu. Tapi lebih dari itu, penting bagi kita untuk memahami dan merenungkan secara lebih mendalam tentang pesan yang disampaikan Allah melalui firman-Nya.

Itu sebabnya, seorang murid Kristus dituntut untuk bergaul akrab dengan firman Tuhan setiap hari. Bahkan bila perlu mencari komunitas orang beriman yang sama-sama memiliki kerinduan untuk menggali kebenaran firman Tuhan setiap hari.  

Tuhan mau kita menjadi murid-murid yang cerdas secara intelektual, bukan saja hanya beriman. Karena akan ada banyak tantangan yang kita hadapi di depan, salah satunya pandangan dunia yang berusaha mematahkan kebenaran firman Tuhan. Jika kita tidak memperkaya diri secara intelektual, maka dunia hanya akan menganggap Alkitab sebagai buku dongeng belaka. Dan kita hanya akan dipermalukan karena tidak bisa memberi jawab dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan seperti yang dilakukan oleh Yesus.

Sebagai murid Kristus, sadarilah hal ini. Belajarlah dari Paulus yang selalu rindu untuk mengetahui isi hati Tuhan bukan hanya untuk dirinya tetapi terlebih untuk menyatakan kehendak Allah atas dunia.  

Jika kamu rindu untuk menjadi murid Kristus yang tekun dan giat mencari kebenaran-Nya, ambillah waktu ini untuk berdoa dan berkomitmen kepada Tuhan.

Bapa yang baik

Aku mengucap syukur karena Engkau masih berkenan menyampaikan isi hatimu kepadaku.

Aku tahu bahwa Engkau juga terlebih rindu melihatku terus bertumbuh dalam pengenalan akan firmanMu setiap hari.

Ajar aku Tuhan untuk memiliki hati yang haus seperti Paulus. 

Aku serahkan sepenuhnya hidupku ke dalam tanganMu. Amin

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Jika kamu rindu supaya orang lain juga diberkati sepertimu, mari dukung kami untuk terus menjangkau melalui konten-konten yang kami sediakan lewat pelayanan media kami.

Kamu bisa menjadi mitra Jawaban.com dengan berdonasi  sekecil apapun yang kamu punya. Jadi, buat kamu yang tergerak untuk bergabung yuk DAFTAR DI SINI.

Ikuti Kami